Terpopuler DepokToday, 18 Oktober 2021: Ciri Penyakit Batu Ginjal, Kuli Bangunan Bawa Bayi

Ilustrasi batu ginjal. ( Foto Istimewa)
Ilustrasi batu ginjal. ( Foto Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Senin pagi, 18 Oktober 2021. Pertama, penyakit batu ginjal sangat berbahaya bagi tubuh, salah-salah penanganan, ginjal kita bisa diangkat, kenali lebih dini penyakit pada organ saluran pembuangan itu.

Terpopuler kedua, viral di media sosial TikTok, seorang kuli bangunan sedang tertidur di lokasi kerja bersama seorang bayi yang diketahui adalah anaknya.

Baca Juga: Depok Nihil Kasus Baru COVID-19, Wali Kota: Alhamdulillah Hari Ini Lebih Baik dari Kemarin

Selanjutnya, jenazah jadi pupuk kompos tren baru di Amerika Serikat, berapa harga yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga untuk menyemayamkan jasad keluarganya.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Senin pagi:

1. Ini 6 Ciri Anda Terkena Batu Ginjal, Periksa ke Dokter Sekarang

Batu ginjal merupakan penyakit yang menghinggapi pengidapnya dengan kumpulan garam dan mineral keras.

Ukuran batu ginjal bervariasi, beberapa sekecil titik bahkan ada yang tumbuh hingga beberapa inci.

Beberapa batu bisa menjadi sangat besar hingga memenuhi seluruh organ ginjal. Jika berukuran lebih kecil, batu ginjal seringkali tidak menimbulkan gejala apapun.

Melansir dari Bisnis.com, batu tersebut terbentuk di dalam ginjal dan dapat melakukan perjalanan ke bagian lain dari saluran kemih.

Anda mungkin tidak melihat ada yang salah sampai batu bergerak ke saluran kencing ke kandung kemih Anda.

Berikut enam gejala dan tanda Anda mungkin memiliki batu ginjal:

1.Sakit di punggung, perut, atau samping

Nyeri akibat batu ginjal sering dimulai secara tiba-tiba. Saat batu bergerak, rasa sakit mengubah lokasi dan intensitas.

Rasa sakit juga datang dan pergi dalam secara bertahap, yang diperburuk oleh kontraksi ureter saat mencoba mendorong batu keluar.

Setiap tahap dapat berlangsung selama beberapa menit, menghilang, dan kemudian kembali lagi.

Anda akan merasakan sakit di sepanjang sisi dan punggung dan di bawah tulang rusuk. Ini mungkin menyebar ke daerah perut dan selangkangan Anda saat batu bergerak turun melalui saluran kemih.

  1. Perih atau terasa terbakar saat buang air kecil

Setelah batu mencapai persimpangan antara ureter dan kandung kemih, Anda akan mulai merasakan sakit saat buang air kecil. Kondisi ini disebut dengan disuria.

Rasa sakitnya bisa terasa tajam atau terbakar. Jika Anda tidak tahu memiliki batu ginjal, Anda mungkin salah mengartikannya sebagai infeksi saluran kemih.

Terkadang Anda bisa mengalami infeksi bersamaan dengan batu tersebut.

  1. Urgensi buang air kecil

Apakah Anda sering ke kamar mandi karena terdesak atau lebih sering dari biasanya? Waspada, ini mungkin tanda lain bahwa batu telah pindah ke bagian bawah saluran kemih.

Anda mungkin buru-buru ke kamar mandi atau perlu pergi terus-menerus sepanjang hari dan malam. Urgensi untuk buang air kecil juga mirip gejala infeksi saluran kemih.

  1. Darah dalam urin Darah

dalam urine adalah gejala umum pada orang dengan batu saluran kemih. Gejala ini juga disebut hematuria.

Darah bisa berwarna merah, merah muda, atau coklat. Terkadang sel darah terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop (disebut hematuria mikroskopis). Segera konsultasi ke dokter jika mengalami hal ini.

5.Urine keruh dan berbau

Urin yang sehat jernih dan tidak berbau menyengat. Urin yang keruh atau berbau busuk bisa menjadi tanda adanya infeksi pada ginjal atau bagian lain dari saluran kemih Anda.

Kekeruhan merupakan tanda adanya nanah dalam urin atau piuria. Bau tersebut bisa berasal dari bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Bau juga bisa berasal dari urin yang lebih pekat dari biasanya.

