Terpopuler DepokToday, 6 November 2021: Gaya Istri Baru Sultan Pontianak, TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati 17 Aparat

Heboh istri baru sultan Pontianak (Foto: Istimewa)
Heboh istri baru sultan Pontianak (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Sabtu pagi, 6 November 2021. Pertama, istri baru Sultan Pontianak belakangan sedang menjadi sorotan, karena dituduh sebagai pelakor.

Terpopuler kedua, Tentara Nasional Indonesia menanggapi komentar TPNPB-OPM yang mengklaim telah menembak mati 17 aparat.

Selanjutnya, dikenal sebagai pemberontak di Indonesia, anggota KKB rupanya memiliki kartu BPJS dan kartu amazone.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Sabtu pagi:

1. Dituding Pelakor, Begini Gaya Istri Baru Sultan Pontianak yang Jadi Sorotan

Urusan rumah tangga Kesultanan Pontianak akhir-akhir ini menyedot perhatian publik. Terlebih sejak viralnya video yang memperlihatkan Maha Ratu Mas Mahkota Sati Nina Widiastuti atau Ratu Nina diseret keluar istana lantaran posisinya diganti oleh istri baru sang sultan.

Usai video itu menghebohkan jagat media sosial, kini muncul postingan dari istri baru sang sultan tersebut. Salah satu akun yang memposting adalah akun Instagram viralyes.

Dalam video tersebut, istri baru sultan itu memamerkan aktivitasnya.

“Nih yang pada kepo istri sultan tapi keseharian ku apa-apa aja,” ucap wanita tersebut saat membuka dialog dalam video dikutip pada Kamis 4 November 2021.

Disitu terlihat ia sedang berada di dalam ruangan. Tak lama setelah itu dia berada di sebuah mobil.

“Pertama ke Istana dulu karena suami aku ada di istana,” ujarnya.

Setibanya di istana, ia pun bertemu dengan sang sultan dan langsung menghampirinya untuk pamit. Keduanya tampak mesra.

“Aku mau izin ke suami aku dulu karena mau beraktivitas,” ujarnya.

Video tersebut langsung menyedot perhatian publik. Banyak netizen yang melontarkan komentar menohok untuk istri baru sultan tersebut.

“Kok gak malu ya sama istri yang pertama?,” kata seorang netizen.

“Bangga y bu rebut posisi istri sah,” ujar yang lain.

“Hidup hanya sementara dan kemewahan harta benda hanya titipan Allah, jd buat apa sombong di buminya Allah say, semua akan di hisab dan di minta pertanggung jawabannya,” kata seorang warganet

“Nilah ratu merebut suami orang,” timpal yang lain.

“Kirain cantik nih selirnya wkwkkw ya selevel Manohara lah ternyata,” ucap netizen lainnya.

Sebelumnya, sempat beredar sebuah video di mana Ratu Kesultanan Pontianak, Maha Ratu Mas Mahkota Sati Nina Widiastuti atau Ratu Nina yang diseret keluar oleh pengawal Sultan Kesultanan Kadariah Pontianak, PYM Syarif Machmud Melvin Alkadrie di media sosial.

Video itu viral dan mendapat beragam reaksi dari warganet. Ratu Nina pun diduga mendapat tindakan kekerasan saat peristiwa penyeretan tersebut. Ratu Nina mengklaim mengalami memar pada sejumlah bagian tubuhnya.

Karena hal itu, Ratu Nina pun melaporkan pihak Sultan Melvin ke polisi atas dugaan penganiayaan. Pihak kepolisian sendiri sudah menerima laporan dari Ratu Nina.

Dari keterangan itu, diketahui bahwa penyeretan Ratu Nina keluar ruangan setelah adanya perintah Sultan Melvin kepada pengawalnya.

Tragedi penyeretan keluar Ratu Nina bermula dari penobatan Tanaya Ahmad, istri siri Sultan Kesultanan Pontianak, Melvin Alkadrie sebagai Maha Ratu. Sementara, Ratu Nina tidak terima atas penobatan itu karena dia merupakan istri sah sultan.

“Saya masih istri sah dan saya tidak terima dia (Tanaya) akan dinobatkan. Karena saya masih istri sahnya sultan,” ucap Ratu Nina.

2. TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati 17 Aparat, Begini Jawaban TNI

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria angkat bicara soal klaim TPNPB-OPM yang sempat mengklaim telah menewaskan 17 anggota pasukan gabungan TNI-Polri saat terjadinya baku tembak di Intan Jaya, Papua.

Reza menegaskan, kalau laporan TPNBP-OPM itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Pernyataan yang menyebutkan bahwa terjadi Kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya yang mengakibatkan 17 anggota TNI-Polri meninggal dunia adalah tidak benar,” katanya dikutip dari Suara pada Jumat 5 November 2021.

Tak hanya itu saja, Kolonel Arm Reza juga menegaskan kalau kondisi Bandara Bilogai sudah terkendali. Saat ini bandara tersebut dijaga oleh aparat TNI-Polri.

“Kondisi Bandara Bilogai saat ini dalam keadaan waspada terkendali dan dikuasai oleh aparat TNI-Polri,” ujarnya.

Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM
Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM

Sebelumnya, TPNPB-OPM sempat mengklaim telah menembak 17 anggota pasukan gabungan TNI/Polri dalam perang yang terjadi di kawasab Intan Jaya.

“Bandara Intan Jaya dikuasai oleh pihak kami TPNPB dari hari pertama sampai dengan hari ini, maka mayat anggota TNI/Polri dan luka-luka semua masih di sini, tidak ada yang bisa keluar dari sini,” ucap Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom Selasa lalu.

Ia menyebut, kalau Bupati Intan Jaya beserta rombongan sempat datang dengan mengggunakan pesawat ke Intan Jaya. Namun rombongan terpaksa kembali ke Nabire karena dilarang oleh OPM.

Sebby juga mengklaim tidak ada satupun pasukannya yang menjadi korban dari perang terbuka yang terjadi pada 28 hingga 31 Oktober 2021. Ia malah menuduh anggota TNI yang menembak 2 anak kecil.

3. Perangi Indonesia, Anggota KKB Ternyata Punya BPJS dan Kartu Amazone

Aparat TNI-Polri berhasil meringkus seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang selama ini jadi salah satu buronan, yakni Yentinus Kogoya.

Penangkapan tersebut merupakan upaya dari Satgas Nemangkawi setelah mendapat berbagai laporan dari Polres Yahukimo pada tanggal 25 Juni 2021 dan 10 Juli 2021.

Kepala Satgas Humas Ops Nemangkawi Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, Yentinus Kogoya sendiri masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO lantaran merupakan anak buah dari pimpinan KKB wilayah Nduga pimpinan Egianus Kogoya dan wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge.

Kontak senjata aparat dengan KKB di Papua (Foto: Istimewa)
Kontak senjata aparat dengan KKB di Papua (Foto: Istimewa)

“Dari hasil pemeriksaan awal terhadap DPO KKB itu, diketahui bahwa Yentinus Kogoya merupakan anggota KKB Nduga dan Yahukimo dan telah berada di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo-Papua selama 4 (empat) tahun,” katanya dikutip pada Rabu, 3 November 2021.

Ahmad menyebut, Yentinus Kogoya berhasil digerebek di Jalur 3 Paradiso, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Selasa, 2 November 2021.

“Kronologis kejadian berawal pada Selasa tanggal 2 November 2021, pukul 10.00 WIT, Tim OPS Nemangkawi Papua melakukan patroli di seputaran wilayah Kota Dekai-Yahukimo,” jelasnya

“Pada saat patroli, tim menerima laporan dari masyarakat bahwa salah satu kelompok KKB wilayah Nduga dan Yahukimo sedang berada di Kota Dekai-Yahukimo,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, tim OPS Nemangkawi-Papua berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5 KTP elektronik atas nama Nus Haselo, Stephanus Pangalerang, Rutin Silakan dan Delius Gwijangge.

Kemudian 1 SIM C atas nama Stephanus Pangalerang, 1 kartu BPJS atas nama Stephanus Pangalerang, 1 ATM BRI, 1 butir peluru kaliber 45 ACP, 1 butir selongsong peluru kaliber 5,56, 1 kartu Amazone, 3 lembar kupon, uang sebanyak Rp75 ribu, 1 dompet kulit, 1 minyak urut GPU, 1 senter kepala, pinang kering dan kapur, 1 noken dan 1 cermin.