Terpopuler DepokToday, 11 November 2021: Dikira Batang Kayu Ternyata Binatang, Kisah Tiga Srikandi ITB

Makhluk mengerikan yang dikira batang kayu ngambang di laut (Foto: Instagram)
Makhluk mengerikan yang dikira batang kayu ngambang di laut (Foto: Instagram)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Kamis pagi, 11 November 2021. Pertama, seekor buaya sempat dikira batang kayu mengambang disebuah lautan lepas. Berita viral itu sempat ramai di masyarakat.

Terpopuler kedua, memiliki pekerjaan idaman setiap manusia, tapi tak sedikit masyarakat kesulitan mencari pekerjaan, kisah tiga srikandi asal ITB ini bisa menjadi inspiratif.

Selanjutnya, menggunakan jin penglaris di sebuah usaha bukan hal yang awam, tapi ada cirinya sebuah warung makan menggunakan jin itu simak beritanya.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Kamis pagi:

1. Dikira Batang Kayu Ngambang di Laut, Ternyata Hewan Mematikan, Ini Wujudnya

Penampakan seeokor makhluk berukuran besar menghebohkan dunia maya. Sekilas, hewan yang berada di dalam air laut itu tampak seperti batang kayu. Namun setelah ditejang ombak, ternyata itu adalah seekor buaya.

Video buaya yang berada di laut itu diposting akun Instagram @fakta.indo. Dalam keterangannya, media sosial tersebut menuliskan: Hati-hati kalau lihat benda seperti batang kayu dekat pantai.

Jika diamati, sekilas memang benda yang tampak mengapung itu mirip dengan batang pohon atau kayu. Namun ketika digulung ombak, ternyata di dalamnya terdapat buaya berukuran cukup besar.

Video berdurasi singkat tersebut membuat banyak warganet terkejut. Mereka pun tak menyangka jika benda yang dikira batang kayu tersebut ternyata adalah seekor buaya.

“Oalah….ternyata Cicak,” kata seorang warganet.

“Buaya:”Wuiiii terbanggg,” timpal netizen lainnya.

“Si buaya bisa nyamar juga ya,” kata warganet yang lain.

Mengutip wikipedia, diduga itu adalah buaya muara atau buaya bekatak dengan nama latin Crocodylus porosus. Hewan ini adalah jenis buaya terbesar di dunia.

Dinamai demikian karena buaya ini hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya.

Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Saltwater crocodile, Indo-Australian crocodile, dan Man-eater crocodile. Nama umumnya, Man-eater atau pemakan manusia, karena buaya ini terkenal pernah (dan sering) memangsa manusia dan babi yang memasuki wilayahnya.

Buaya ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia).

2. Kisah Tiga Srikandi ITB yang Jadi Rebutan Dunia Industri, Awalnya Stress

Institut Teknologi Bandung atau yang dikenal dengan sebutan ITB adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki segudang prestasi membanggakan. Maka tak heran, jika kampus tersebut cukup tersohor di lingkup nasional, maupun skala internasional.

Selain karena sederet prestasi yang dimiliki, banyak pula jebolan dari universitas itu yang kini menjadi orang suskes. Seperti Raden Irfani Hasya Fulki, Shahnaz Adiibah dan Githa Putri Rizkiani.

Ketiganya adalah alumni ITB angkatan 2017, jebolan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Semasa kuliah, mereka turut andil dalam mengharumkan nama ITB. Di antaranya, berhasil meraih Juara 1 dalam SPEEDFEST 2020 SPE UPN “Veteran”​ Yogyakarta Student Chapter.

Kemudian Juara 2 Petrolida 2020 Society of Petroleum Engineers Institut Teknologi Sepuluh Nopember Student Chapter, dan Juara 1 APECX 2020 SPE Universitas Gadjah Mada Student Chapter.

Maka tak heran, ketika lulus mereka pun langsung mendapat pekerjaan yang cukup mentereng. Githa saat ini sedang bekerja sebagai field engineer trainee, Shahnaz sebagai reservoir engineer trainee dan Fani yang bekerja di Fintech.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, ketika mengetahui mendapatkan penghargaan tersebut, mereka merasa sangat senang.

