Terpopuler DepokToday, 1 Oktober 2021: Anggota KKB Tewas, Cara Bikin Tikus Rumah Kapok

Satu anggota Brimob gugur ditembak KKB (Foto: Istimewa)
Satu anggota Brimob gugur ditembak KKB (Foto: Istimewa)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Jumat pagi, 1 Oktober 2021. Pertama, anggota KKB tewas dalam penyerangan pos keamanan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Terpopuler kedua, keberadaan hewan pengerat tikus di dalam rumah terkadang membuat jengkel. Belakangan terungkap, cara ampuh untuk menghilangkannya adalah dengan menggunakan minyak goreng.

Selanjutnya, saksi kunci pemberontakan G30S PKI merupakan seorang anggota kepolisian berpangkat perwira menengah. Adalah AKBP Soekitman yang membocorkan kuburan para dewan jenderal kepada anggota RPKAD kala itu.

Baca Juga: 6 Pasar Tradisional Ini Jadi Uji Coba Penggunaan PeduliLindungi

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Jumat pagi:

1. Pos Keamanan Kembali Diserang, Polisi Sebut Anggota KKB Tewas

Polisi mengatakan jika satu orang anggota KKB Tewas pada Rabu 29 September 2021. Pada kejadian itu, KKB kembali berusaha menyerang pos keamanan di Kiwirok.

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebutkan, aparat keamanan melumpuhkan satu anggota KKB yang ikut dalam penyerangan itu. “Mereka menyerang dan kita hantam mereka, dipastikan satu tewas,” kata Faizal, seperti dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, dua personel polisi tertembak ketika kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang pos keamanan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Selasa 28 September 2021.

Kedua personel yang terluka adalah Iptu Budi Basra dan Bharatu Yacob Tumboy. Iptu Budi terluka di bagian dada, sementara Bharatu Yacob terserempet peluru di pelipis kanan.

Kedua korban kini telah dievakuasi dan mendapat perawatan di RS Bhayangkara Jayapura. Kapolri Jenderal Lityo Sigit Prabowo membesuk kedua korban di RS Bhayangkara Jayapura, pada Rabu 29 September 2021.

Kapolri menyebut, kondisi kedua polisi itu telah membaik. “Dia ditembak pada saat terjadi bentrokan, kalau kita lihat kondisinya sudah membaik, tentu kita berdoa supaya kesembuhannya bisa cepat,” ujar Listyo di Jayapura.

Situasi keamanan di Distrik Kiwirok mulai terganggu sejak 13 September 2021. Saat itu KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, terlibat kontak senjata dengan aparat keamanan.

Dari kejadian tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan, sedangkan komandan operasi KKB Ngalum Kupel Elly M Bidana tewas, dan dua anggota KKB lainnya terluka.

Namun setelah kontak senjata tersebut, KKB justru turun ke pusat kota Kiwirok dan melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti puskesmas, sekolah, hingga kantor Bank Papua.

Dalam aksi tersebut, seorang Nakes, Gabriella Maleani tewas, dan empat nakes lainnya terluka. Saat ini, 35 personel Satgas Nemangkawi telah masuk ke Kiwirok setelah berjalan kaki selama 30 jam dari Distrik Oksibil.

2. Minyak Goreng Bisa Bikin Tikus Kapok Datang ke Rumah, Nih Caranya

Tikus adalah salah satu hewan pengerat yang keberadannya bisa bikin pemilik rumah jengkel. Ya, selain karena mengundang banyak bakteri, jenis hama ini juga dikenal rakus karena pemakan segala.

Berbagai cara pun kerap dilakukan untuk mengusir hewan ini. Dari mulai menabur racun, memasang perangkap hingga mencoba berbagai obat kimia.

Tapi tahukah Anda, tikus ternyata bisa dengan mudah diusir hanya dengan menggunakan minyak goreng?

Ilustrasi mengusir tikus dari rumah (Foto: Istimewa)
Ilustrasi mengusir tikus dari rumah (Foto: Istimewa)

Yup, belakangan diketahui, kandungan minyak goreng yang biasa ada di dapur ternyata cukup efektif untuk membuat tikus kapok datang ke rumah. Caranya pun cukup mudah. Berikut ulasannya:

Disitat DepokToday.com dari Tribunews.com, untuk mengusir tikus adalah dengan mencampurkan minyak goreng bersama bubuk cabai. Itu lantaran bubuk cabai sendiri memiliki aroma yang menyengat dan pedas.

Seperti diketahui, tikus adalah hewan yang mengandalkan indera penciuman. Maka tak heran jika tikus dapat dengan mudah mencari makanan.

Nah jika tikus mencium aroma cabai akan membuatnya langsung tak berdaya. Sedangkan minyak goreng berfungsi untuk membuat aroma bubuk cabai tersebut semakin kuat.

