Terpopuler DepokToday, 15 September 2021: Penis Pria Wajib Berdiri Tiap Pagi, Ciri Pasukan Yon Taifib TNI

Dokter Boyke (Foto: Istimewa)
Dokter Boyke (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu pagi, 15 September 2021. Pertama, Seksolog dr. Boyke Dian Nugraha menyebut kalau penis pria wajib berdiri di pagi hari.

Selanjutnya, Batalyon Intai Amfibi atau Yon Taifib Korps Marinir TNI AL dijuluki sebagai malaikat pencabut nyawa.

Ketiga, ketegangan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka dengan TNI dan Polri masih berlangsung. Fakta terbaru, aparat menemukan adanya campur tangan Amerika dalam upaya pemberontakan itu.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu pagi:

1. Kaum Pria, Waspadai Penis Tidak Berdiri di Pagi Hari, Risikonya Besar

Menurut Seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha, keadaan penis berdiri secara otomatis di pagi hari atau morning wood wajib dialami pria. Dia malah mewanti-wanti jika kejadian itu tidak dialami pria.

“Pagi-pagi si dia bangun sendiri itu wajib. Kalau sampai tidak terjadi berarti ada gangguan,” ungkap Dokter Boyke dilansir dari JPNN.com.

“Di sini kita bayangkan aliran darah lancar ya. Gara-gara ingin kencing otomatis si dia bangun. Kena celana dalam dia juga bangun. Jadi sensitivitasnya naik,” papar dia.

Nah keadaan akan berbeda ketika pria mengalami gangguan peredaran darah atau pembuluh darah, darahnya kental. Prianya stres atau tidak, penis bisa tidak berdiri di pagi hari.

“Kalau ada gangguan organegenik berupa aliran darah tidak lancar dan darah mengental otomatis si dia maunya bobo. Dia enggak mau bangun apalagi berdiri di pagi hari,” ucapnya.

Dokter Boyke memaparkan, mengapa penis pria bisa berdiri sendiri waktu pagi. Itu karena ada rangsangan ingin kencing saja.

Selain itu pada pukul 02.00 sampai 03.00 dihi hari hormon testosteronnya juga naik. Kemudian kadung kemihnya juga penuh makanya kena sentuhan sedikit saja spontan berdiri.

“Jangan sampai dibiarkan karena bisa berakibat fatal yaitu terjadi impotensi bila penyebabnya karena gangguan pembuluh darah dan aliran darah,” sebut dia.

2. Pantes Dijuluki Malaikat Pencabut Nyawa, Ternyata Ini Ciri Pasukan Yon Taifib

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki sejumlah pasukan khusus yang kemampuannya telah disegani bangsa asing. Salah satunya adalah Batalyon Intai Amfibi atau Yon Taifib.

Disitat dari berbagai sumber, Yon Taifib merupakan satuan elit Korps Marinir TNI AL yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khussus (Special reconnaissance).

Prajurit Yon Taifib (Foto: Istimewa)
Prajurit Yon Taifib (Foto: Istimewa)

Kesatuan ini dianggap sebanding dengan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Sebelumnya satuan tersebut dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Nah, pasukan khusus Yon Taifib ini diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 kilo meter.

Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.

Merujuk pada data wikipedia, ada sejumlah ciri prajurit Yon Tiafib. Berikut ulasannya:

1.Didapatkan melalui seleksi yang ketat, berasal dari prajurit Marinir pilihan yang mempunyai kemampuan fisik prima, serta mempunyai tingkat psikologi standar Pasukan Khusus sesuai tuntutan.

2.Rasio pasukan Taifib selalu jauh lebih kecil dari pasukan biasa/reguler, karena dalam tugas-tugas khusus dituntut kecepatan, kerahasiaan yang tinggi, keakuratan, keuletan, disiplin lapangan serta keberhasilan tugas.

3.Dididik dengan ketat dan keras melalui beberapa tahap, dimana setiap tahapan yang dibuat untuk mengukur tingkat kesiapan siswa dan melanjutkan proses penggemblengan untuk menjadi calon prajurit Taifib

4.Dilatih secara khusus mengikuti program yang ketat dengan tingkat risiko yang tinggi.

