Terungkap, Ini Penyebab Ribuan Warga Depok Belum Miliki E-KTP

Ilustrasi E-KTP (istimewa)

BALAIKOTA– Sekira 80 ribu warga Kota Depok, Jawa Barat yang telah melakukan perekaman sampai saat ini belum memiliki Kartu tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP. Kondisi ini terjadi akibat ketidak tersediaan blanko sejak empat bulan terakhir.

“Iya, terkait blangko E-KTP Pemerintah Kota Depok selalu menjadi bamber,” kata  Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Selasa 5 November 2019

Terkait hal itu, Idris menyarankan agar Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri segera melakukan evaluasi dengan melebihkan anggaran blangko E-KTP agar pemerintah daerah tidak mengalami masalah tersebut.

“Tolong diberikan kesempatan untuk penganggaran di pusat dilebihkan. Penduduk Indonesia luar biasa banyak, kalau bisa jangan dipas-paskan lah anggaran blanko E-KTP,” katanya

Selain merugikan masyarakat, kondisi ini juga berdampak pada kiner Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

“Jujur dengan kondisi seperti ini sering kelabakan kita pemerintah daerah,” keluh Idris

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Depok Misbahul Munir mengaku blangko E-KTP di Depok sudah empat bulan kosong di setiap kantor kelurahan.

Berdasarkan informasi yang ia terima, blanko di Kemendagri masih dalam proses lelang dan kosong.

“Blangko E-KTP kosong di Depok sudah empat bulan terakhir. Memang di Kemendagri lagi kosong blankonya,” kata dia

Disdukcapil Depok, lanjut Munir, dalam hal ini hanya bisa menunggu pemberian blanko dari Kemendagri sebagai pemberi kewenangan.

“Kami cuma merekam dan mencetak. Sedangkan urusan dengan blanko tanggung jawab Kemendagri. Saat ini proses pengadaan disana. Kebutuhan kita saat ini sekira 80 ribu warga Depok yang belum dicetak E-KTP.”

Akibat kondisi itu, Disdukcapil hanya bisa memberikan surat keterangan (suket) bagi warga yang sudah merekam dan belum mendapatkan E-KTP.

“Surat keterangan kita kasih sebagai penganti. Di awal tahun 2020 kami prediksi sudah bisa dicetak sesuai dengan kebutuhan pencetakan blanko. Kondisi ini bukan hanya Depok saja,” katanya (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here