Terpopuler DepokToday, 18 September 2021: Amerika Bakal Kirim Pasukan, Awas, Jangan Salah Pilih

Tentara Amerika (Foto: Istimewa)
Tentara Amerika (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Sabtu pagi, 18 September 2021. Pertama, Amerika Serikat bakal mengirim pasukan militer ke selatan Indonesia yaitu Australia.

Direncanakan, Amerika bakal melakukan kerjasama dengan Australia di bidang pertahanan juga dengan Inggris.

Selanjutnya, penggemar tanaman diminta hati-hati, salah pilih tanaman sebagai penghias rumah dapat mengakibatkan malapetaka. Ada beberapa tanaman yang disukai ular.

Ketiga, ketegangan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka dengan TNI-Polri masih berlangsung. Fakta terbaru, aparat menemukan adanya campur tangan Amerika dalam upaya pemberontakan itu.

Baca Juga: M Kece Digulung Sesama Tahanan Rutan Bareskrim, Begini Kondisinya

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Sabtu pagi:

1. Amerika Bakal Kirim Banyak Pasukan Dekat Indonesia, Tapi Bukan Latihan

Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat bakal mengirimkan banyak pasukan ke negara tetangga yang berada di sebelah selatan Indonesia, yakni Australia. Rencananya pengerahan pasukan akan dilakukan secara bergilir.

Dilansird dari Hops.id jaringan DepokToday.com, kedua negara akan bekerja sama dalam pengembangan rudal, sebuah langkah terbaru di tengah kalang kabutnya mereka atas kebangkitan China.

Data yang dihimpun menyebut, Australia mengumumkan aliansi tiga arah dengan Amerika Serikat dan Inggris (AUKUS), di mana Australia akan mendapat kapal selam bertenaga nuklir.

Kesepakatan itu lantas membuat negara barat lainnya, yakni Prancis marah besar karena kontrak utama mereka untuk kapal selam dengan Australia jadi dibatalkan.

Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton mengatakan Australia akan secara signifikan meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat, termasuk dalam pengembangan rudal dan persenjataan peledak.

Pasukan Amerika (Istimewa)
Pasukan Amerika (Istimewa)

Melansir AFP, Dutton mengatakan, Australia bersedia didatangi oleh lebih banyak Marinir AS dalam satu dekade rotasi, melalui Kota Darwin, sebuah kota di utara Australia yang persis berseberangan dengan Laut Timor.

“Saya memiliki aspirasi untuk memastikan bahwa kami dapat meningkatkan jumlah pasukan melalui rotasi. Kemampuan udara akan ditingkatkan, kemampuan maritim kami ditingkatkan dan tentu saja postur kekuatan juga ditingkatkan,” katanya dikutip pada Jumat 17 September 2021.

Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, bahwa Australia akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk.

Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan akses dan kehadiran Amerika Serikat di Australia.

Austin juga menyebut kedua negara membahas kekhawatiran mereka tentang China dalam sebuah diskusi yang melibatkan Menlu AS, Anthony Blinken dan Menlu Australia Marise Payne.

“Sementara kami mencari hubungan yang konstruktif dan berorientasi pada hasil dengan RRC, kami akan tetap memandang dengan jelas dalam pandangan kami tentang upaya Beijing untuk merusak tatanan internasional yang mapan,” ujar Austin.

Menhan Australia, Peter Dutton juga menunjuk Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan sebagai mitra Australia di kawasan.

“Mereka memahami nilai-nilai yang kami anut dan bahwa kami telah secara konsisten dipatuhi untuk jangka waktu yang lama,” katanya.

Sekitar 2.200 Marinir AS dijadwalkan datang melalui Darwin pada rotasi 2021. Untuk semakin membuat China ketar-ketir, PM Australia Scott Morrison akan menuju ke Washington minggu depan untuk pertemuan puncak empat arah pertama dengan Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

2. Awas, Jangan Salah Pilih di Rumah, Sejumlah Tanaman Ini Disukai Ular

Banyak cara bisa dilakukan untuk menjauhkan keberadaan ular dari rumah. Salah satunya menanam tanaman. Nah, jangan sampai salah memilih tanaman, sebab ada juga tanaman yang disukai ular karena aromanya atau juga bentuk tanamannya.

Perlu diketahui, ular menyukai tanaman semak, tanaman yang bergerombol di tanah, juga beberapa bunga-bungaan yang aromanya memancing indera penciuman ular.

Melansir dari Kompas.com pada Sabtu 18 September 2021, berikut ini sejumlah jenis tanaman yang sebaiknya dihindari karena mampu memancing ular datang

Tanaman sambiloto (Istimewa)
Tanaman sambiloto (Istimewa)

1.Tanaman bunga

Dicukil dari Homeguides, pohon melati banyak disukai ular. Bukan aroma dari bunganya yang memancing ular datang, namun struktur rimbun dari tanamannya yang membuat ular betah untuk bersarang menanti mangsa datang.

