Terungkap, Ini Sosok Residivis yang Pasok Sabu ke Kepala Rutan Depok

Ilustrasi pengungkapan narkoba jenis sabu (Istimewa)
Ilustrasi pengungkapan narkoba jenis sabu (Istimewa)

DEPOK- Kepala Rumah Tahanan Negara atau Rutan, Kelas I Depok, Anton, dikabarkan ditangkap polisi atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Ia diringkus di sebuah kamar kos, di kawasan Jakarta Barat.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, Anton dibekuk di salah satu kamar kos di wilayah Slipi, Jakarta Barat sekira pukul 03:30 WIB pada Jumat 25 Juni 2021.

“Barang bukti yang diamankan dari tsk A adalah 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,52 gram, 1 buah alat hisap narkotika jenis sabu berupa cangklong dan bong bekas sisa pakai, 4 butir obat aprazolam dan 1 unit handphone,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ronaldo Maradona dikutip pada Senin 19 Juli 2021.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rutan Depok itu mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka berinisial M, yang juga telah diamankan pada Senin 28 Juni 2021.

“Tersangka A mengenal tersangka M sejak tahun 2009 saat tersangka M menjadi napi di Lapas tempat tersangka A bekerja,” bebernya.

Jeratan Kepala Rutan Depok

Polisi mengatakan, hasil cek urine yang dilakukan terhadap tersangka A yaitu positif mengandung narkotika jenis amphetamine, methamphetamine dan benzo. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut.

Oknum pegawai Rutan Depok berinisial A itu kini telah dilakukan penahanan sejak 28 Juni 2021.

Dalam penanganan perkara ini Satresnarkoba Polrestro Jakbar juga telah berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Ditjen Lapas.

Baca Juga: Terjerat Narkoba, Ini yang Disita Polisi dari Kepala Rutan Depok

Perkembangan saat ini penyidik telah melengkapi dan mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat

Atas perbuatanya itu, A dikenakan Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (rul/*)