Terpopuler DepokToday, 9 November 2021: OPM Ngadu ke PBB, Cara Cepat Bikin Perut Rata

Ilustrasi TPNPB OPM sedang diburu TNI di hutan Papua. (Istimewa)
Ilustrasi TPNPB OPM sedang diburu TNI di hutan Papua. (Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Selasa pagi, 9 November 2021. Pertama, perang yang berkecamuk di tanah Papua tidak sedikit menimbulkan korban baik dari kubu aparat Indonesia maupun OPM. Atas dasar itulah, OPM ngadu ke PBB karena banyak anggotanya yang tewas.

Terpopuler kedua, perut rata adalah idaman setiap orang, ikuti tips berikut untuk membantu mewujudkannya.

Selanjutnya, Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sindir utang Rp 1,5 triliun jelang pemilihan pucuk pimpinan TNI.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Selasa pagi:

1. Kesal Anggotanya Tewas Ditembak TNI-Polri, OPM Ngadu ke PBB

Juru Bicara Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB OPM, Sebby Sambom mengakui ada salah satu anggotanya yang tewas akibat baku tembak dengan TNI-Polri pada Jumat 5 November 2021.

Kontak senjata antara OPM dengan aparat terjadi sekira pukul 16:22 WIT.

Dilansir dari CNNIndonesia, anggota OPM yang tertembak bernama Oche Belau. Pihak OPM tak terima dengan kejadian itu. Menurut Sebby, kasus tersebut harus dibawa ke PBB.

Ia menilai, pasukan TNI-Polri menggunakan senjata canggih untuk menyerang pasukan OPM.

“Pasukan TPNPB tidak akan mundur dan tetap melawan kolonial TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya sampai Papua merdeka,” ujarnya dikutip pada Minggu 7 November 2021.

Aparat TNI-Polri kembali terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Distrik Sugapa, Intan Jaya Papua pada Jumat 5 November 2021.

Dari peristiwa ini, satu anggota OPM dilaporkan tewas dan dua anggota Polri terluka.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, kedua anggota Polri yang mengalami luka tembak itu telah dievakuasi ke Mimika pada Sabtu 6 November 2021.

Personil gabungan TNI/Polri yang ada di Sugapa Kabupaten Intan Jaya hingga saat ini masih melaksanakan penjagaan dan pengawasan dalam Kota Sugapa termasuk obyek vital Bandara Bilorai Kabupaten Intan Jaya.

“Situasi di Kabupaten Intan Jaya sampai saat ini aman terkendali,” kata Ahmad Mustofa Kamal dikutip pada Minggu 7 November 2021.

2. Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Bikin Perut Menjadi Rata Lebih Cepat

Usaha yang keras dibutuhkan untuk mendapat perut rata. Nah bagi seseorang yang memiliki perut gendut atau buncit, latihan dan memulai mengatur pola makan jadi keharusan tersendiri.

Tentunya ada yang bisa mencoba dengan diet ketat dan juga berolah raga. Namun, tidak semua orang punya waktu luang untuk berolahraga yang cukup. Melansir dari kompas.com,

Terdapat sejumlah kebiasaan makan yang dapat bantu perut rata. Tentu akan lebih baik jika diimbangi dengan melakukan latihan olahraga secara rutin.

Meskipun kita mungkin sudah tahu bahwa minum air dalam jumlah yang cukup baik untuk kesehatan, para ahli mengatakan bahwa kebiasaan ini membantu membuat perut rata.

“Minum air sebanyak setengah berat badan Anda dalam ons air setiap harinya,” ujar Samantha McKinney, RD, CPT, ahli diet terdaftar dan pelatih pribadi di Life Time.

“Air tidak hanya menghidrasi, mendetoksifikasi, dan meningkatkan energi, tetapi juga membantu Anda membatasi asupan soda pop, kopi manis, dan minuman manis lainnya secara alami,” tambahnya.

Walau begitu, jika kamu mengidap penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan pada dokter tentang jumlah asupan air yang tepat.

Ilustrasi perut rata. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perut rata. (Foto: Istimewa)

Meningkatkan asupan protein rupanya tidak hanya membuat kenyang lebih lama, namun dapat mempermudah kita mendapatkan perut rata yang selama ini kita idam-idamkan. Kita hanya perlu mengganti makanan yang kurang menyehatkan dengan yang lebih baik.

