Terpopuler DepokToday, 23 Oktober 2021: Sesak Nafas atau Asma Karena Gangguan Jin, Perut Buncit Ganggu Urusan Ranjang

Ilustrasi sesak nafas atau asma (Foto: Istimewa)
Ilustrasi sesak nafas atau asma (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Sabtu pagi, 23 Oktober 2021. Pertama, Sesak nafas atau asma disebabkan ganguan jin, simak penyebabnya.

Terpopuler kedua, simak cara ampuh menghilangkan perut buncit.

Selanjutnya, markas TPNPB-OPM dihujani bom oleh TNI-Polri, ini kesaksian juru bicaranya.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Sabtu pagi:

1. Sesak Nafas atau Asma Disebabkan Gangguan Jin, Ini Penyebabnya

Sesak nafas atau asma adalah penyakit yang cukup mengerikan, karena beresiko mengakibatkan kematian. Banyak yang menganggap, penyakit pada bagian paru-paru tersebut dikarenakan faktor keturunan orangtua.

Lantas seperti apakah pandangan Ustad Dhanu terkait hal tersebut. Menurut pendakwah yang terkenal mampu mengobati penyakit non medis itu, sesak nafas atau asma sangat erat kaitannya dengan akhlak seseorang.

“Asma itu bisa dari ketakutan yang berlebihan, kaget mendadak, kemudian ingat hal yang tak enak. Nah pada ibu hamil, biasanya kalau punya kandungan ini, dia nggak sadar memasukan karakter itu pada anaknya. Sehingga anaknya lahir sesak nafas,” katanya dikutip DepokToday.com dari channel YouTube Ustad Dhanu official pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Faktor lainnya, kata Dhanu, bisa jadi wanita tersebut punya perasaan kecewa dengan orangtua dan memendam kekesalan.

“Merasa jengkel dengan orangtua atau mertua tapi marahnya diam. Nah itu sama, itu akan menjadikan asma nah tipe ini biasanya kalau punya anak, asma anaknya susah disembuhkan,” ujarnya.

“Ada sih yang bisa sembuh tapi karakter anaknya asal jangan ikut ibunya, asal ikut bapaknya yang happy aja kalau punya masalah,” sambungnya.

Lebih lanjut Ustad Dhanu mengungkapkan, kebanyakan di Indonesia penyebab asma atau sesak nafas disebabkan karena ilmu turunan dari nenek moyang atau leluhur.

“Yang paling banyak ilmu turunan dari orangtua sebelumnya masuk ke anak, kemudian ada ilmu musuhnya yang masuk juga ke anak itu karena benci. Misalnya kakeknya punya ilmu, kemudian musuhnya juga punya ilmu nah saling benci, dendam. Itu bisa juga anak keturunannya punya asma,” kata Dhanu.

Menurut dia, ilmu gaib seperti itu bisa terus mengikut pada turunan orang tersebut. Terlebih jika leluhurnya punya musuh.

“Suatu ketika ilmu itu turun ke cucu, nah ilmu musuhnya ngejar cucu. Jadi pertemuan ilmu ini bisa jadi asma dengan kecendrungan si anak ini punya sifat kalau marah di diemin. Nah asma di Indonesia rata-rata karena itu,” tuturnya.

“Ilmu yang menurun ke anak cucunya diserang ilmu lawannya. Itu semua masuk ke dada, nggak bisa keluar. Ini ilmu yang memang teman-teman dokter nggak tahu, tahunya sesak aja,” timpalnya lagi.

Ustad Dhanu menegaskan, untuk mengobati kasus tersebut, sebaiknya jangan datang ke paranormal. Karena yang ada justru akan semakin parah.

“Obat yang ada selama ini meredakan sementara tidak selamanya. Sembuh itukan yang nggak kumat lagi.”

Kasus seperti ini, kata Ustad Dhanu, akan kembali kambuh karena ada sifat emosional. Satu-satunya cara adalah melepaskan makhluk yang ada pada tubuh si penderitanya.

“Nah itu makhluk (jin) ini harus dilepaskan. Orang yang sering baca amalan itu ilmunya akan masuk ke anak dan cucunya. Boleh di tes. Nah dia amalan itu ilmu, apalagi kalau niatnya untuk duniawi ya udah (jin) masuk ke tubuh.”

Ia mencontohkan, misalnya menggunakan amalan untuk penglaris usaha. Amalan-amalan yang dibacakan itu akan mendatangkan jin.

“Ya memang seperti itu. Orang itu kalau punya niat duniawi ya jin tahu, ya kaya semacam punya sinyalah jin itu. Dia tahu. Istilanya frekuensinya ditebar. Nah jin-jin itu tahu.”

Dengan sederet penjelasan tadi, Ustad Dhanu menyimpulkan bahwa asma bisa disebabkan karena adanya makhluk gaib yang menyerang tubuh seseorang karena amalan, atau ilmu-ilmu leluhur.

Jika makhluk tersebut dikeluarkan maka dada akan terasa plong atau legas untuk bernafas. Caranya menyebuhkannya mohon pada Allah.

“Di doakan kalau ada peperangan di dadanya si anak. Doanya kira-kira begini, ya Allah mohon ampuni dosa orangtua sebelum kami, dan ilmu dari orangtua kami lepaskanlah, dan ilmu yang berperang dengan ilmu orangtua kami lepaskanlah. Insya Allah sembuh.”