Hal tersebut tergambar dalam program berupa pembinaan yang keras, pembinaan mental dengan tingkat stressing yang tinggi, pembinaan berbagai keterampilan khusus yang dikondisikan seperti dalam tugas sebenarnya.

Latihan-latihan tersebut meliputi kemampuan dalam aspek yang harus dilaksanakan, yaitu di laut, darat dan udara.

5.Mempunyai kemampuan melaksanakan tugas secara berdiri sendiri, dari induk pasukan dalam artian mampu melaksanakan survival secara tim maupun perorangan.

Tak hanya itu, pasukan yang dijuluki Yamadhipati atau Malaikat Pencabut Nyawa ini harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mampu mengatasi tekanan mental di daerah penugasan.

Setiap prajurit yang tergabung di sana harus memiliki kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi ke atau dari daerah musuh melalui media, antara lain free fall dengan sistem HALO dan HAHO, STABO/SPIE, berenang, menyelam, serta salah satu kemampuan bawah air atau combat swimmer melalui peluncur torpedo kapal selam.

3. TNI Polri Temukan Bukti Campur Tangan Amerika di Balik Kebrutalan OPM

Aparat TNI-Polri menduga kuat ada campur tangan negara asing dalam aksi separatis TPNPB OPM di bumi cenderawasih. Hal itu terungkap dari sejumlah bukti-bukti yang ditemukan aparat saat melakukan patroli sejak beberapa hari terakhir ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Jumat 10 September 2021, berdasarkan penulusuran TNI-Polri di Papua, ternyata diduga ada dua negara yang diduga terlibat dalam aksi-aksi gerakan separatis tersebut, yakni Amerika Serikat (AS) dan Papua Nugini (PNG).

Keterlibatan AS dan Papua Nugini itu bermuara dari temuan aparat terkait senjata yang digunakan Kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dari hasil penyelidikan, senjata yang dimiliki KKB Papua ternyata merupakan produksi AS dan diperoleh melalui Papua Nugini, negara tetangga yang masih satu daratan dengan Papua Barat.

Sebagaimana diketahui, TNI berhasil menangkap dua anggota KKB Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, di Distrik Oksibil, pada Selasa 7 September 2021.

Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)
Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)

Bersamaan dengan itu, prajurit TNI juga mengamankan total 5 pucuk senjata api. Di antaranya dua pucuk senjata api jenis M-16 yang salah satunya dilengkapi dengan pelontar granat, dan satu pucuk senapan laras panjang rakitan.

Kemudian, pada 4 September 2021, Pasukan Satgas Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyita satu pucuk senjata jenis pistol P1 dari teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Hasil perolehan senjata tersebut terjadi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua, Sabtu 4 September 2021.

Dansatgas Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan, Tim Dalpur yang terlibat dalam operasi di Kampung Bugapa Distrik Sugapa dipimpin langsung oleh Lettu Inf Yulian Nugroho.

Operasi ini, kata dia, merupakan tindaklanjut kegiatan dari Operasi Bajra 10 yang digelar untuk mencari dan menyekat pergerakan kelompok KKB yang berada di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

“Tim Dalpur berhasil mengamankan satu pucuk pistol P1 milik KKB dan beberapa barang bukti perlengkapan perang lainnya dalam pembersihan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi,” ujar Arfa dalam keterangan tertulis dikutip Senin 6 September 2021.

Dari hasil penelusuran TNI, ternyata senjata api yang disita dari dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Ngalum Kupel di kawasan Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua disebut berasal dari Papua Nugini.

Dua orang yang ditangkap itu adalah Yulian Uropmabin (36) dan Kapol Uropmabin (42). TNI mengaku akan menyerahkan keduanya ke Polda Papua untuk diproses hukum.

Adapun senjata sitaan itu merupakan produk negara Super Power alias AS dan masuk ke Papua lewat negara tetangga Papua Nugini.

“Sudah dipastikan dari nomor seri senjata api buatan Amerika Serikat, bukan milik TNI-Polri, yang diambil berasal dari Bougenville, Papua Nugini (PNG),” katanya.

“Dari pengakuan sementara kedua anggota KSB yang ditangkap terungkap senpi berasal dari Bougenville, PNG,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, di Jayapura, Rabu 8 September 2021.