Terpopuler DepokToday, 9 September 2021: Australia Benamkan Vietnam, Ultimatum Warga Sipil

Skor akhir pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Vietnam vs Australia.(Foto: Twitter/AFC)
Skor akhir pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Vietnam vs Australia.(Foto: Twitter/AFC)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Kamis pagi, 9 September 2021. Pertama dari pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Australia kontra Vietnam yang digelar di Stadion My Dinh pada Selasa 7 September 2021.

Pertandingan itu membuat posisi Australia kokoh dipuncak klasemen grup B setelah menjebol gawang Vietnam pada menit ke 43.

Selanjutnya, ketegangan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka dengan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia masih berlangsung. Bahkan secara terang-terangan keduanya akan melakukan kontak senjata terbuka dan meminta warga sipil setempat melakukan migrasi ketempat aman.

Ketiga, aksi heroik yang dilakukan seorang hansip menangkap dua pimpinan OPM patut diacungi jempol. Dengan tak sedikitpun rasa takut, sang hansip membawa serta juga senjata dan amunisi milik sang pimpinan OPM.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Kamis pagi:

1. Australia Benamkan Vietnam, Jepang Bangkit dari Kekalahan

Australia membenamkan Vietnam 1-0 pada laga kedua Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion My Dinh, Selasa 7 September 2021.

Gol di menit 43 yang dicetak Rhyan Grant menjadi pembuka sekaligus penutup di laga tersebut. Karena hingga pertandingan babak kedua berakhir, satu gol itu tidak bertambah.

Meski hanya menang tipis di kandang lawan, namun sangat berarti bagi Australia. Tambahan tiga poin dari Vietnam membuat posisi Australia kokoh di puncak klasemen sementara Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan enam poin.

Di pertandingan sebelumnya, Australia menghajar China PR dengan skor 3-0 di Khalifa International Stadium, Doha, Jumat 3 September 2021.

Jepang, yang kalah di pertandingan pembuka dari Oman 0-1, akhirnya bangkit di laga kedua. Jepang meraih tiga poin perdananya usai mengalahkan China PR dengan skor 1-0 di Khalifa International Stadium. Jepang memastikan kemenangannya melalui gol Yuya Osako di menit 40.

Dengan tiga poin, Jepang sementara menduduki peringkat keempat atau berada di bawah Oman (posisi tiga) dengan poin yang sama.

Oman gagal melanjutkan tren kemenangan saat menghadapi Arab Saudi. Laga yang dimainkan di Sultan Qaboos Sports Complex itu, Oman ditekuk Arab Saudi 0-1. Bagi Arab Saudi, kemenangan ini sangat penting bagi mereka untuk menyamakan poin Australia. Dengan poin enam dari dua kali bertanding, Arab Saudi bertengger di posisi kedua. Di laga sebelumnya kemenangan didapat Arab Saudi ketika melawan Vietnam. Arab Saudi sukses membekap Vietnam 3-1 di King Saud University Stadium.

2. Ultimatum Warga Sipil, OPM Jadikan Maybrat Lokasi Perang dengan TNI

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali menantang TNI-Polri untuk melakukan perang terbuka. Terkait hal itu, mereka pun mengimbau agar masyarakat sipil segera pergi dari Maybrat.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Ia meminta masyarakat sipil meninggalkan wilayah tersebut dan berpindah ke Kota Sorong.

“Kami berikan peringatan kepada masyarakat imigran, orang Indonesia yang ada di wilayah perang sekarang, di wilayah Kodap 4 Sorong untuk segera tinggalkan wilayah itu dan pindah ke Kota Sorong, wilayah itu perang tidak akan berhenti,” katanya dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu 8 September 2021.

Ilustrasi TPNPB OPM sedang diburu TNI di hutan Papua. (Istimewa)
Ilustrasi TPNPB OPM sedang diburu TNI di hutan Papua. (Istimewa)

Sebby mengingatkan, pihaknya akan semakin gencar melakukan perang dengan militer Indonesia. Ia mencontohkan, kontak senjata yang terjadi Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Maybarat, Papua Barat pada Minggu 5 September 2021.

Ia bahkan menegaskan, TPNPB-OPM bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan terhadap rombongan Komando Resor Militer (Korem) 181/Praja Vira Tama tersebut.

“Baku tembak kemarin di Maybrat, putus jembatan, lalu kubangan kayu itu dilakukan murni oleh pasukan TPNPB OPM,” katanya.

Dia mengklaim, upaya peperangan tersebut akan dilakukan terus menerus hingga mencapai kemerdekaan.

Sebelumnya, pasukan Satgas Yonif Para Raider 501/BY TNI terus menerabas masuk hutan Papua. Mereka memburu OPM atau kelompok separatis teroris (KST).

Aksi pengejaran TNI terhadap OPM semakin gencar usai serangan di posramil beberapa hari lalu. Dari pengejaran itu, dua terduga pelaku telah dibekuk.

Tak hanya itu, dalam waktu relatif singkat, pasukan elit TNI ini juga berhasil melucuti senjata kelompok separatis tersebut di Kampung Bugapa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, pada Sabtu 4 September 2021.

3. Bantu TNI, Hansip Ini Bikin Dua Komandan OPM Tak Berkutik

TNI hingga kini masih terus memburu pasukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Satu persatu dari pelaku gerakan separatis itu pun akhirnya berhasil ditangkap. Terbaru, yang berhasil membekuknya malah petugas hansip.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Kamis 9 September 2021, dilaporkan jajaran TNI dari Koramil Batom, Papua berhasil membekuk dua pasukan OPM dengan bantuan hansip.

Bahkan, senjata dari dua anggota OPM itu juga turut diamankan pada Selasa 7 September 2021.

Dikutip dari Infokomando, dua pasukan OPM itu yakni Yulian Urobmabin (33) warga Distrik Kiwirok dengan jabatan Kanit Intelijen Kodap dan Kapol Uropmabin (42) warga Distrik Kiwirok.

Hanship bantu tangkap OPM (Foto: Istimewa)

Setelah ditangkap dua pasukan OPM tersebut dibawa ke Desa Batom menggunakan dua perahu dengan jarak 7 kilometer.

Dari dua pasukan intelijen OPM itu, Koramil Batom berhasil mengamankan sejumlah senjata dan amunisi.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali menantang TNI-Polri untuk melakukan perang terbuka. Terkait hal itu, mereka pun mengimbau agar masyarakat sipil segera pergi dari Maybrat.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Ia meminta masyarakat sipil meninggalkan wilayah tersebut dan berpindah ke Kota Sorong.

“Kami berikan peringatan kepada masyarakat imigran, orang Indonesia yang ada di wilayah perang sekarang, di wilayah Kodap 4 Sorong untuk segera tinggalkan wilayah itu dan pindah ke Kota Sorong, wilayah itu perang tidak akan berhenti,” katanya dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu 8 September 2021.

Sebby mengingatkan, pihaknya akan semakin gencar melakukan perang dengan militer Indonesia. Ia mencontohkan, kontak senjata yang terjadi Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Maybarat, Papua Barat pada Minggu 5 September 2021.