Tim Intelijen Kejaksaan Ringkus Buronan di Depok, Ini Dosa-dosanya

Tim kejaksaan meringkus Ade (baju biru kiri) di wilayah Depok (DepokToday.com)
Tim kejaksaan meringkus Ade (baju biru kiri) di wilayah Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Tim intelijen gabungan Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Negeri Depok berhasil meringkus seorang wanita yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Wanita yang diketahui bernama Ade Ohoiwutun (51 tahun) ini adalah pensiunan PNS. Ia dijerat kasus pidana karena dianggap melakukan korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 3.145.781.708,57.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andirio Rahmat mengungkapkan, terpidana itu melakukan aksinya tidak sendiri. Ia dibantu oleh M. Kabalmay, yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Tual, Maluku.

Sedangkan Ade Ohoiwutun tadinya adalah bendahara pengeluaran pada Sekretariat Kota Tual.

“Jadi yang bersangkutan ini telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi dan telah menimbulkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara dalam hal ini Pemerintah Kota Tual sebesar Rp 3.145.781.708,57,” katanya pada Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Tidak Berlaku untuk Motor, Ini Skenario di Balik Ganjil Genap Margonda

Ade Ohoiwutun diringkus tim Intelijen Kejaksaan di tempat persembunyiannya, di wilayah Cilodong, Depok, sekira pukul 15:30 WIB.

Penangkapan ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 834 K/Pid.Sus/2017 Tanggal 20 Februari 2018.

“Ade Ohoiwutun terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi Pengadaan Makan Minum DPRD Tahun Anggaran 2010,” jelasnya.

Diringkus Tim Intelijen Kejaksaan, Ini Jeratan Hukum Ade

Atas perbuatannya itu, ia dijatuhkan sanksi pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan enam bulan.

Kemudian, menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 787 juta. Jika uang pengganti tidak dibayar paling lama satu bulan setelah putusan maka harta bendanya disita oleh jaksa dan di lelang.

Apabila tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama tiga tahun. (rul/*)