Terpopuler DepokToday, 18 Agustus 2021: Taliban Mulai Pepet China, Manfaat Mentimun Bagi Penderita Asam Urat

Perwakilan Taliban temui perwakilan China. Foto: Japantimes.
Perwakilan Taliban temui perwakilan China. Foto: Japantimes.

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu pagi, 18 Agustus 2021. Setelah berhasil merebut Afghanistan dari pemerintahan yang sah, kelompok pemberontak Taliban secara terang-terangan akan menggandeng China untuk memperkuat kekuasaannya, menjadi terpopuler pertama.

Bagi Taliban, China merupakan bagian sumber legitimasi internasional dan pendukung ekonomi potensial mereka.

Terpopuler kedua, Mentimun diklaim bisa menjadi obat asam urat karena manfaatnya yang bisa mengatasi peradangan di persendian.

Ruas jalan Depok yang dihentikan sementara pada pukul 10.17 atau tepatnya saat bendera merah putih sedang dinaikkan di Istana Negara dalam rangka peringatan HUT RI menjadi berita populer selanjutnya.

Baca Juga: Wali Kota Depok Wajibkan Pengunjung Restoran Bawa Sertifikat Vaksin

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu pagi:

1. Berhasil Kuasai Afghanistan, Taliban Mulai Pepet China

Setelah berhasil memenangkan pertempuran dari militer Afghanistan, kelompok pemberontak Taliban kian gencar meningkatkan jangkauan dengan China.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Taliban secara terang-terangan mengaku akan menggandeng China untuk memperkuat kekuasaan mereka di Afghanistan. Di mana, hingga kini Taliban sudah berhasil merebut 23 ibu kota provinsi di negara tersebut.

Dikutip NPR, Senin 16 Agustus 2021, juru bicara mereka mengatakan, bahwa untuk memperkuat kekuasaan, Taliban bakal merangkul Tiongkok.

Hal ini sejalan dengan kemesraan mereka. Di mana pada 2019 lalu, Tiongkok pertama kali pernah mengundang perwakilan Taliban untuk melakukan negosiasi. Semenjak itu, hubungan Taliban dan China makin dekat dan mesra.

Tak hanya itu, China bahkan dikabarkan menjanjikan investasi besar dalam proyek energi dan infrastruktur, termasuk proyek pembangunan jaringan jalan di Afghanistan –negara yang selama ini dikuasai Amerika Serikat.

Bagi Taliban, China merupakan bagian sumber legitimasi internasional dan pendukung ekonomi potensial mereka. Dengan begitu Taliban tak ragu untuk bekerjasama dengan Tiongkok, apalagi melihat keuntungan besar yang akan mereka dapat tak lama lagi.

Dikutip dari CNN, sejak Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada bulan April bahwa mereka akan melakukan penarikan penuh pasukannya dari Afghanistan pada September ini, ada banyak spekulasi yang menyebut bahwa China akan coba memanfaatkan momen untuk mengisi kekosongan Afghanistan usai ditinggal AS.