Terungkap, Ini yang Bikin Pasukan Taliban Sulit Ditaklukan

Pasukan Taliban di Afghanistan (Istimewa)
Pasukan Taliban di Afghanistan (Istimewa)

DepokToday- Pasukan Taliban akhirnya berhasil memukul mundur tentara asing yang dipimpin Amerika dari Afghanistan. Tak hanya itu, Taliban juga berhasil menguasai sejumlah kota dan fasilitas mewah di negara tersebut.

Lantas, mengapa militer sekuat mereka tak mampu menaklukan Taliban?

Disitat dari BBC, pada Senin 16 Agustus 2021, Taliban sudah berhasil menaklukan 23 Ibu Kota provinsi di Afghanistan.

Hebatnya, penaklukan tersebut rata-rata dilakukan tanpa suatu perlawanan. Pasukan Amerika Serikat yang pertama kali mendarat di Afghanistan pada 2001 lalu itu nyatanya tak mampu menghadapi bengisnya pasukan tersebut.

Bahkan, mereka akhirnya memilih angkat tangan usai banyak tentaranya tewas ‘cuma-cuma’ dan tak terlihat adanya hasil pasti.

Bukan hanya itu, menurut Brown University, Amerika Serikat menghabiskan dana sekira US$ 978 miliar atau Rp 14 kuadriliun untuk mendukung aksi pertempuran ini.

Itulah mengapa, ketimbang harus kehilangan lebih banyak pasukan dan anggaran, mereka akhirnya memutuskan angkat tangan.

Terbukti, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menetapkan tanggal simbolis, yakni pada 11 September 2021 sebagai batas akhir penarikan pasukan dari Afghanistan.

Pengakuan Amerika

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Biden agaknya menyadari kesalahan para pendahulunya yang tak mampu belajar banyak dari pasukan Uni Soviet pada tiga dekade lalu. Selain AS, Uni Soviet gagal taklukan Afghanistan.

Untuk diketahui, sebelum Amerika Serikat, Uni Soviet pernah melakukan penarikan terhadap pasukannya dari Afghanistan. Peristiwa itu terjadi pada Mei 1988 atau delapan tahun usai mereka berjibaku penuh darah di negara yang berbatasan dengan Pakistan tersebut.

Baca Juga: Begini Video Pasukan Taliban Kuasai Istana Presiden Afghanistan

Meski tak pernah dirilis secara resmi, namun sumber intelijen AS memastikan, lebih dari 15 ribu personel militer Uni Soviet tewas di Afghanistan.

Negara yang kini telah pecah tersebut juga mengalami kerugian finansial yang terbilang besar.

Pasukan Amerika (Istimewa)
Pasukan Amerika (Istimewa)

Bukan hanya itu, sebanyak 45 pesawat terbang, 147 tank, 1.314 kendaraan lapis baja, 433 senjata artileri, dan 11.369 tank milik pasukan Uni Soviet juga dilaporkan hilang.

Itulah mengapa, sama halnya seperti AS, mereka akhir memutuskan kembali ke negaranya.

Dua fenomena internasional tersebut kemudian melahirkan satu pertanyaan besar, yakni mengapa Afghanistan seakan sulit sekali ditaklukan?

Alasan Pasukan Taliban Sulit Ditaklukan

Dilansir dari Intisari, sejak zaman dulu, Afghanistan memang sulit ditaklukan kerajaan manapun.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat mereka mendapat julukan mengerikan, yakni Kuburan Kerajaan.

Pemicunya tidak lain adalah bentang alam alias medan Afghanistan yang membuat lawan kesulitan. Jika di Vietnam ada rawa-rawa, maka di Afghanistan ada gurun raksasa yang dikelilingi beberapa puncak tertinggi di dunia.

Ketika pasukan Taliban di zaman AS atau Mujahidin di zaman Uni Soviet berada di kota, mereka memang bisa dengan mudah disingkirkan.

Namun, bukan berarti mereka lenyap begitu saja. Mereka justru menghilang di pegunungan sambil sesekali melancarkan serangan. Bahkan, beberapa dari mereka sanggup berdiam diri lama demi mengumpulkan kekuatan mereka.

Pemicu lainnya ialah identitas penduduk Afghanistan yang sangat beragam yang justru tidak pernah bisa benar-benar bersatu.

Alhasil, ketika AS atau Uni Soviet berhasil menjalin kerja sama dengan satu kelompok, maka kelompok lain akan secara otomatis bersikap sebagai musuh.

Syahdan, ketika dua raksasa ini angkat kaki dari Afghanistan, kelompok-kelompok ini akan sangat mungkin untuk bertempur lagi dalam perang saudara. (rul/*)