Terpopuler DepokToday, 14 Oktober 2021: Bahasa Indonesia Juga Digunakan di Negara Tetangga, Rumah Mengeluarkan Air Banjir

Bendara Merah Putih. (Foto: Istimewa)
Bendara Merah Putih. (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Kamis, 14 Oktober 2021. Pertama, bahasa Indonesia juga dipelajari di negara-negara lain, tercatat hingga Juli 2021 sudah ada 30 negara yang menggunakannya.

Terpopuler kedua, sebuah rumah menjadi sorotan karena dari dalamnya mengeluarkan air banjir yang menyebabkan lingkungan tergenang.

Selanjutnya, keberadaan Densus 88 dikritik untuk dibubarkan, karena dianggap menghabiskan anggaran.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Kamis siang:

1. Bangga, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Wajib Tentara di Negara Ini, Hingga Diperdengarkan di Luar Angkasa

Tidak hanya menjadi bahasa wajib nasional, Bahasa Indonesia yang ditetapkan pada 18 Agustus 1945 sebagai bahasa negara kita, juga dipakai sejumlah negara lain.

Negara lain yang menggunakan bahasa nasional juga tidak sedikit. Sebelum sampai ke pembahasan negara lain yang menggunakan bahasa kita, perlu diketahui, bahasa resmi bangsa kita ini sudah menghiasi perjalanan sejarah nasional.

Bermula dari lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dalam poin ketiga bertuliskan, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”

Pada tanggal 18 Agustus 1945 bahasa nasional ditetapkan sebagai alat komunikasi negara. Bahkan bahasa kita banyak dipelajari bangsa lain.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat bahasa kita digunakan dan dipelajari oleh banyak negara. Per Juli 2021 tercatat sudah ada 30 negara yang menggunakan bahasa kita.

Selain itu terdapat 76 lembaga dan 7.638 oran-orang di berbagai negara yang mempelajari bahasa kita

Salah satu negara yang menggunakan bahasa kita sebagai bahasa resmi setelah bahasa utamanya adalah Vietnam. Hal ini dilakukan Vietnam untuk meningkatkan studi bahasa kita dan menjaga hubungan bilateral dengan negara kita.

Vietnam mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua pada Desember 2007. Penggunaan Bahasa Indonesia di Vietnam sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang di negeri itu.

Lebih lanjut, bahasa kita juga menjadi salah satu bahasa wajib yang digunakan untuk Tentara Kamboja. Selain itu, bahasa  kita juga pernah diperdengarkan di luar angkasa pada 1977. Melalui rekaman piring hitam Satelit Voyager (NASA), bahasa kita diperdengarkan di luar angkasa.

2. Aneh! Rumah Ini Mengeluarkan Banjir, Warganet Fokus Penampakan Hitam, Simak Videonya

Aneh tapi nyata, sebuah rumah mengeluarkan air yang cukup deras hingga menyebabkan banjir. Peristiwa unik itu sontak menyedot perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Salah satu akun Instagram yang memposting kejadian ini adalah fakta.indo. Dalam video yang beredar itu terlihat, air mengalir cukup deras dari dalam rumah tersebut.

Jika diperhatikan, air yang berasal dari dalam rumah itu seperti luapan sungai. Airnya berwarna cokelat dan cukup deras ke luar melalui pintu utama rumah tersebut. Sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian tampak kebingungan.

Tampak situasi dalam video cuaca sedang hujan. Luapan air yang berasal dari dalam rumah tersebut menyebabkan kawasan di sekitar banjir.

Banjir di Pasir Putih, Depok beberapa tahun lalu (DepokToday.com)
Banjir di Pasir Putih, Depok beberapa tahun lalu (DepokToday.com)

“Kejadiaan unik, air banjir mengalir deras dari dalam rumah warga,” sebut akun itu dalam laporan yang dikutip DepokToday.com pada Rabu 13 Oktober 2021.

mereka yang mengira jika air tersebut datang dari aliran sungai yang ada di belakang rumah tersebut.

