Tilang Elektronik Margonda Rekam 120 Pelanggar, Mayoritas Plat Kuning

DEPOK- Sebanyak 120 kendaraan terdeteksi melakukan pelanggaran sejak sepekan diberlakukannya sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), di Jalan Margonda, Depok.

“Jumlah pelanggaran yang terkonfirmasi sekarang sudah 120 pelanggaran dan mungkin akan bertambah lagi sampai nanti malam,” ucap Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Reza Hafiz Gumilang, Rabu 31 Maret 2021

Baca Juga: Nekat Parkir Liar di Margonda, Ini Resikonya  

Rata-rata, jenis pelanggaran didominasi tidak menggunakan sabuk pengaman. Dan kebanyakan, adalah kendaraan umum.

“Pribadi dan plat kuning. Tapi sampai saat ini masih didominasi plat kuning untuk penggunaan safety belt,” katanya

Namun demikian, Reza mengaku belum bisa merinci secara detail berapa banyak kendaraan umum yang ditindak.

“Kalau detail angka pastinya belum bisa memberikan secara fix tapi perkiraan untuk presentasenya sekitar 60-an persen itu plat kuning. Ada angkot, ada taksi,” tuturnya

Dari pantauan sementara, kata Reza, pelanggaran ditemukan paling rawan terjadi pada saat jam berangkat dan pulang kerja.

“Dominasi seperti itu, pagi dan sore hari. Siang bukan agak turun, tapi sangat banyak capture pelanggaran itu pagi dan sore hari,” tuturnya

Ia menambahkan, surat tilang terkait denda telah dilayangkan ke alamat yang tertera pada surat-surat kendaraan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satlantas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi M Indra Waspada menuturkan, untuk saat ini kamera E-TLE terpasang satu titik di Jalan Margonda.

“Untuk sementara ini di wilayah hukum Polres Metro Depok baru ada satu titik kamera, ya itu di JPO (Jembatan Penyeberang Orang) depan kantor wali kota,” katanya saat meresmikan program E-TLE pada Rabu 24 Maret 2021.

Andi menjelaskan, adapun target penindakan sasarannya adalah penggunaan sabuk pengaman dan larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

“Pelanggarannya sendiri bertahap yaitu pertama pelanggaran penggunaan sabuk keselamatan dan menggunakan handphone pada saat berkendara.”

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan sistem dengan target pelanggar yang tidak menggunakan helm. (rul/*)