Terpopuler DepokToday, 24 September 2021: 8 Kebiasaan Bikin Perut Buncit, TNI Sulit Ladeni Pertempuran KKB Papua

Ilustrasi perut buncit. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perut buncit. (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Jumat pagi, 24 September 2021. Pertama, dari dunia kesehatan, perut buncit disebabkan oleh delapan faktor, salah satunya adalah banyak makan manis.

Terpopuler kedua, KKB Papua diuntungkan dengan medan pegunungan dan hutan, karena bisa dengan leluasa kabur dari incaran pasukan TNI dan Polri saat kontak senjata.

Selanjutnya, aktivis sosial keturunan Tionghoa, Lieus Sungkharisma menyebut pemerintah diskriminatif terhadap Habib Rizieq dan FPI. Menurutnya, pemerintah mencederai proses demokrasi.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, 5 Tanda Penyakit Ini Terlihat Jelas Muncul di Tubuh

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Jumat pagi:

1. Mulai Sekarang Tinggalkan 8 Kebiasaan yang Bikin Perut Buncit Ini

Perut buncit bisa disebabkan banyak faktor, sejumlah kebiasaan buruk mislanya, bisa jadi penyebab utama keadaan perut yang buncit.

Perut yang buncit juga menjadi salah satu adanya tanda-tanda penyakit di dalam tubuh. Melansir dari Kompas.com, dua jenis lemak perut utama adalah lemak viseral dan lemak subkutan.

Viseral mengacu pada lemak yang mengelilingi hati dan organ perut lainnya. Memiliki kadar lemak viseral yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu.

Menurut Verywell Fit, beberapa penyebab perut buncit bisa kita kontrol atau modifikasi, sementara lainnya tidak.

Adapun beberapa kebiasaan yang dapat menjadi penyebab perut buncit antara lain:

1.Kelebihan kalori

Salah satu penyebab perut buncit yang paling umum adalah mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh.

Tidak peduli seberapa aktifnya kita, jika secara konsisten kita makan lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh, kita akan menciptakan ketidakseimbangan energi.

Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang pada akhirnya juga berkontribusi sebagai salah satu penyebab perut buncit.

2.Banyak konsumsi makanan dan minuman manis

Selain terlalu banyak mengasup kalori, pilihan makanan, seperti makanan tinggi gula, juga dapat menjadi penyebab perut buncit.

Tanpa disadari, sebagian dari kita ternyata mengonsumsinya dalam jumlah besar sehari-hari. Misalnya, di pagi hari minum teh dengan gula, ngemil makanan manis di antara waktu makan, dan minum es kopi dengan gula di siang hari.

Menghindari makanan dan minuman dengan gula memang baik. Tapi, bukan berarti kita wajib sepenuhnya menghindari itu. Kita masih bisa menikmatinya sesekali dalam jumlah wajar.

3.Terlalu banyak konsumsi lemak trans

Lemak trans adalah jenis lemak paling tidak sehat. Sebagian kecil lemak trans terjadi di alam, namun jenis lemak ini terutama dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh untuk membuatnya lebih stabil dan memungkinkannya menjadi padat pada suhu kamar.

Lemak trans banyak digunakan dalam produk yang dipanggang dan makanan kemasan sebagai pengganti mentega.

4.Kurang gerak dan banyak rebahan

Pola hidup kurang gerak adalah faktor risiko terbesar perut buncit dan masalah kesehatan lainnya.

Bahkan ketika seseorang aktif secara fisik sekalipun, duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan dan kenaikan berat badan.

Gaya hidup kurang gerak dan banyak rebahan dikaitkan langsung dengan peningkatan lemak viseral dan subkutan, yang pada akhirnya berkontribusi sebagai penyebab perut buncit.

5.Kurang konsumsi protein

Diet tinggi protein dapat membantu mencegah kenaikan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang.
Sebab, protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan makronutrien lainnya.

Protein juga mendukung perbaikan dan pertumbuhan otot, yang berkontribusi pada metabolisme tubuh yang lebih tinggi dan lebih banyak kalori yang terbakar pada periode istirahat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi protein dalam jumlah besar memiliki risiko perut buncit lebih kecil dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi protein dalam jumlah sedikit.

6.Stres

Saat ini, banyak orang mengalami stres kronis. Beberapa stresornya adalah stres psikologis dan perilaku yang meningkatkan kemungkinan menjalani pola hidup tidak sehat, seperti banyak makanan olahan, tidak aktif secara fisik, dan kualitas tidur yang buruk.

Sayangnya, stres kronis dapat menyebabkan akumulasi lemak visceral dan membuatnya sulit untuk dihilangkan karena dapat meningkatkan produksi kortisol secara berlebihan.

Stres juga dapat memengaruhi perilaku gaya hidup lainnya yang menyebabkan kenaikan berat badan, seperti kebiasaan kurang gerak, kualitas tidur yang buruk, dan kurang melakuakn aktivitas fisik.

7.Kurang makan serat

Serat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal.
Beberapa jenis serat bisa membantu kita tetap merasa kenyang, menstabilkan hormon lapar, dan mengelola rasa lapar.