  1. Urine sedikit

Batu ginjal yang besar terkadang tersangkut di ureter. Penyumbatan ini dapat memperlambat atau menghentikan aliran urin.

Jika Anda memiliki penyumbatan, Anda mungkin hanya buang air kecil sedikit setiap kali Anda pergi. Aliran urin yang berhenti sepenuhnya adalah keadaan darurat medis.

2. Kuli Bagunan Kerja Bawa Bayi, Cerita Dibaliknya Bikin Nangis

Video yang memperlihatkan pekerja bangunan atau kuli bangunan bekerja sambil membawa anaknya yang masih bayi menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Tiktok @user7093098865125 menerangkan jika pekerja bangunan terpaksa membawa sang anak karena tidak ada yang menjaga sang anak.

Seperti dilansir dari Suara.com, kuli bangunan itu membiarkan bayinya berada di dalam stroller seorang diri. Sementara, ayahnya terlihat istirahat dan tidur di lantai tanpa alas.

Dia terpaksa harus membawa bayinya bekerja karena tak ada yang menjaga.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa kuli bangunan itu harus membawa bayinya ikut bekerja. Dia membawa bayinya karena tak ada orang lain yang menjaga.

Sementara itu, sang istri tak diketahui keberadaannya. Selain itu, tak ada kabar dari istrinya.

Gambar kuli bangunan yang beketjansambil membawa anak. (Foto: Istimewa)
Gambar kuli bangunan yang beketjansambil membawa anak. (Foto: Istimewa)

Melihat kondisi tersebut, si perekam mengaku miris melihat kondisi kuli bangunan itu.

“Mirisnya seorang tukang bangunan harus membawa bayinya ikut bekerja, karena tidak ada yang menjaga bayinya, istrinya entah pergi kemana dan tidak ada kabar,” jelas keterangan dalam video itu.

Video unggahan tersebut langsung menjadi perbincangan warganet. Mereka memberikan komentar dan reaksinya melihat kondisi kuli bangunan yang membawa bayinya.

“Tidak bisa berkata-kata lagi, semoga bayinya sehat selalu bapaknya dilancarkan rezekinya. Aamiin,” balas warganet.

“Heran juga ya, padahal anak segitu biasanya justru ibu yang paling peka sama anak,” timpal warganet.

“Enggak habis pikir sama ibunya kok tega ditinggalkan anaknya. Semarah apapun sama suami anaklah yang utama,” komentar warganet.

“Gue salut sama bapak-bapak yang kuat seperti ini, nggak nelantarin anak,” imbuh warganet.

3. Ubah Jenazah Jadi Pupuk Kompos Lagi Marak di Amerika, Segini Harganya

Belakangan ini, di Amerika Serikat sedang marak praktik megubah jenazah manusia menjadi pupuk kompos. Hal ini dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang proses kremasi atau dikubur.

Dilansir dari detik, salah satu perusahaan yang khusus menyediakan jasa tersebut adalah The Natural Funeral. Mereka menyebut, mengubah jenazah jadi pupuk kompos adalah salah satu cara pemakaman alternatif selain kremasi atau dikubur. Selain itu, cara ini juga diklaim lebih ramah lingkungan.

Proses pengubahan dilakukan dengan menempatkan jenazah pada peti khusus yang berisi potongan kayu. Kemudian jenazah manusia akan membusuk perlahan dan menjadi kompos dalam waktu kurang dari 30 hari.

Peti khusus untuk mengubah jenazah jadi pupuk kompos. (Foto: AP/Ted S. Warren)
Peti khusus untuk mengubah jenazah jadi pupuk kompos. (Foto: AP/Ted S. Warren)

Nah, lapisan di dalam peti khusus itu pun akan rutin diolah untuk menjaga proses pembuatan kompos dari jenazah manusia.

Setelah itu, dalam waktu enam bulan jenazah yang melalui proses tersebut sepenuhnya berubah menjadi tanah.

Nantinya tanah dari hasil proses kompos dari jenazah tersebut bisa disebar di lahan kediaman mendiang, atau tempat lain.

Untuk mendapatkan layanan tersebut harga yang ditawarkan ternyata cukup fantastis. Kisaran biaya pemakaman jenazah untuk dijadikan kompos itu sekira Rp112 juta.