Terpopuler DepokToday, 14 September 2021: Bule Cantik Prancis Dikasih Mahar Cobek, TNI Polri Temukan Bukti Campur Tangan Amerika

Melissa, bule cantik asal Prancis yang kini menjadi istri Indra, pria asal Lombok. (Foto: Istimewa)
Melissa, bule cantik asal Prancis yang kini menjadi istri Indra, pria asal Lombok. (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Selasa pagi, 14 September 2021. Pertama dari cerita sejoli bule cantik Prancis dengan pria berkebangsaan Indonesia.

Pria tersebut menikahi bule cantik Prancis tersebut dengan mahar seperangkat alat shalat, cerek hingga cobek batu dan berhasil menyita perhatian publik.

Selanjutnya, ketegangan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka dengan TNI dan Polri masih berlangsung. Fakta terbaru, aparat menemukan adanya campur tangan Amerika dalam upaya pemberontakan itu.

Ketiga, pada aplikasi PeduliLindungi terungkap fakta banyak masyarakat positif COVID-19 bebas berkeliaran di mal.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini, Selasa 14 September 2021

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Selasa pagi:

1. Dinikahi Pelayan Restoran, Bule Cantik Prancis Rela Dikasih Mahar Cobek

Melissa dan Indra adalah salah satu pasangan multikultural yang sempat menyedot perhatian publik. Melissa adalah bule cantik asal Prancis, sedangkan sang suami, Indra, adalah pria asal Lombok.

Selain karena disatukan dari negara yang berbeda, kisah ini jadi perhatian karena Indra yang berasal dari suku Sasak, memberi mas kawin untuk Melissa berupa seperangkat alas shalat, cerek hingga cobek batu.

Dilansir dari haibunda.com, pertemuan mereka berawal di restoran. Ketika itu Melissa menjadi tamu di tempat Indra yang bekerja sebagai pelayan.

Dari pertemuan itu berlanjut hingga akhirnya Melissa si bule cantik asal Prancis itu menerima pinangan Indra.

Tak hanya itu, Melissa bahkan menjadi mualaf. Ia tampil lebih santun memakai penutup kepala. Melissa juga belajar ilmu agama Islam dengan sangat giat.

Melalui tayangan YouTube pribadinya, bule cantik asal Prancis itu pun kini rutin belajar mengaji. Ia membeli Al-Qur’an dengan terjemahan Bahasa Prancis. Saat ini Melissa memang belum mampu membaca tulisan Arab, namun ia mempelajarinya perlahan-lahan lewat terjemahan.

“Ada penjelasannya kalau ada kata-kata khusus. Jadi saya bisa mengerti karena saya belum bisa bahasa Arab,” kata Melissa di kanal YouTube Indra Sasak, dikutip pada Senin 13 September 2021.

Atas pernikahannya itu, Melissa dan Indra sudah dikaruniai seorang anak bernama Aytham. Mereka sepakat memakai Bahasa Inggris di rumah. Namun anaknya mampu menggunakan empat bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Prancis, Indonesia, Inggris, dan Sasak.

2. TNI Polri Temukan Bukti Campur Tangan Amerika di Balik Kebrutalan OPM

Aparat TNI-Polri menduga kuat ada campur tangan negara asing dalam aksi separatis TPNPB OPM di bumi cenderawasih. Hal itu terungkap dari sejumlah bukti-bukti yang ditemukan aparat saat melakukan patroli sejak beberapa hari terakhir ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Jumat 10 September 2021, berdasarkan penulusuran TNI-Polri di Papua, ternyata diduga ada dua negara yang diduga terlibat dalam aksi-aksi gerakan separatis tersebut, yakni Amerika Serikat (AS) dan Papua Nugini (PNG).

Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)
Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)

Keterlibatan AS dan Papua Nugini itu bermuara dari temuan aparat terkait senjata yang digunakan Kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dari hasil penyelidikan, senjata yang dimiliki KKB Papua ternyata merupakan produksi AS dan diperoleh melalui Papua Nugini, negara tetangga yang masih satu daratan dengan Papua Barat.

3. Gawat, PeduliLindungi Catat Ribuan Orang Positif COVID-19 Masuk Mal

Aplikasi PeduliLindungi yang mulai diberlakukan untuk berbagai syarat banyak keperluan telah mencatat adanya ribuan orang positif COVID-19 yang ingin masuk ke dalam mal.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan adanya fakta tersebut lewat konferensi persnya yang dikutip Minggu 11 September 2021.

“Kita sudah berhasil menjaring kira-kira kasus hitam sebanyak 1.625. Jadi ini adalah mereka yang tidak diketahui sebelumnya atau diketahui sebelumnya menderita COVID-19 atau kontak erat,” sebut Dante.

Mayoritas kata dia, mereka yang terdeteksi positif COVID-19 namun berkeliaran ini terdeteksi masuk ke dalam mal. “Itu terutama disebabkan karena mereka terdeteksi di sektor perdagangan terutama ketika akan masuk mal,” sebut dia.

Kominfo PeduliLindungi (Foto: Istimewa)
Kominfo PeduliLindungi (Foto: Istimewa)

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan, total masyarakat yang melakukan skrining dengan menggunakan Peduli Lindungi telah mencapai 20,9 juta orang.

“Dari total 20,9 juta orang tersebut, terdapat 761 ribu orang yang masuk kategori merah, tidak diperkenankan masuk/melakukan aktivitas ditempat publik oleh sistem,” katanya.

“Dan juga terdapat 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba untuk melakukan aktivitas publik,” jelasnya

Menurut Luhut, pemerintah akan menindak orang yang masuk dalam kriteria hitam peduli lindungi yang masih berusaha melakukan aktivitas di area publik dengan membawa mereka ke dalam isolasi terpusat.