Tidak Hanya SMK, Sarjana Juga Banyak yang Nganggur

H. Acep Azhari.(Foto: Istimewa)

LIMO-Pengangguran di Kota Depok tidak hanya booming di tingkat lulusan SMK saja. Lulusan sarjana pun kini banyak yang belum mendapat pekerjaan alias menganggur.

“Booming pengangguran kebanyakan tidak hanya di SMK saja, tapi juga sarjana,” beber Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok, H. Acep Azhari, kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Diakuinya, hingga kini masalah pengangguran di Depok masih belum terselesaikan. Ditambah lagi, lanjut Acep, Depok juga punya masalah lainnya seperti anak jalanan dan kemiskinan.

“Dengan banyaknya pengangguran di Kota Depok perlu adanya intervensi dari Pemkot Depok. Pasalnya, berdasarkan data dari BPS Kota Depok ada 70 ribu pengangguran,” katanya.

“Pemkot Depok harus membuka lahan pekerjaan dan terobosan baru. Tentunya, dengan perencanaan, terstruktur dan terukur,” Acep menambahkan.

Meski begitu, dirinya tidak kehabisan akal dalam penanganan pengangguran. Salah satunya, dengan penguatan pada sektor kewirausahaan karena jumlah pelaku UMKM di Depok ada 160 ribu.

“Kalau mendapatkan pendampingan seperti modal, kemasan atau tampilan, pemasaran, perlindungan, maka tidak menutup kemungkinan bisa menjadi salah solusi terbaik atasi pengangguran. Kondisi seperti ini butuh sentuhan dari Pemerintah. Untuk itu, pemimpin periode berikutnya harus mengerti dan paham interpreuner. Tentunya, memiliki kecakapan dalam birokrasi, leadership, dan butuh kecerdasan dalam eksekusi,” tandasnya.

Pemkot Depok sendiri setiap tahun mengagendakan bursa kerja bagi pencari lowongan pekerjaan. Meski ribuan pencari kerja mendaftarkan diri, namun secara terbuka belum diketahui secara pasti jumlah serapan tenaga kerja dari acara tersebut.

(ahi)