Terpopuler DepokToday, 11 Agustus 2021: Baliho Puan, Gatot Singgung COVID Perang Biologi

Baliho Puan Maharani (Foto: Istimewa)
Baliho Puan Maharani (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu pagi, 11 Agustus 2021. Komentar budayawan Sudjiwo Tedjo yang meminta TNI mencopot baliho Puan Maharani menjadi terpopuler pertama.

Baliho puan dianggap tidak mencerminkan rasa kepedulian ditengah pandemi COVID-19 dan tidak etis jika untuk berkampanye karena jabatan presiden masih lama.

Selanjutnya, Mantan panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dalam wawancaranya dengan salah satu portal berita menyebut kalau COVID-19 ini dicurigai sebagai perang biologi antar negara.

Menteri Kesehatan era Presiden SBY, Siti Fadilah Supari kembali bersuara tentang keanehan COVID-19 yang terus bermutasi dan beredar di Indonesia. Siti pun meminta pemerintah mengerahkan peneliti-peneliti terbaik untuk mendalami dan eksplorasi karakter virus corona.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Tinggal di Boponter Hangus Terbakar

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu pagi:

1. Sang ‘Presiden’ Minta TNI Copot Baliho Puan, Sudjiwo: Kasihan PKL

Budayawan kondang yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Republik Jancukers, Sudjiwo Tedjo ikut melontarkan kritik pedas terkait maraknya baliho Puan Maharani yang disinyalir mengarah pada ambisi Pilpres 2024.

Sudjiwo meminta, TNI turun tangan memberantas sejumlah baliho tersebut. Dan bila sudah dicopot, maka ia menyarankan agar baliho Puan diberikan untuk sejumlah pedagang kaki lima (PKL) seperti tukang cat dan pedagang soto.

“Bahan balihonya bisa cepat-cepat dimanfaatkan rakyat untuk tenda kaki lima UMKM: Soto Lamongan, dan lain-lain,” cuit Sudjiwo Tejo di akun twitternya @sudjiwotedjo dikutip pada Selasa 10 Agustus 2021.

Menurutnya, baliho-baliho Puan bisa dimanfaatkan rakyat kecil untuk membuka usaha kaki lima dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Menjadikan baliho-baliho itu sebagai tenda kaki lima membuat lapangan kerja baru: tukang cat, tukang jahit, dan lain-lain,” ujarnya.

"<yoastmark

Pada narasi cuitannya tersebut, Sudjiwo Tedjo juga berharap aparat TNI bisa turun tangan untuk menurunkan baliho Puan Maharani yang saat ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sebab, menurut Sudjiwo Tedjo, pemasangan baliho Puan Maharani itu tidak etis lantaran masa jabatan Presiden Jokowi masih lama.

“Kudukung penuh bila tentara kembali turun tangan turunkan baliho-baliho yang tak sesuai rasa senasib pandemi. Tak etis pada Presiden jokowi yang sisa masa jabatannya masih lama.”