Tinggal 21 Tempat Tidur Kosong, Dirut RSUD Depok Minta Masyarakat Waspada

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, saat ini ketersediaan tempat tidur Covid-19 di rumah sakit milik pemerintah tersebut sudah sangat minim yakni hanya tinggal 21 tempat tidur.

Jumlah tempat tidur kosong tersebut merupakan hasil pengurangan dari total pasien Covid-19 yang dirawat pihaknya sekitar 107 pasien dikurangi penyediaan tempat tidur yang hanya 128 tempat tidur.

Baca Juga : Waduh, Gedung Karantina Pasien COVID di Depok Waiting List

“Saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) untuk ruang isolasi 58 persen, sementara ICU 88 persen,” kata Devi kepada wartawan, Kamis 17 Juni 2021.

Devi mengakui, ada pertambahan jumlah pasien yang sangat signifikan dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, tepatnya usai libur lebaran 1442 H.

“Seminggu setelah lebaran kenaikan mencapai 20 persen, selanjutnya minggu kedua 25 persen, minggu ketiga 40 persen dan minggu keempat 50 persen,” kata Devi.

Devi mengatakan, dari total 107 pasien yang dirawat oleh pihaknya, 7 pasien berada di ICU, 16 pasien di IGD, 68 pasien di ruangan isolasi dan 16 pasien dalam pengawasan.

Baca Juga : Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19 di Depok Nyaris Penuh

“Pasien yang dirawat di RSUD kategori sedang berat,” kata Devi.

Terakhir Devi menghimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan penjagaan terhadap diri dan keluarga. Karena dari total pasien yang dirawat RSUD Depok didominasi oleh klaster keluarga.

“Klaster keluarga makin meningkat, displin melaksanakan protokol kesehatan, jangan pergi ke tempat yang ramai bilamana tidak terlalu penting kalau pun terpaksa jangan lama-lama,” kata Devi.

Dua Tempat Isolasi di Depok Sudah Tidak Ada Tempat Tidur Kosong

Sebelumnya diberitakan juga, dua lokasi karantina bagi penderita Covid-19 tanpa gejala atau OTG yang dikelola oleh Pemerintah Kota Depok saat ini juga sudah tidak mampu lagi menampung pasien.

Kepala Tempat Karantina Pasien COVID-19 Depok, Denni Romulo mengaku, Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI, dua tempat isolasi pasien OTG saat ini kondisinya telah penuh. Terkait hal itu, pihaknya pun kini terpaksa menerapkan sistem waiting list atau daftar tunggu.

Baca Juga : Waspada, Ridwan Kamil Duga COVID-19 Varian Delta Masuk di Jabar

“Iya, sekarang keterisiannya ini lagi waiting list semua. Untuk yang mendaftar masuk itu sudah full 100 persen,” katanya, Rabu 16 Juni 2021.

Denni menyebut, saat ini permintaan tempat karantina telah terjadi peningkatan yang cukup drastis dan itu berasal dari rujukan sejumlah puskesmas di Kota Depok.

“Ini pengirimannya seluruh puskesmas yang ada. Keterisian kamar dari waiting listnya itu sudah full.” (ade/*)