Tidak Diizinkan Pemkot Depok Main di Alun-alun, Turnamen Basket ini Ditunda

Surat tidak diakomodirnya penggunaan Alun-alun Kota Depok untuk pelaksanaan Turnamen Maspolin.(DepokToday/Dbr)

PANCORAN MAS-Turnamen Maspolin 3×3 Competition Depok 2020 yang rencananya berlangsung di lapangan basket Alun-alun Kota Depok, kawasan Grand Depok City (GDC), pada tanggal 13-15 Maret 2020, ditunda.

Ini terjadi setelah panitia pelaksana kompetisi mendapat surat jawaban yang tidak menggembirakan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Surat yang ditandatangani Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, tanggal 10 Februari 2020, itu menolak pengajuan izin panitia turnamen Maspolin 3×3 Competition Depok 2020 yang akan mengadakan acara di Alun-alun Kota Depok.

Ety, dalam surat itu, mengungkapkan tiga alasan mengapa instansinya menolak permohonan izin panitia pelaksana turnamen.

Pertama, pada waktu akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu) intensitas penggunaan kawasan oleh warga sangat tinggi, penggunaan fasilitas masih diprioritaskan untuk masyarakat umum.

Kedua, seluruh kawasan alun-alun masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana pembangunan.

Ketiga, pengelola kawasan alun-alun baru dapat mengakomodir event atau kegiatan yang diselenggarakan oleh dan/atau inisiasi pemerintah.

Menanggapi surat tersebut, Ketua Umum Maspolin, S Stanley Sumampouw, sangat menyayangkan sikap Pemkot Depok.

Menurutnya, alun-alun dibangun beserta fasilitasnya memang diperuntukan kegiatan masyarakat.

“Kalau hanya diprioritaskan untuk masyarakat yang berkunjung atau sedang masa pemeliharaan dan even diperbolehkan atau diizinkan yang diinisiasi pemerintah, sangat aneh,” katanya.

“Memangnya panitia Basket 3×3 bukan masyarakat Depok, yang dipakai kan lokasi basket dan padepokan, bukan taman yang akan dinjak-injak oleh pemain basket,” tandasnya.(dbr)