Tim Akar Rumput Tidak Setuju Usulan Ekspor Ganja

Suryadi Boges.(Foto: Istimewa)

BEJI-Relawan Tim Akar Rumput tidak setuju dengan usulan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rafly Kande, tentang ekspor ganja.

“Kami enggak setuju kalau ganja di ekspor ke luar negeri, emang Indonesia tidak ada Sumber Daya Alam yang lain apa,” sebut Koordinator Relawan Tim Akar Rumput, Suryadi Boges, Sabtu (8/2/2020).

Dia menolak usulan PKS tersebut, karena saat ini Pemerintah Indonesia yang dipimpin Joko Widodo sedang memerangi narkoba.

“Sebetulnya kita masih bisa untuk meningkatkan ekspor kita di bidang lain yang tidak jadi kontroversi atau tidak jadi masalah,” katanya.

Boges menyebut, banyak komoditas Indonesia yang bisa ekspor, tergantung bagaimana kementerian untuk secara kreatif meningkatkan komoditas ekspor. “Banyak banget, bukan impor melulu,” ujarnya.

Menurut dia, jika ganja dilegalkan untuk komuditas ekspor, nanti siapa yang mengawasi tentang penyalahgunaannya.

“Terus gimana dengan kinerja kepolisian yang gencar memerangi narkoba, seperti peredaran ganja,” jelasnya.

Dia menilai jika ganja di ekspor bisa rusak tatanan bangsa dan merusak serta membunuh generasi penerus bangsa.

“Ganja sebagai komoditas ekspor berpotensi buruk bagi Indonesia. Apabila ganja diperdagangkan bisa saja produk-produk ganja dalam bentuk lain justru masuk ke Indonesia,” tuturnya.

“Nanti baliknya lagi (ke Indonesia) dalam produk lebih canggih, lagi lebih murni lagi, nah ini yang dipertaruhkan masa depan bangsa kita,” tambahnya.

Boges menyebut, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tegas melarang ganja dan mengkategorikannya sebagai narkotika golongan 1 atau dilarang untuk pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Anggota Fraksi PKS DPR RI, Rafli Kande, menarik usulannya soal ganja menjadi komoditas ekspor. Rafli menarik usulannya soal ganja menjadi komoditas ekspor itu usai mendapat kritik dari fraksi PKS sendiri.

Rafli menyampaikan usulan itu saat rapat Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

Awalnya, politikus dari daerah asal pemilihan Aceh itu bicara soal koordinasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar hasil pertanian daerah dijamin bisa dipasarkan.

Salah satu yang dipaparkan Rafli dalam pernyataannya adalah ganja. Tanaman ini menurutnya bisa digunakan sebagai obat. Terlebih lagi ganja bisa tumbuh mudah di Aceh.

“Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus,” kata Rafli dalam rapat Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (30/1/2020), seperti dilansir detik.com.

Rafli juga memaparkan soal pemanfaatan tanaman ganja untuk medis di sejumlah negara maju. Dia mengatakan, di negara maju ganja sudah diakui sebagai tanaman medis, sedangkan di RI masih terbentur dengan UU yang berlaku.(aji/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here