Githa dan keduanya rekannya bahkan mengaku tak menyangka akan mendapat apresiasi yang cukup besar dari ITB.

Menurutnya, kunci dari keberhasilan itu adalah proses perkembangan diri mereka yang baik sehingga dapat memiliki etos kerja yang baik dengan terus berlatih dengan konsisten.

Dari situlah akan tercipta work ethics yang baik dan membentuk dream team yang cocok agar seluruh anggota dapat berkembang. Motivasi tinggi yang dimiliki team ini membuat mereka terus berprestasi.

Awal menjadi mahasiswa baru, Githa berpikir apa yang bisa ia lakukan agar berbeda sebagai mahasiswa ITB.

Pada akhirnya Githa mengikuti organisasi dan perlombaan untuk menantang dirinya sendiri. Sedangkan Shahnaz percaya, bahwa ia selalu lebih baik dari apa yang dia pikirkan.

Sementara, motivasi Fani mengikuti banyak perlombaan bertujuan untuk mengembangkan dirinya sekaligus menunjang pengetahuan akademiknya.

Mereka memulai mengikuti perlombaan pada semester 5. Sebelumnya, mereka sudah sering belajar bersama dan ketika mendengar kabar akan diadakannya lomba, akhirnya mereka memutuskan ikut lomba pada Desember 2019.

Tiga alumni ITB yang kini sukses di dunia industri (Foto: Istimewa)
Tiga alumni ITB yang kini sukses di dunia industri (Foto: Istimewa)

Sejak dari itu, mereka sering ikut perlombaan. Walaupun sempat struggling ketika mengikuti lomba Petrolida karena masih semester 5, dan saat itu banyak mata kuliah yang belum diambil untuk menunjang lomba mereka.

Akhirnya, mereka belajar sungguh-sungguh sampai akhirnya menemukan mentor.

Tantangan terbesar menurut mereka adalah harus mempelajari hal – hal baru yang belum pernah dipelajari.

Pada dasarnya perlombaan itu harus siap menang dan kalah. Dari pengalaman team ini, mereka pernah mengikuti kompetisi Internasional (Switch Energy Alliance).

Walaupun mereka sudah memperjuangkan semaksimalnya, tetapi mungkin itu belum jalan mereka untuk menang. Pastinya ada kecewa yang dirasakan.

Tetapi dari hal tersebut, banyak pembelajaran yang bisa diambil. Hal yang bisa dipelajari menurut mereka adalah lebih sering konsultasi ke orang lain yang lebih berpengalaman, serta harus memastikan semua hal sedetail mungkin, karena saat itu mereka sedang chaos organisasi dan merasa terlalu percaya diri.

Bantuan dari mentor sangat membantu bagi mereka dalam perjalanan perjuangan ini. Jaringan alumni Perminyakan ITB yang sangat kuat dengan mahasiswa yang sedang berkuliah.

Oleh karena itu, mereka bisa menanyakan langsung ke alumni ataupun kating. Sebagai tambahannya, menurut mereka dosen ITB itu “One of the best in their fields”.

Dibalik semua perjuangan ketiga Srikandi ITB itu, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka mempelajari case setiap hari, konsisten tiap malam selama setahun bertemu untuk persiapan lomba.

Orang di luar sana sering berpikir “Mereka udah pinter aja kali, atau mereka sudah sering lomba”. Padahal, mereka memulai perjuangan dari 0 dan mempelajari hal yang belum diketahui sebelumnya.

Setiap orang pastinya pernah merasakan berada di titik terendah atau mempunyai masalah yang berbeda-beda dalam hidupnya. Sama dengan yang pernah dialami oleh mereka bertiga.

Githa pernah merasakan dimana saat semester 3 dan 4, ia baru memasuki jurusan, banyak pelajaran susah yang menurutnya ini tidak perlu dipelajari. Tetapi pada semester 5 dan 6 ia mulai mengikuti lomba-lomba dan akademiknya menjadi lebih terarah dan meningkatkan dari segi akademik.

Sementara Shahnaz, pada semester 4 merasakan kalau tidak ingin kuliah saja, karena faktor pelajaran yang susah dan diluar ekspektasi.

