Terungkap, Ini Alasan Gerindra Usung Pradi di Pilkada Depok

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat menghadiri rapat konsolidasi di Depok (Istimewa)

BEJI– Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani menegaskan, pihaknya telah mewakafkan Pradi Supriatna, salah satu kader terbaik Gerindra untuk maju sebagai calon Wali Kota Depok, bersama Afifah Alia, sebagai calon wakil-nya.

Muzani mengungkapkan, Pradi dipilih karena dipercaya mampu mengatasi berbagai persoalan di Depok, yang merupakan salah satu kota strategis penyanggah Jakarta.

“Masyarakat Depok problemnya masih banyak. Kemiskinan ada, pengangguran banyak. Tugas seorang pemimpin, tugas seorang wali kota bagaimana mensejahterahkan rakyat,” katanya saat bertemu dengan sejumlah kader internal Gerindra di Depok, Jawa Barat pada Senin, 28 September 2020

Muzani menyebut, Pradi dan Afifah memiliki sepuluh program unggulan, antara lain memajukan bidang pendidikan terutama pendidikan agama, yakni salah satunya adalah keberadaan sekolah aliyah negeri.

“Ngakunya kota santri tapi pendidikan aliah negeri tidak ada. Ini berarti ada yang tidak beres mengurus Kota Depok,” tuturnya

Kemudian, Muzani juga sempat menyinggung masalah kesehatan yang menjadi salah satu program unggulan pasangan nomor urut satu tersebut.

“Orang Depok kalau sakit itu ditanya kartu BPJS-nya. Bagaimana, pendapatannya PAD (pendapatan asli daerah) gede, APBD-nya gede. Maka itu saya minta ke Pradi cukup tunjukan KTP (kartu tanda penduduk).”

Jadi, jelas Ahmad Muzani, kalau ada warga Depok yang ber-KTP Depok sakit, maka rumah sakit yang bayar tagihannya melalui dana pemerintah daerah. “Tugas wali kota pemimpin itu mempermudah masyarakat. Jangan mempersulit masyarakat.”

Dengan dua ide gagasan dari sekian banyak program yang pro rakyat dan akan dijalankan itulah, kata Ahmad Muzani, Gerindra dengan mantap mengusung Pradi dan Afifah

“Karena itu salah satu tanggungjawab kami menghadirkan pemimpin, menghadirkan wali kota yang mampu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pradi dan Bu Afifah kami pandang mampu menghadirkan kualitas pemimpin yang terbaik,” ujarnya

Menurutnya, itu adalah salah satu amal partai politik. “Ketika dapat menghadirkan pemimpin yang baik. Kalau Pak Pradi menjadi wali kota, masyarakat senang semua terlayani semua, usaha gampang, pendidian gampang, kesehatan gampang, kredit gampang, RT RW senyum terus. Maka yang diuntungkan masyarakat Depok, tapi itu akibat partai yang mengusung.”

Ia menambahkan “Maka amal kita sebagai Gerindra salah satu yang terpenting bagi bangsa negara adalah itu. Maka harapan saya, instruksi saya kepada pengurus anak ranting, kepada pengurus PAC tingkat kecamatan dan DPC wajib pada 9 Desember memenangkan Pradi-Afifah.”

Untuk diketahui, Pradi dan Afifah diusung oleh enam partai parlemen, yakni Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PAN dan PSI dengan perolehan 33 kursi di DPRD Depok. Gerbong yang disebut Koalisi Depok Bangkit ini diperkuat dengan hadirnya sejumlah partai non parlemen, seperti Hanura, PKPI, Partai Garuda, PBB, Nasdem dan Perindo.

Sedangkan PKS sebagai kubu petahana yang telah 15 tahun memimpin Kota Depok berkoalisi dengan PPP dan Demokrat yang memiliki 17 kursi di DPRD Depok. Koalisi Tertata Adil Sejahtera itu didukung satu partai non parlemen, yakni Partai Gelora untuk memenangkan pasangan Mohammad Idris dan Imam budi Hartono dari nomor urut dua. (riz/*)