Tina Toon Ikut Terseret Kasus Sampai Digugat Rp 10,7 Miliar

Tina Toon (Istimewa)
Tina Toon (Istimewa)

DepokToday- Lama tak muncul ke layar kaca, mantan artis cilik yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan, Tina Toon, rupanya sedang terbelit masalah serius. Ia digugat Rp10,7 miliar.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, gugatan itu telah dilayangkan ke Pengadilan Tata Niaga, oleh Engkan Herikan atas beberapa pihak.

Pengacara Engkan, M. Iqbal Arbianto mengungkapkan, gugatan yang diajukan kliennya itu menyusul adanya dugaan pemalsuan nama pencipta lagu untuk lagu ‘Bintang’.

“Jadi memang benar kami Arbianto & Partners mewakili klien kami, Engkan Herikan, telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terhadap beberapa orang,” katanya dikutip pada Minggu 29 Agustus 2021.

Iqbal menjelaskan, bahwa lagu yang diciptakan oleh Engkan Herikan tersebut didaur ulang kemudian nama pencipta lagunya ditulis dengan nama orang lain.

“Intinya klien kami merasa dirugikan karena lagu yang diciptakan oleh klien kami, lagu ‘Bintang’ yang dipopulerkan oleh band Anima dibawakan dan dirubah nama penciptanya, yang seharusnya nama klien kami Engkan Herikan dirubah menjadi nama yang lain,” tuturnya.

Baca Juga: Lagi, Pelecehan Seksual Jalanan Terjadi di Depok, Korban: Naik Motor Kemudian Dipepet

Ia menyebut, ada beberapa pihak yang digugat daam perkara ini, salah satunya adalah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Tina Toon.

“Gugatan kami masukan di bulan Februari, tahun 2021 ini. Jadi pihak yang digugat ini ada berpa, itu ada Basiah, Baros dari Roulette, terus ada Pak Yan, ada salah satu anggora DPRD, Agustina Hermanto (Tina Toon), ada Andri, ada Universal Music, ada Sony Music, ada Wahana Music,” ujarnya.

Tina Toon Digugat Rp10,7 M

“Kita turut menggugat saudari Tina Toon karena dia ini yang membawakan lagunya. Kita juga ada kontrak dengan label-label tersebut, namun terdapat perubahan dari nama pencipta. Jadi, kita turut menarik mereka,” timpalnya lagi.

Lantaran perkara ini, Engkan Herikan merasa dirugikan secara materil dan imateril. Ia menuntut ganti rugi sebesar Rp10,7 miliar kepada pihak tergugat.

“Klien kami sebagai penggugat dirugikan dari hak moral dan hak ekonominya. Jadi klien kami menuntut di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nominal kurang lebih sekitar Rp750 juta kerugian materil dan Rp10 M kerugian imateriel.”

Baca Juga: Margo City Mulai Berbenah, Perbaikan dan Pembersihan Mal Dilakukan

Kuasa hukum sendiri menyampaikan bahwa Tina Toon sempat menghadiri satu kali persidangan. Kini, kasus ini telah sampai dalam tahapan replik.

“Sudah beberapa kali persidangan dan pada saat ini sudah sampai ke tahap replik. Tina Toon sendiri diwakili kuasanya juga telah hadir, sebelumnya Ibu Tina Toon sendiri juga pernah hadir datang sendiri ke Pengadilan 1 kali,” katanya. (rul/*)