Pohon melati bisa menjadi sumber makanan jika di sana didapati banyak kadal dan hewan-hewan tanah yang bisa dimangsa lainnya.

Sedangkan dicukil dari Trinjal, disebutkan bahwa cendana adalah salah satu tanaman yang disukai oleh ular.

Hal ini lantaran cendana adalah tanaman herbal yang teduh dan membuat sejuk hawa di sekitarnya.

Selain melati dan cendana, beberapa kasus menemukan pula ular sering meringkuk di dekat tanaman wijaya kusuma, morning glory juga rosemary.

2.Tanaman cedar atau aras

Seluruh jenis tanaman cedar memiliki bentuk daun unik yang disukai oleh ular. Selain itu aroma dari daun aras juga dipercaya disukai oleh indera penciuman ular.

  1. Tanaman perdu

Tanaman perdu, terutama semak yang tumbuh lebih rendah, adalah sarang terbaik untuk ular. Jika tak dirawat dengan benar, tanaman ini bisa mengundang ular datang untuk membuat sarang.

Tanaman yang menarik ular adalah yang rimbun sehingga bisa dijadikan sarang, atau yang bisa menarik hewan-hewan yang menjadi mangsa ular.

Jadi jika Anda tetap ingin menanam jenis tanaman di atas, pastikan menatanya dan membersihkannya secara rutin agar tanaman tak tumbuh rimbun sehingga digunakan sebagai sarang tikus. Jika ada tikus di sana, maka ular akan tertarik mendekat.

Jika ingin menanam berbagai jenis tanaman bunga, beri lava rock atau batuan vulkanik di sekitarnya. Beberapa jenis ular tak menyukai bebatuan yang bertekstur tajam.

3. TNI Polri Temukan Bukti Campur Tangan Amerika di Balik Kebrutalan OPM

Aparat TNI-Polri menduga kuat ada campur tangan negara asing dalam aksi separatis TPNPB OPM di bumi cenderawasih. Hal itu terungkap dari sejumlah bukti-bukti yang ditemukan aparat saat melakukan patroli sejak beberapa hari terakhir ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Jumat 10 September 2021, berdasarkan penulusuran TNI-Polri di Papua, ternyata diduga ada dua negara yang diduga terlibat dalam aksi-aksi gerakan separatis tersebut, yakni Amerika Serikat (AS) dan Papua Nugini (PNG).

Keterlibatan AS dan Papua Nugini itu bermuara dari temuan aparat terkait senjata yang digunakan Kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dari hasil penyelidikan, senjata yang dimiliki KKB Papua ternyata merupakan produksi AS dan diperoleh melalui Papua Nugini, negara tetangga yang masih satu daratan dengan Papua Barat.

Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)
Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)

Sebagaimana diketahui, TNI berhasil menangkap dua anggota KKB Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, di Distrik Oksibil, pada Selasa 7 September 2021.

Bersamaan dengan itu, prajurit TNI juga mengamankan total 5 pucuk senjata api. Di antaranya dua pucuk senjata api jenis M-16 yang salah satunya dilengkapi dengan pelontar granat, dan satu pucuk senapan laras panjang rakitan.

Kemudian, pada 4 September 2021, Pasukan Satgas Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyita satu pucuk senjata jenis pistol P1 dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Hasil perolehan senjata tersebut terjadi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Sabtu 4 September 2021.

Dansatgas Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan, Tim Dalpur yang terlibat dalam operasi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa dipimpin langsung oleh Lettu Inf Yulian Nugroho.

Operasi ini, kata dia, merupakan tindaklanjut kegiatan dari Operasi Bajra 10 yang digelar untuk mencari dan menyekat pergerakan kelompok KKB yang berada di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

“Tim Dalpur berhasil mengamankan satu pucuk pistol P1 milik KKB dan beberapa barang bukti perlengkapan perang lainnya dalam pembersihan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi,” ujar Arfa dalam keterangan tertulis dikutip Senin 6 September 2021.

Dari hasil penelusuran TNI, ternyata senjata api yang disita dari dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Ngalum Kupel di kawasan Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua disebut berasal dari Papua Nugini.

Dua orang yang ditangkap itu adalah Yulian Uropmabin (36) dan Kapol Uropmabin (42). TNI mengaku akan menyerahkan keduanya ke Polda Papua untuk diproses hukum.

Adapun senjata sitaan itu merupakan produk negara Super Power alias AS dan masuk ke Papua lewat negara tetangga Papua Nugini.

“Sudah dipastikan dari nomor seri senjata api buatan Amerika Serikat, bukan milik TNI-Polri, yang diambil berasal dari Bougenville, Papua Nugini (PNG),” katanya.

“Dari pengakuan sementara kedua anggota KSB yang ditangkap terungkap senpi berasal dari Bougenville, PNG,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, di Jayapura, Rabu 8 September 2021.