Tim Satgas Depok Investigasi Perumahan yang Lockdown

Petugas mendatangi sejumlah perumahan di Depok yang lockdown (DepokToday.com)
Petugas mendatangi sejumlah perumahan di Depok yang lockdown (DepokToday.com)

DEPOK- Tingginya penyebaran kasus COVID-19 di Kota Depok kian mengkhawatirkan. Data satgas setempat mencatat, saat ini banyak terjadi klaster keluarga atau perumahan, dan perkantoran. Akibatnya, pemerintah terpaksa menerapkan karantina skala kecil atau mikro lockdown.

Sejumlah perumahan yang menerapkan kebijakan lockdown di antaranya, Perumahan Taman Anyelir 3, Perumahan Taman Cipayung, Perumahan Bella Cassa dan di kawasan Harjamukti Kecamatan Cimanggis, serta di Gang Wali, Beji.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi terkait hal itu.

“Saat ini sedang kita lakukan investigasi untuk beberapa perumahan, karena memang untuk Kota Depok karakteristik wilayahnya kan perumahan dan kepadatan sedang dan tinggi,” katanya dikutip pada Minggu 27 Juni 2021.

Dengan karakteristik tersebut, penyebaran akan cepat dan tinggi jika terjadi interaksi antar tetangga.

“Pada wilayah-wilayah perumahan di mana kasusnya tinggi jika ada interaksi sosial yang cukup tinggi maka akan terjadi penularan antara tetangga. Maka sedangkan melakukan investigasi di beberapa perumahan dan tim tracing memang sudah mulai bergerak saat ini,” katanya.

Satgas Investigasi Perumahan Lockdown

Tim, lanjut Dadang, sedang melakukan investigasi di Perumahan Taman Cipayung, Bella Casa dan perumahan lainnya.

“Saat ini kita investigasi seluruh perumahan yang sudah masuk, kemarin misalnya Taman Cipayung, Bella Casa, dan yang lainnya. Kami masih mengumpulkan data dari seluruh wilayah tim kita sudah bergerak. Belum ada hasilnya,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, bahwa saat ini yang tertinggi terjadi di Depok adalah klaster keluarga dan perkantoran serta perjalanan. Sebabnya, Depok merupakan kota commuter yang masuk ke wilayah Jakarta dan sebaliknya.

“Perlu kami sampaikan juga dalam seminggu terakhir mayoritas memang setiap harinya banyak disumbang oleh yang terpapar itu adalah anak-anak dan juga remaja.”

Baca Juga: Data COVID Depok 27 Juni, Sehari Tembus 798 Kasus

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah bergerak cepat memberikan bantuan pada sejumlah warga yang melakukan lockdown wilayah. Seperti di kawasan Sukmajaya.

“Untuk warga yang perumahannya lockdown kami akan terus melakukan pemantauan dan memberikan perhatian berupa sembako serta tim medis,” kata Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Syafri Wasdar. (rul/*)