Menurutnya, tidak ada hubungannya dengan keilmuan teknik perminyakan. Tetapi dari situlah ia mencari jalan keluar dengan menanyakan ke kating untuk pelajaran yang akan dihadapinya.

Sedangkan bagi Fani, masa awal TPB merupakan masa yang sulit. Sering kali ia kesulitan dengan pelajaran yang susah sampai pernah keluar kelas untuk menelpon orang tuanya karena pelajarannya yang membuatnya stres.

Fani sempat meragukan diri sendiri. Tetapi, setelah menelpon ibunya, ia menjadi cukup lebih tenang.

Rencana hidup Githa kedepannya adalah ingin berkarir dahulu untuk 2-3 tahun, juga ada keinginan untuk melanjutkan S2. Sedangkan Shahnaz ingin menempuh hidup di industri sebagai engineer dan berencana melanjutkan S2 juga.

Setelah itu, ia ingin berbisnis dari hobinya yaitu membuka toko kue. Sementara Fani ingin bertahan selama mungkin di field, baru pindah ke posisi yang lebih “santai”.

Fani memiliki rencana S2 juga dan ingin mengambil Petroleum engineering.

Pesan untuk massa kampus agar terus termotivasi dari Fani dan Githa adalah untuk mencoba dan memulai. “Kita tidak pernah tau bagaimana, bila tidak dicoba dahulu.”

Sementara Shahnaz berpegang pada prinsip “We are more than what we think”, jadi kalau kamu berpikir what you do now is good enough, kalian sebenarnya bisa lebih keren dari itu.

3. Ini 5 Ciri-ciri Warung Makan yang Pelihara Jin Penglaris

Meski zaman sudah modern dan serba digital, namun nyatanya masih saja ada orang yang percaya dengan praktik pesugihan ala dukun. Bahkan, bagi sebagian orang, cara itu dianggap mampu mempercepat memperoleh tujuan, salah satunya adalah kekayaan dengan memanfaatkan jin penglaris.

Konon, praktik pesugihan yang melibatkan jin tersebut masih digunakan oleh sebagian orang agar warung atau rumah makannya laris.

Melansir desk.jabar, menurut Ustadz Khalid Basalamah, pengunaan jin penglaris atau pesugihan itu bertujuan untuk mengundang pelanggan.

Tentu saja, tidak semua bisnis tempat makan menggunakan cara-cara ghaib agar usahanya cepat laris. Asalkan makanan yang di jual enak, bersih dan harganya cocok, tentu itu akan menjadi daya tarik bagi pelanggan.

Namun bagi mereka yang ingin cara instan, praktik pesugihan seakan jadi tumpuan, padahal itu tidaklah benar karena ujung-ujungnya pasti akan bangkrut dan sengsara.

Ilustrasi ritual pemanggilan jin penglaris (Foto: Istimewa)
Ilustrasi ritual pemanggilan jin penglaris (Foto: Istimewa)

1.Biasanya, si pemilik warung atau tempat makan mempunyai satu ruangan khusus yang tidak boleh dibuka atau dimasuki siapa pun. Tempat itu adalah tempat jin untuk tinggal.

Atau pula, sebagai tempat bagi pemilik warung, rumah makan, atau restoran untuk melakukan ritual jampi-jampi. Biasanya, ruangan khusus tersebut diletakan tersembunyi agar tidak menimbulkan kecurigaan.

2.Rasanya biasa ketika dimakan di rumah, jin penglaris adalah menjaga tempat usaha tuannya, juga soal rasa.

Ada pun jin penglaris membuat makanan-makanan menjadi menggoda selera.

Namun rasanya yang enak itu sebenarnya imajiner. Biasanya, ketika dimakan di rumah makan tersebut sangat enak, namun ketika dibungkus lalu dimakan di rumah rasanya sangat biasa, tidak enak, dan cepat basi.

3.Rasa makanan tersebut berubah menjadi biasa saja, setelah kita berdoa sebelum makan.

4.Pengunjung kebanyakan berasal dari luar daerah, namun warga sekitar justru sangat tidak berselera membeli.

5.Tempatnya kotor, tapi selalu ramai. Ini biasanya merupakan syarat dari dukun kepada pemilik usaha.