Terungkap, Ini yang Bikin Siti Fadilah Dimusuhi WHO HIngga Masuk Bui

Mantan Menkes, Siti Fadilah Supari. (Istimewa)
Mantan Menkes, Siti Fadilah Supari. (Istimewa)

DEPOK- Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari kembali jadi sorotan publik. Itu lantaran ia memberberkan sejumlah pengakuan yang membuat dirinya dimusuhi organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, hal itu terjadi ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI.

Siti Fadilah Supari mengaku sangat dibenci dan dimusuhi oleh WHO ketika itu, karena dianggap menggagalkan masuknya vaksin flu burung untuk Indonesia.

Ia mengklaim telah berhasil mengungkap kalau flu burung tak sebahaya yang dinarasikan.

Bahkan, Siti membantah pernyataan WHO yang menyebut bahwa virus flu burung dapat menular.

Siti Fadilah tak main-main, karena memiliki bukti dan penelitian kuat. Dari sana ia mengaku telah berhasil melakukan reformasi WHO.

“Iya, karena WHO berhasil kita reformasi. Yang tadinya saya pandang bahwa WHO tidak adil terhadap negara-negara yang berkembang seperti kita, saya reformasi bahwa kita mempunyai kedudukan yang sama,” katanya dikutip Senin 19 Juli 2021.

Kala itu, ungkap Siti, Indonesia disebutkan akan jadi epicentrum flu burung. Dari sanalah ia kemudian berteriak lantang ketika WHO membawa 10 ahlinya dan memaksa Siti Fadilah menerima kalau flu burung bisa menular dari satu manusia ke manusia lain.

“Saya punya buktinya, virus tidak berkembang, lalu kenapa (WHO) Anda bilang menular. Itu prestasi saya, di belakang saya ada 128 negara untuk melawan WHO untuk reformasi. Kenapa saya berani, karena saya jadi saksi melihat ketidakadilan di dalam aturan yang ada,” tegasnya.

“Di mana, itu menyebabkan kami sebagai negara ketiga sangat mudah mendapatkan pandemi,” sambungya.

Dampak Besar Siti Fadilah Lawan WHO

Tak hanya flu burung, Siti Fadilah juga mengklaim berhasil menangkal masuknya flu babi yang juga dinarasikan buruk oleh WHO.

Tetapi, dia tak menyangka, kegigihannya melawan WHO ketika itu, berbuah buruk.

Dirinya harus menerima fakta diskenariokan terbelit kasus korupsi Rp 6 miliar.

“Saya dikriminalisasi, akhirnya saya masuk penjara. Ternyata memang saya lawan kekuatan yang sangat luar biasa. Ternyata lawan itu kuat sekali, dan ada akibatnya untuk yang melawan,” katanya.

Baca Juga: Lolos dari Maut, Abu Janda Sebut Para Nakes Jihadis Sejati

Siti Fadilah sendiri mengamuk pada WHO ketika itu karena akan ada efek buruk yang harus diterima negara jika Indonesia menjadi epicentrum flu burung.

Pertama reputasi Indonesia sebagai sebuah negara. Kedua Indonesia harus menerima konsekuensi diembargo oleh sejumlah negara.

Untuk kasus saat ini, sejumlah negara bahkan sudah mulai melakukan itu kepada Indonesia.

Mulai dari Jepang dan Arab yang mulai mengevakuasi warganya dari Indonesia karena kasus COVID yang menggila. Dan dalam waktu dekat juga akan dilakukan Amerika Serikat.

“Kalau diembargo kita kehilangan kedaulatan, bergaining power kita hilang, jangan sampai.” (rul/*)