Pola makan kurang makan serat dan tinggi karbohidrat olahan memberikan efek sebaliknya dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, termasuk menjadi penyebab perut buncit.

8.Kurang tidur

Ada banyak studi yang mengaitkan tidur tidak berkualitas dengan kenaikan berat badan, termasuk menjadi penyebab perut buncit.

Sebabnya, kurang tidur sering kali memicu perilaku tidak sehat, seperti makan makanan tinggi kalori dan tidak melakukan aktivitas fisik karena tubuh merasa kelelahan.

Kurang tidur dan kenaikan berat badan menghadirkan skenario mirip ayam dan telur. Sebab, kurang tidur berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, tetapi Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

2. Terungkap, Ini yang Bikin TNI Sulit Ladeni Pertempuran KKB Papua

Sampai saat ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih berkeliaran di Papua. Bahkan akhir-akhir ini mereka berani melakukan penyerangan dan menewaskan sejumlah anggota TNI.

Lantas apa yang membuat aparat gabungan TNI-Polri seakan kewalahan menghadapi pasukan separatis tersebut?

Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Kristian Irreuw mengungkapkan KKB memiliki kemampuan yang sangat baik di alam, khususnya di hutan-hutan Papua. Bahkan mereka mampu lari di tebing-tebing yang cukup tinggi dengan cepat.

“Kita memang terus terang, kalau pasukan dari luar ya tidak menguasai medan. Mereka kelompok ini kan lebih menyatu dengan alam, lari di ketinggian dengan cepat,” katanya, dikutip Hops jaringan DepokToday.com dari Merdeka pada Kamis 23 September 2021.

Secara geografis, Kabupaten Pegunungan Bintang memang dikenal sebagai dataran tinggi dan dikelilingi oleh berbagai bukit yang menjulang ke atas.

KKB Papua (Foto: Istimewa)
KKB Papua (Foto: Istimewa)

“Tapi kalau mau dilihat hutan di Pegunungan Bintang ini bukan hutan lebat. Gunung-gunung yang memang tinggi, tapi tidak lebat seperti itu. Jadi karena mereka menguasai medan, di situ lah kita sering kalah,” ujarnya.

Belum lama ini, satu anggota TNI kembali tewas akibat ditembak KKB Papua. Korban adalah Pratu Ida Bagus Putu. Ia meregang nyawa usai peluru pasukan sparatis itu mengenai kepalanya.

Anggota KKB Papua yang menembak itu diduga mengenakan pakaian loreng.

“Jadi ada tembakan pas jam 06.30 WIT, almarhum ini enggak tahu itu memang dari jarak dekat. Karena yang nembak ini memang pakai pakaian loreng juga, mereka punya pakaian loreng ini sedikit kaya PNG gitu, tidak terang tapi blel ya,” ujarnya.

Pratu Ida Bagus Putu tewas saat melaksanakan tugas evakuasi tenaga kesehatan (nakes), Gabriela Meilan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Selasa, 21 September 2021 pagi.

3. Tokoh Tionghoa Ini Bela Habib Rizieq dan FPI: Saya Bukan Islam, Tapi Hati Ganjel

Salah satu tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma membela habis-habisan, mantan petinggi FPI, Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, pemerintah telah melakukan pelanggaran dan menegakan hukum semaunya.

Tak hanya itu, Lieus juga mempersoalkan tentang dibubarkannya Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah. Ia menganggap, hal itu mencederai proses demokrasi karena tanpa proses peradilan yang jelas.

“FPI itu sebetulnya, saya bukan Islam, tapi hati saya ganjel juga lho. Kok enak saja main bubarin organisasi tanpa proses peradilan. Harusnya tidak seperti itu,” katanya, disitat dari warta ekonomi pada Kamis 23 September 2021.

Dalam pernyataannya itu, Lieus juga menyoroti soal penangkapan Habib Rizieq yang dianggapnya janggal. Menurut dia, masalah yang menjerat mantan imam besar FPI itu tidak jelas, seperti kerumunan dan berkerumun.

Lieus Sungkharisma bela Habib Rizieq (Foto: Istimewa)
Lieus Sungkharisma bela Habib Rizieq (Foto: Istimewa)

Ia mengganggap, segala sanksi dan hukuman telah dijalani oleh Habib Rizieq, seperti membayar denda, sampai mendekam 8 bulan di penjara.

“Tapi apa, ini kok enggak ada yang teriak, mana, harusnya 560 anggota DPR mestinya teriak lepaskan Habib Rizieq,” ujarnya.

Atas dasar itulah, ia pun menganggap pemerintahan Presiden Jokowi yang memang serius menghadapi isu intoleransi.

Di mata Lieus, FPI merupakan organisasi yang baik, tanpa disuruh dan diminta malah datang ke salah satu vihara tertua di Jakarta dan melakukan bersih-bersih.

“Itu baru satu contoh, belum lagi yang lain, seperti kalau ada bencana tanpa disuruh selalu muncul membantu,” ujarnya.