Tiga ABG Depok Jadi Tersangka Bisnis Esek-esek Apartemen

0
228
Polisi ungkap kasus prostitusi di apartemen (DepokToday, Rul)

MARGONDA- Polisi akhirnya menetapkan tiga pria sebagai tersangka atas kasus prostitusi terselubung yang melibatkan dua gadis dibawah umur, di salah satu apartemen di wilayah Margonda, Depok, Jawa Barat. Ironisnya, ketiga pelakunya pun ternyata masih berusia remaja, alias anak baru gede (ABG).

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, mereka masing-masing berinisial MPR (19 tahun), AR (17 tahun) dan BS (17 tahun).

“Ketiganya terbukti memperjual belikan atau menjajakan seseorang untuk keuntungan pribadi dengan modus prostitusi,” katanya Selasa 28 Januari 2020.

Pada penyidik ketiganya mengaku, menjajakan korban dengan cara online melalui sebuah aplikasi yang dapat diakses melalui smart phone. Korbannya, AP (16 tahun) dan ZF (16 tahun) dijajakan dengan tarif Rp 450 ribu sampai dengan Rp 1 juta untuk sekali kencan.

“Dari pengakuannya itu termasuk sewa kamar apartemen. Dan dari hasil interogasi sementara, tarif  terkecil itu Rp 450 sedangkan yang terbesarnya itu bisa sampai Rp 1 juta,” jelas Azis

Untuk diketahui, kasus ini terungkap dari adanya laporan anak hilang pada Sabtu, 25 Januari 2020. Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, korban rupanya sedang berada di apartemen Saladin, kawasan Jalan Margonda.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, pasukan khusus perlindungan perempuan dan anak, Tim Srikandi Polres Metro Depok langsung bertindak cepat hingga akhirnya berhasil mengamankan para korban berikut para pelakunya, pada Minggu malam 26 Januari 2020.

“Jadi ini berawal dari seorang ibu yang melaporkan putrinya hilang sejak 2 Januari 2020 lalu namun baru dilaporkan ke kami pada 25 Januari 2020. Dari situ kami dalami ternyata ada perbuatan tindak pidana tentang perdagangan orang dimana anak yang hilang tadi dieksploitasi secara ekonomi maupun seksual artinya dijajakan sebagai pekerja seks komersial.”

Atas perbuatannya itu ketiga tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Ancaman kurungan penjara 10 tahun dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia, ancamannya maksimal 15 tahun. Saat ini kasusnya akan terus kami dalami,” kata Azis. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here