Terpopuler DepokToday, 8 Oktober 2021: Kisah Aziz Jawara Depok, China Sesumbar Perang Dunia Ketiga

Hendrik Tangke Allo bersama Ajazih Aziz (kanan). (Foto: HTA Channel)
Hendrik Tangke Allo bersama Ajazih Aziz (kanan). (Foto: HTA Channel)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Jumat pagi, 8 Oktober 2021. Pertama, pengakuan Ajazih Aziz seorang jawara Depok yang pernah dibayar Rp 15 juta untuk berkelahi selama 5 menit.

Terpopuler kedua, China mengklaim perang dunia ketiga bisa terjadi kapan saja. Hal itu ditengarai aksi militer negeri tirai bambu itu ke kawasan Taiwan turut dibacking-in oleh Amerika Serikat.

Selanjutnya, alsan tuyul tidak mau ambil uang di bank menjadi perbincangan banyak orang.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Jumat pagi:

1. Kisah Bang Aziz, Jawara Depok yang Dibayar Rp 15 Juta untuk Berantem 5 menit

Jika sebutan preman kerap diidentikan dengan dunia kejahatan, namun hal itu tidak demikian bagi seorang Ajazih Aziz. Pria bertubuh kekar yang dikenal sebagai jawara Depok itu justru sebaliknya.

Lantas siapakah sosok yang akrab disapa Bang Aziz ini. Ia adalah Ketua Forkabi Kota Depok. Sebagai seorang jawara, Aziz tentu tak lepas dari sederet pengalaman di dunia hitam.

Rupanya, bakat adu jotosnya itu telah dimulai sejak masih kanak-kanak. Maka tak heran jika di usia remaja Aziz sudah dipercaya sebagai penjaga pasar dan stasiun di sekitaran tempat tinggalnya di wilayah Citayam, Depok.

Meski identik dengan perkelahian, namun rupanya Bang Aziz sejak dulu sering berbagi, terutama pada mereka yang membutuhkan.

“Dari kecil saya kerja, tapi saya sering berbagi. Saya paling nggak tega ngeliat anak-anak susah. Usia saya waktu itu 14-15 tahun. Makanya saya nggak suka kalau ada orang malam-malam bawa anak kecil buat ngemis,” katanya saat tampil di HTA Channel dan dikutip DepokToday.com pada Rabu 6 Oktober 2021.

Meski sejak remaja sudah akrab dengan kekerasan fisik. Namun demikian, Aziz tak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

“Usia remaja sudah nguasai terminal. Zaman itu kan masih sangat susah. Kan kerja saya malam, jam 2 pagi sudah di stasiun. Paginya sekolah. Meski dunia saya keras, saya masih fokus untuk sekolah. Saya ngumpulin duit dari situ (jaga pasar dan stasiun) buat nyantunin anak yatim.”

Usut punya usut, rupanya Ajazih Aziz memiliki kedekatan dengan Hercules, mantan preman yang cukup disegani di negeri ini. Keduanya bersahabat sejak dulu dan bahkan mereka sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, utamanya santunan anak yatim.

“Saya kenal dekat sama Hercules, waktu santunan juga dia ikut. Saya banyak belajar sama dia,” katanya dalam video berjudul Sang Jawara jadi DKM Masjid itu.

“Dari remaja sudah begitu (berantem terus). Dulu single fighter. Saya sama Hercules bisa dibilang satu badan, satu sakit semua sakit,” sambungnya.

Ketika masih duduk di bangku SMP, Aziz hampir setiap harinya terlibat perkelahian. Karena dianggap sering buat masalah, maka ia dan tiga temannya punya julukan RJB alias raja badung.

Di balik sederet kisah kelam itu, Bang Aziz mengaku ada satu cerita yang cukup membekas dibenaknya. Ia pernah disuruh berantem 5 menit dengan bayaran Rp 15 juta saat masih muda dulu.

“Saya dibayar buat berantem 5 menit. Dibayar Rp 15 juta. Dibacokinnya sampai setengah jam. Cape juga waktu itu,” ujarnya.

Tapi ajaibnya, pria yang telah memiliki cucu itu nyatanya hingga kini masih sehat.

Namun kini semua itu tinggal cerita. Aziz sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah. Ia bahkan saat ini dipercaya sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM di Kota Depok.

Tak hanya itu, Aziz bahkan mengaku dirinya telah seringkali mengajak anak buahnya untuk berangkat umroh.

“Sekarang saya berangkatin umroh semua anak buah. Yang tadinya tukang mabuk setelah pulang umroh jadi berubah. Sekarag mereka minimal kalau lihat masjid nggak cuek lagi, ada rem.”

Aziz mengaku ada sekira 20 pengikutnya yang sudah pernah beribadah di tanah suci Mekah.

“Sekarang target saya ada sekitar 7 DKM masjid yang ingin saya berangkatkan umroh ke tanah suci,” ujarnya.

Selain memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, pria berambut gondrong itu juga punya tujuan yang cukup mulia. Ia ingin Kota Depok kondusif, dan tak membeda-bedakan golongan.

“Saya inginnya semua bersatu. Saya ingin merangkul semua biar Kota Depok kondusif,” ujarnya.

“Sekarang nggak boleh ada preman mungutin pungli di pasar. Tukang dagang hanya boleh sumbang sukarela untuk santunan rutin di Pasar Citayam. Jadi dari dia untuk dia. Nggak ada lagi preman-preman di sana,” timpalnya lagi.

2. Makin Ngeri, China Sesumbar Perang Dunia Ketiga Bisa Kapan Saja

Baru-baru ini China telah mengerahkan ratusan pesawat tempur ke wilayah udara Taiwan. Gebrakan ini semakin menegaskan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan negeri tirai bambu itu memang semakin memanas.

