Timnas Indonesia Korbankan Tiket Menuju Piala Dunia, Ini Sebabnya

Skuat Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia.(Foto: PSSI)
Skuat Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia.(Foto: PSSI)

DepokToday- Sebagai salah satu bangsa besar di Asia, Indonesia hingga kini masih menjadi pusat perhatian dunia. Dari sisi olahraga, bumi Nusantara ini pun tak kalah hebat dibanding bangsa lain, salah satunya adalah cerita tentang ketangguhan Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia.

Mungkin banyak yang belum tahu, jika Timnas Indonesia ternyata pernah nyaris masuk piala dunia. Namun karena satu hal, tiket untuk bersaing dengan sejumlah negara lainnya di turnamen itu pun akhirnya kandas.

Melansir dari goodnewsfromindonesia.id, peristiwa itu terjadi pada zaman era Presiden Soekarno. Seperti diketahui, presiden pertama Indonesia itu adalah salah satu tokoh internasional berpengaruh yang sangat anti Israel.

Baginya tak ada kompromi selama Israel masih menjajah Palestina.

Demi membela Palestina dan menunjukkan bahwa Israel adalah penjajah. Bung Karno pernah mengorbankan kesempatan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1958.

Saat itu ketika sedang jaya-jayanya, Timnas Indonesia pernah melaju hingga babak kedua penyisihan Piala Dunia untuk zona Asia. Di babak pertama, Indonesia menjadi juara grup setelah satu kali menang dan satu kali seri atas Tiongkok.

Harga Diri Timnas Indonesia

Di babak kedua, Indonesia tergabung dengan Israel, Sudan dan Mesir. Jika lolos dari babak ini, maka otomatis Indonesia bisa melaju ke babak play off dan menghadapi wakil Eropa. Pemenangnya akan langsung lolos ke Piala Dunia.

Saat itu, Timnas Indonesia tinggal memainkan pertandingan penentuan dengan Israel sebagai juara di wilayah Asia Barat.

Masalah muncul karena Indonesia menolak mengakui kedaulatan negara Israel dan enggan bertanding di markas mereka.

“Itu sama saja mengakui Israel,” ujar Maulwi Saelan, kiper Timnas Indonesia menirukan ucapan Presiden Soekarno yang dikutip dari Historia.id.

Pemerintah Indonesia kala itu sempat meminta pertandingan dilakukan di tempat netral. Tapi FIFA menolak dan malah mendiskualifikasi Indonesia sebagai jalan memuluskan langkah Israel ke Piala Dunia.

Akhirnya, demi membela Palestina, Indonesia pun memilih untuk merelakan diri tidak melanjutkan turnamen. Padahal, anak-anak Garuda kala itu punya potensi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

“Ya, kita nurut. Enggak jadi berangkat,” ucap Saelan.

Dukungan Indonesia atas Palestina

Indonesia selalu mendukung kemerdekaan Palestina dari Israel bahkan sejak zaman Bung Karno. Dukungan dari Indonesia tak lepas dari sejarah masa lalu antara dua negara.

M Zein Hassan dalam bukunya menyatakan, dukungan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia dimulai sejak tahun 1944. Mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan saudagar kaya negara tersebut Muhammad Ali Taher menyatakan dukungannya.

“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia,” kata Ali Taher dalam siaran radio pada 6 September 1944.

Dukungan berlanjut dengan aksi turun ke jalan yang dilakukan rakyat Palestina. Ibarat saudara kandung yang saling peduli, Indonesia menunjukkan solidaritasnya terhadap Palestina.

Warga Depok menggelar aksi turun ke jalan. Ini membuktikan dukungan Indonesia untuk Palestina sangat besar. (DepoktToday.com)
Warga Depok menggelar aksi turun ke jalan. Ini membuktikan dukungan Indonesia untuk Palestina sangat besar. (DepoktToday.com)

Deklarasi Kemerdekaan Palestina oleh Dewan Nasional Palestina di Aljir, Aljazair pada 16 November 1988 mendapat pengakuan dari Indonesia.

Setahun berselang, Indonesia dan Palestina membuat kesepakatan bersama dimulainya hubungan diplomatik kedua negara. Namun, Palestina seolah tak benar-benar merdeka.

Baca Juga: Qatar Melangkah ke Semifinal Piala Emas Concacaf 2021

Hubungan Palestina dan Israel terus memburuk yang membuat kedua negara terlibat perebutan kekuasaan atas tanahnya. Hal yang sangat tegas dan bentuk perhatian Indonesia pada Palestina, Indonesia tak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi. Yang pasti, Indonesia tak setuju dengan tindakan agresif yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Sebagai bentuk penghargaan dan wujud persaudaraan Indonesia terhadap Palestina juga hadir dalam hal ini. Di Bandung, ada sebuah jalan yang diberi nama ‘Palestine Walk’ alias Jalan Palestina yang biasa banyak orang sebut.

Diresmikan pada 13 Oktober 2018, Palestine Walk berlokasi di sebelah timur Alun-alun Bandung. Palestine Walk ini merupakan bentuk penghargaan Indonesia terhadap Palestina.

Hadirnya jalan ini juga sebagai dorongan sekaligus semangat agar rakyat Palestina tetap punya semangat untuk merdeka. Palestine Walk ini tidak hanya sebagai jalan, tapi juga dukungan moril.

“Kita ingin mendorong, memberikan semangat kepada mereka agar merdeka. Pada tahun 1945 Palestina itu paling duluan memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Sewajarnya kita hari ini punya kepedulian terhadap Palestina yang belum merdeka,” kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial yang dikutip dari BeritaBaik. (rul/*)