Begini cara menggunakan minyak goreng dan bubuk cabai untuk mengusir tikus dari kediaman Anda:

– Sediakan beberapa sendok makan minyak goreng

– Sediakan beberapa sendok juga bubuk cabai.

– Campurkan minyak goreng tersebut dengan bubuk cabai

– Aduk lah sampai rata

– Setelah itu oleskan lah di daerah-daerah yang sering dilalui tikus atau sarangnya

– Dengan begitu tikus di rumah pun akan mati berjatuhan dan kapok balik lagi ke rumah.

Nah mudah sekali bukan? Silahkan mencoba dijamin tikus kapok balik lagi ke rumah Anda.

3. Mengenang AKBP Soekitman, Polisi Depok Saksi Kunci Lubang Maut PKI

AKBP (anumerta) Soekitman, adalah salah satu tokoh yang cukup penting di balik penumpasan Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia atau yang populer disebut G30S/PKI.

Soekitman memiliki jasa  besar karena dari keterangan dialah jasad para jenderal korban PKI ini berhasil ditemukan di Lubang Buaya, kawasan Jakarta Timur. Lantas seperti apakah kisah Soekitman saat itu?

Disitat dari wikipedia dan tirto.id, kejadian bermula ketika AKBP Soekitman sedang melakukan tugas patroli menggunakan sepeda pada malam hari bersama rekannya, yakni Agen Polisi Soetarso di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, tepatnya 30 September 1965.

Kemudian, selepas dinas, Soekitman tetap sibuk membersihkan sepeda. Nah, sekira pukul 00:00 WIB, ia tiba-tiba mendengar suara tembakan yang datang dari arah utara, Jalan Trunojoyo sekitar Markas Besar Angkatan Kepolisian (Mabak) yang sekarang bernama Mabes Polri.

Dilansir DepokToday.com dari tirto.id, tadinya ia tidak terlalu yakin suara tembakan dari sekitar Mabak, tapi karena penasaran Soekitman tetap ingin memeriksa.

Sambil bertanya-tanya dalam hati siapa gerangan yang berani menyerang Mabak, ia pun segera meluncur dengan terburu-buru tanpa sempat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.

Kendati suara letusan senjata terus terdengar, namun hal itu tak membuat nyali AKBP Soekitman ciut. Ia terus melaju mendekati sumber suara tembakan. Ketika laju sepedanya makin kencang, tiba-tiba ia diadang oleh sekelompok orang bersenjata di sekitar Jalan Hasanuddin 53, Blok M.

AKBP Soekitman (Foto: Istimewa)
AKBP Soekitman (Foto: Istimewa)

Kala itu ia tidak tahu jika dirinya dihentikan di sekitar rumah Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan. Sejumlah orang tersebut kemudian memintanya untuk menyerah dan melepaskan senjata.

Kemudian, Soekitman ikut dibawa ke dalam truk. Kala itu, Soekitman yang berpangkat Agen Polisi Tingkat II turut dibawa ke Lubang Buaya dan menjadi salah satu saksi penculikan dan pembunuhan beberapa pemimpin TNI dalam Peristiwa G30S/PKI.

Karena tidak masuk dalam daftar orang yang diincar, Soekitman akhirnya dilepaskan begitu saja. Bahkan senjatanya yang telah patah pun dikembalikan. Karena kelelahan, Soekitman tertidur di bawah sebuah truk di pangkalan udara dekat kawasan tersebut.

Masih merujuk pada artikel tirto.id, saking letihnya, suara tembakan bersahutan hanya terdengar sayup dan tak mampu membangunkan Soekitman.

Ketika bangun, ia sadar pasukan telah berganti, bukan lagi kelompok yang membawanya ke Lubang Buaya pada Jumat pagi menjelang subuh. Kepada pasukan baru itu Soekitman  mengaku dirinya adalah polisi yang dibawa pasukan penculik dari Kebayoran.

Namun demikian, ia tak bisa memastikan siapa saja orang-orang yang diculik dan dibunuh di Lubang Buaya.

Soekitman hanya bisa menginformasikan bahwa mereka yang dihabisi adalah orang-orang yang diteriaki “kabir” oleh para pembunuhnya. Polisi berpangkat rendah itu kemudian dibawa ke markas Resimen Cakrabirawa.

Berbekal informasi darinyalah, Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD akhirnya berhasil menemukan sumur maut, kuburan para jenderal dan perwira Angkatan Darat.

Disitat DepokToday.com dari wikipedia, atas jasa-jasanya tersebut, dia mendapatkan kenaikan pangkat dari AKP (Ajun Komisaris Polisi) menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Soekitman yang tinggal di kawasan Pancoran Mas, Depok itu menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 Agustus 2007, di usia 64 tahun.