Bahkan, China telah mengumandangkan sinyal bahwa perang dunia ketiga bisa terjadi kapan saja.

Dilansir Kompas, sebuah artikel di surat kabar Global Times yang didukung pemerintah China pada Selasa 5 Okiober 2021 mengatakan, bahwa “kolusi” antara Amerika Serikat (AS) dan Taiwan begitu berani, sehingga situasinya “hampir tak memberi ruang untuk bermanuver, mengarah ke tepi pertarungan.”

Tentara China (Foto: Istimewa)
Tentara China (Foto: Istimewa)

Tulisan itu seolah menegaskan bahwa orang-orang China siap untuk mendukung perang habis-habisan dengan Amerika Serikat, dan memperingatkan Taiwan agar tidak “bermain api”, menurut laporan Daily Mail pada Rabu 6 Oktober 2021.

Menurut catatan Kompas, sekira150 pesawat tempur China menembus wilayah udara Taiwan sejak Jumat 1 Oktober 2021, termasuk 56 jet pada Senin 4 Oktober 2021, dalam eskalasi dramatis agresi China terhadap pulau demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri.

Terkait hal itu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping tentang Taiwan. Keduanya disebut-sebut setuju untuk mematuhi perjanjian Taiwan seiring peningkatan ketegangan yang terus berlanjut antara Taipei dan Beijing.

“Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan. Kami setuju, kami akan mematuhi perjanjian Taiwan,” ucap Biden kepada wartawan di Gedung Putih belum lama ini.

Namun disisi lain, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bersumpah akan melakukan apa pun yang diperlukan, untuk menjaga Taiwan dari invasi. Di saat yang sama, dia menunjukkan bahwa tanpa bantuan dari sekutu negara itu, otoritarianisme lebih unggul daripada demokrasi.

3. Terungkap, Inikah Sebab Tuyul Enggan Curi Uang di Bank?

Salah satu jin atau makhluk astral yang dianggap membuat resah adalah tuyul. Sosoknya yang kerap diidentikan bertubuh kecil dan berkepala plontos itu sering kali dikaitkan dengan kasus hilangnya uang secara misterius.

Pertanyaan klasik yang banyak muncul dibenak publik kemudian, mengapa tuyul tidak menjarah bank saja? Padahal sudah jelas, tempat tersebut terdapat banyak uang.

Nah menanggapi hal tersebut, sejumlah sumber menyebut, bahwa tuyul tak bisa mengambil uang yang terjepit atau terikat sesuatu seperti dihimpit besi, ditali karet, dan sebagainya.

Menurut sebagian orang, uang yang diambil tuyul hanya uang yang dalam keadaan bebas atau tak ada benda penahan apapun.

Selain itu, pengetahuan tuyul sangat terbatas jika dibanding manusia. Sehingga saat menemukan mesin ATM, mereka tidak tahu apa isinya dan bagaimana cara mengambil uang dari mesin modern tersebut.

Sumber lain menyebutkan, bahwa tuyul hanya mencuri uang yang jelas kepemilikannya. Makhluk gaib ini tak serakah dan hanya mengambil seperlunya saja.

Sementara itu, menurut salah seorang anak indigo, Risa Saraswati saat berbincang dengan Denny Sumargo di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, bank juga memiliki penjaga gaib.

“Emang di bank nggak ada yang jaga? Jangan salah di gedung-gedung modern itu penjaganya lebih ketat daripada di rumah-rumah biasa,” katanya.

Terpisah, menurut ustad Faizar, cara melindungi harta dan gangguan gaib sebenarnya sangatlah mudah. Yakni cukup dengan membacakan kalimat bismillah, memohon perlindungan pada Allah SWT.

Ilustrasi tuyul dan uang (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tuyul dan uang (Foto: Istimewa)

“Kalau misal, uang kita ditutup, di lemari, atau bahkan cuma ditutup tisu aja, dan di situ kita bacakan bismillah, mereka ndak mau untuk buka,” katanya.

Melansir polrtaljember.com, kata ustad Faizar yang perlu diperhatikan saat mengucap ‘bismillah’, harus sungguh-sungguh diniatkan kepada Allah SWT agar harta tidak dapat diganggu setan.

“Asalkan kita baca bismillah bukan untuk coba-coba, bukan sekadar formalitas bismillah, tapi kita yakin dengan nama Allah, kita meletakkan tutupan itu supaya tidak bisa diganggu setan, setan ndak akan bisa membukanya,” ujarnya.

Menurut dia, tuyul pun sebenarnya merasa bingung untuk mencuri harta yang disimpan disebuah tempat khusus yang aman.

“Kalau pun ditutup rapat, tuyul tu juga kadang bingung, gimana cara bukanya,” ujarnya.

Dilansir dari wikipedia, dalam mitologi pulau Jawa dan sekitarnya, tuyul adalah makhluk halus berwujud orang kerdil atau anak kecil dengan kepala gundul, yang dipercaya dapat mencuri uang untuk tuannya.

Mitos terkait makhluk gaib itu sudah ada sejak tahun 1890-an, namun istilah tuyul baru muncul sekitar tahun 1929 setelah krisis ekonomi Depresi Besar. Tuyul merupakan mitos yang banyak dipelajari oleh sejarawan karena masih dipercaya oleh masyarakat modern sampai sekarang.

Sejarawan berpendapat bahwa awalnya tuyul muncul akibat kesenjangan sosial antara kalangan masyarakat yang agraris dengan tuan tanah dan pedagang, dan bantuan makhlus halus dianggap sebagai cara paling mudah untuk menjelaskan segala urusan perniagaan yang semakin rumit bagi rakyat di perdesaan yang masih tradisional.