Namun ada juga yang berkomentar kocak lantaran menyamakan pintu rumah itu dengan pintu ajaib yang dimiliki tokoh film animasi, Doraemon. Tapi ada juga yang gagal fokus lantaran melihat pakaian dalam wanita.

“Pintu Doraemon,” kata seorang netizen.

“Tolong kacamata hitam yang tergantung dikondisikan dulu,” kata yang lain.

“Hitam-hitam yang digantung apa itu,” timpal warganet lainnya.

“Ini dimana dan gimana bisa kaya gitu?” tanya warganet.

“Kran kamar mandinya lupa di matiin itu.”

“Belakangnya mungkin sungai ini,” ujar netizen.

“Tembok belakang berpapasan dengan tembok kali. Jadi jebol. Lewat rumah air nya keluar,” kata netizen lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti dimana lokasi kejadian tersebut.

3. Minta Anggaran Densus 88, Novel Klaim Laskar Mampu Tumpas OPM

Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin ikut angkat bicara terkait usulan politisi Gerindra, Fadli Zon yang mengatakan bahwa Detasemen Khusus (Densus) 88 dibubarkan.

Menurut Novel, polemik Densus 88 sudah terjadi sejak dibentuk lantaran dianggap kerap menimbulkan ketidakadilan.

Bahkan ia menyebut, angka 88 dalam nama Densus itu juga karena merujuk jumlah korban tragedi bom Bali. Novel juga mempertanyakan peran dan keberasaan Densus yang memiliki anggaran besar.

Apalagi, saat ini sudah ada Brimob hingga Kopassus yang seharusnya bisa dioptimalkan pemerintah.

Densus 88 (Foto: Istimewa)
Densus 88 (Foto: Istimewa)

“Nah, boleh juga Densus 88 ini dilanjutkan keberadaannya. Asal dengan catatan, betul-betul menjalani fungsinya untuk memerangi teror tanpa pandang bulu. Karena Indonesia saat ini dirongrong oleh pemberontak-pemberontak yang ada di Papua,” kata Novel, dikutip Hops.id jaringan DepokToday.com pada Selasa, 13 Oktober 2021.

“Kita melihat ini, seharusnya Densus dengan biaya besar itu, harusnya fokus. Terhadap ancaman-ancaman pemberontak yang ingin memisahkan NKRI yang kita cintai ini. Itu yang menjadi target utama seharusnya,” ujarnya lagi.

Seharusnya, kata Novel, keberadaan Densus 88 bisa dioptimalkan dengam fokus terhadap berbagai ancaman pemberontak yang membahayakan NKRI.

Sebagai contoh, adanya gerakan teroris kelompok kriminal bersentaja (KKB) yang termasuk ke dalam bagian Operasi Papua Merdeka atau OPM.

Menurut dia, sudah seharusnya para pemberontak tersebut jadi target operasi utama Densus dalam memberantas terorisme di tanah air. Apalagi keberadaan KKB Papua belakangan sangat meresahkan.

“Ada OPM yang selama ini sudah memakan korban baik TNI, Polri, sipil itu sudah memakan korban. Itu jelas di depan mata,” jelas mantan petinggi FPI itu.

Oleh sebabnya, kata Novel apabila tak mau dicap Islamofobia, Densus yang dilengkapi dengan anggaran serta persenjataan harusnya wajib ikut memusnahkan teroris OPM.

Novel lantas mengusulkan opsi lain, apabila pihak Densus 88 tak mampu melawan KKB Papua, maka lebih baik senjata serta anggarannya diberikan kepada laskar. Dia pun mengklaim pihaknya mampu memberantas OPM.

Namun kalau Densus 88 saja tidak becus, maka dia mendukung adanya pembubaran sebagaimana yang diusulkan Fadli Zon.

“Itu teror, itu teror luar biasa. Jadi, kita melihat kalau nggak mampu dengan anggaran besar, kemudian senjata yang ada serahkan saja kepada ke kami. Laskar-laskar banyak. Kita akan bisa berantas itu OPM. Kalau nggak becus Densus ya bubarin.”