2. Bisa Ganggu Urusan Ranjang, Ini Cara Ampuh Hilangkan Perut Buncit

Memiliki perut buncit bisa jadi masalah besar bagi sebagain orang. Selain karena merusak penampilan, ternyata kondisi tersebut juga dapat berdampak buruk pada kesehatan hingga urusan ranjang.

Menanggapi hal itu, dokter sekaligus pendakwa yang dikenal dengan Jurus Sehat Rasulullah, yakni Zaidul Akbar mengatakan, perut buncit disebabkan karena banyaknya lemak yang menumpuk.

“Nah masalahnya kita tuh nggak ngerti metabolisme glukosa kayak apa. Glukosa kalau dimakan nggak kepakai jadi glikogen. Glikogen kalau nggak kepakai jadi lemak. Jadi nasi itu glukosa, tepung itu glukosa. Gula pasir itu glukosa,” katanya dalam siaran akun YouTube JSR dilansir DepokToday.com pada Jumat 22 Oktober 2021.

Menurut Zaidul Akbar, kondisi kebanyakan orang saat ini sudah penuh dengan glukosa dan menimbun lemak. Menurut dia, hal itu bisa beresiko ke urusan ranjang.

“Kalau laki-laki numpuknya diperut dan itu imbasnya sampai ke perkasaan pria. Jadi saya pernah baca gitu kan, bahwa ternyata daily fat. Daily fat yang bikin perut buncit memang efeknya keperkasaan dan kalau sudah begini imbasnya bisa sampai ke hubungan suami istri,” jelasnya.

Yang parahnya lagi, jika hal itu dibiarkan maka berpotensi pada kasus perceraian. Jadi bukan hanya berdampak buruk pada kesehatan, tapi juga bisa merusak hubungan rumah tangga.

Ilustrasi perut buncit (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perut buncit (Foto: Istimewa)

“Sebagian besar perceraian itu terjadi karena ketidakpuasaan suami istri. Maka ketika anda hidup sehat kaya sekarang, maka juga niatkan, ya Allah jika dengan hidup sehat ini aku memberikan yang terbaik untuk istriku dan dapat pahala hubungannya.”

Selain mengurangi konsumsi nasi, tepung dan gula, Zaidul Akbar menyarankan agar berpuasa.

“Kalau sudah kondisi lapar maka lama-lama lemaknya tadi rontok dengan sendirinya. Jadi kalau kita mengenal konsep kaya bgini nggak perlu diet, kurangi aja yang tadi (nasi, gula dan tepung). Karbo-karbo nya nanti turun, cepat banget turunnya,” kata dia.

Lebih lanjut ia juga menyarankan agar mengisi ¾ piring dengan buah dan sayuran. Kurangi makananan yang mengandung gula.

“Air putih, buah dan sayur. Nanti lama-lama karena tidak ada lemak yang masuk otomatis lemak tadi akan pecah sama badan. Cara paling gampang lainnya ya puasa Senin-Kamis atau kalau lagi nggak mau puasa ya melaparkan diri jadi proses autofaginya jalan.”

Selain efektif hilangkan perut buncit, cara ini juga dinilai ampuh mengobati penyakit lainnya, seperti jantung, asam urat, kolesterol, maupun diabet.

3. Jubir TPNPB-OPM Sebut Markasnya Dihujani Bom Aparat, Ini yang Terjadi

Belum lama ini, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon menyebut TNI-polri telah melakukan serangan udara di wilayah  Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Minggu pagi 10 Oktober 2021, lalu.

Menurut laporan, bom yang dijatuhkan melalui pesawat sebanyak 14 kali, namun hanya ada 1 yang meledak di sekitar markas TPNPB-OPM.

“13 bom gagal meledak, satu bom saja berhasil meledak di pemukiman warga,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya dilansir dari Suara.com dan dikutip DepokToday.com pada Kamis 21 Oktober 2021.

Diduga penampakan serangan udara yang menyasar markas TPNPB-OPM (Foto: Istimewa)
Diduga penampakan serangan udara yang menyasar markas TPNPB-OPM (Foto: Istimewa)

Kabar tersebut disampaikan oleh Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Bridgen Lamek Taplo yang juga bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Ia melaporkan TNI-Polri telah menjatuhkan bom di markas mereka di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Minggu pagi. Mereka mengklaim bom yang dijatuhkan TNI-Polri menimbulkan ledakan dengan skala besar.

Menurut Sebby, TNI-Polri sudah menjatuhkan bom di dua tempat yakni markas TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel dan Pos Misi Gidi UFM. Adapun TNI-Polri menjatuhkan bom sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Lebih lanjut Sebby mengklaim, tidak ada korban akibat pengeboman tersebut. Ia mengetahui hal itu berdasarkan laporan Panglima Komandan Daerah Pertahanan Kodap XV Ngalum Kupel Brigadir Jenderal Lamek Alipky Taplo.

Bersamaan dengan itu, Sebby juga menyertakan barang bukti berupa foto yang memperlihatkan serpihan dari bom. Selain itu ada juga foto yang menujukkan asap akibat bom yang dijatuhkan oleh TNI-Polri.

Namun demikian, belum diketahui secara pasti kebenaran dari informasi ini.