McKinney menyarankan agar kita mengonsumsi satu gram protein per pon berat badan ideal sepanjang harinya dari makanan dan camilan yang kita makan.

“Mendapatkan cukup protein secara alami membantu menstabilkan gula darah dan insulin serta membantu membunuh keinginan untuk makan makanan olahan karena sangat mengenyangkan,” ujarnya.

Mungkin, kita sudah mengonsumsi cukup banyak sayuran. Namun, McKinney berpendapat bahwa untuk mendapatkan perut rata dan membentuknya, kita mungkin perlu meningkatkan asupan sayuran secara signifikan.

Porsi yang dianjurkan adalah lima hingga tujuh cangkir sayuran non-tepung setiap harinya.

“Sayuran menawarkan berbagai vitamin, mineral, dan fitonutrien, sekaligus memberikan serat penghilang rasa lapar yang membantu menyeimbangkan hormon dan mengatur nafsu makan Anda,” jelas McKinney.

Saat sibuk, terkadang kita berusaha melahap makanan dengan cepat. Padahal, meluangkan lebih banyak waktu untuk menikmati makanan dapat membantu kita meratakan perut.

“Ada dua penyebab utama gas dan kembung: menelan udara dan karbohidrat,” jelas Trista Best, MPH, RD, LD, ahli diet terdaftar di Balance One Supplements.

“Makan terlalu cepat dapat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara dari biasanya dan menyebabkan kembung,” tambahnya.

3. Jelang Pergantian Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Bahas Utang Rp 1,5 Triliun

Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaku punya pengalaman yang tak terlupakan ketika diganti oleh Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah ketika dia menagih utang soal kewajiban pemerintah pada TNI sebesar Rp 1,5 triliun.

Melansir Hops.id jaringan Depoktoday.com, momen itu diungkapkan Gatot ketika dirinya tahu Presiden Jokowi mengirimkan surat calon tunggal Marsekal Hadi ke DPR sebagai pengganti dirinya.

Menurut dia, ketika menagih utang tersebut saksinya adalah Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Gatot Nurmantyo menceritakan soal dia menagih utang pemerintah pada Presiden Jokowi kepada TNI itu dalam sebuah wawancara khusus majalan Forum Keadilan edisi Oktober 2021.

Mantan Pangkostrad itu mengatakan, langsung saja nembak Jokowi agar pemerintah menyelesaikan utang tersebut begitu dia tahu Presiden mengajukan Marsekal Hadi sebagai calon Panglima TNI.

Menurutnya, kalau tidak segera dilunasi, maka TNI akan kekurangan anggaran. Dia mengatakan pertemuan di Istana Bogor itu ada kok saksinya yakni Jusuf Kalla atau yang populer disapa JK.

“Ada Pak JK di situ. Saya sampaikan Pak Presiden saya berterima sudah diberi kesempatan sebagai Panglima TNI selama dua tahu lebih dan bapak sudah mengajukan Pak Hadi sebagai pengganti saya,” katanya dikutip pada Senin 8 November 2021.

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

“Saya hanya menyampaikan bahwa pemerintah berutang kepada TNI 1,5 triliun. Mohon dilengkapi kalau tidak, ada anggaran-anggaran yang terpakai untuk ini,” sambung Gatot mengenang momen tersebut.

Dia menjelaskan, utang tersebut adalah untuk membiayai operasional Operasi Penyekatan Marawi. Gatot menyebut, operasi ini mencegah pelarian dari Filipina Selatan masuk ke Indonesia.

Nah selain menagih hutang triliunan itu, Gatot waktu minta kepada Presiden Jokowi untuk segera saja melantik Marsekal Hadi sebagai Panglima.

Ia mengaku tak ingin lama-lama pelantikan Panglima TNI penggantinya. Sebab belajar dari pengalaman dia saat menggantikan Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI, proses serah terima jabatan dari Jenderal Moeldoko kepadanya itu molor hampir sebulan.

Makanya kata Gatot, dia langsung saja serah terima jabatan Panglima TNI ke Marsekal Hadi. Jadi Marsekal Hadi dilantik oleh Presiden Jokowi pada Jumat 8 Desember 2017 dan pagi harinya Gatot putuskan serah terima jabatan.

Pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83 TNI Tahun 2017, tanggal 8 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia.

Dilanjutkan penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Kini, Marsekal Hadi tak lama lagi akan masuk masa pensiun dan calon tunggal penggantinya adalah Jetnderal Andika Perkasa dari TNI AD.