Terlibat Kasus Narkoba, Kejari Depok Tuntut Junaedi Cs Hukuman Mati

Jeratan hukuman mati untuk terdakwa kasus narkoba di kota Depok. (DepokToday.com)
Jeratan hukuman mati untuk terdakwa kasus narkoba di kota Depok. (DepokToday.com)

DepokToday- Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengajukan tuntutan mati terhadap tiga terdakwa kasus narkoba jaringan internasional, dengan barang bukti sebanyak  258 kilogram sabu.

Kasi Pidum Kejari Depok, Arif Syafrianto mengungkapkan, ketiga terdakwa adalah Junaedi, Eko Saputro dan Zulkarnaen.

“Tuntutannya hukuman mati terhadap Junaedi Cs karena kasus narkoba ini cukup besar. Nah, Senin depan adalah agenda pembelaan mereka,” katanya dikutip pada Kamis 19 Agustus 2021.

Menurut Arif, tuntutan tersebut telah sesuai karena jumlah barang bukti yang ditemukan dalam jumlah besar serta ketiganya terlibat jaringan internasional.

Baca Juga: Polsek Pancoran Mas Ringkus ABG yang Serang Warga Bulak Timur

Untuk diketahui, kasus narkoba itu diungkap ketika AKBP Aldo Ferdian menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Depok. Tumpukan barang haram itu disita Aldo dan tim dari hasil pengejaran hingga ke wilayah Pekanbaru.

Ada tiga tersangka yang diamankan. Mereka adalah, Junaedi, Eko Saputro dan Zulkarnaen.

Kasus ini merupakan pengembangan dari Kota Padang, dengan satu tersangka atas nama Edi Pranoto, berikut barang bukti sabu seberat 44 kilogram sabu, beberapa waktu lalu.

Jejak Kasus Narkoba Hingga Tuntutan Mati di Depok

Dengan dua temuan tersebut, maka total barang bukti sabu yang berhasil disita anak buah Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar itu jumlahnya mencapai 302 kilogram.

“Di Pekanbaru, modus yang digunakan adalah mereka mengambil di kendaraan di mobil. Dan mereka memang transaksinya di parkiran rumah sakit,” kata Aldo pada Rabu, 10 Februari 2021.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar memusnahkan barang bukti sabu dihadapan tersangka EP (DepokToday.com)
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar memusnahkan barang bukti sabu dihadapan tersangka EP (DepokToday.com)

Jadi modusnya, jelas Aldo, pada saat mobil masuk rumah sakit, barang haram tersebut ada di dalam karung.

“Kemudian mereka sudah menyiapkan koper-koper kosong untuk dimasukan ke dalam koper tersebut.”

Ketiga tersangka memiliki peran berbeda. “Ada peran yang memindahkan dari karung ke koper, kemudian ada yang menggeser kendaraan. Jadi mobil Kijang inilah yang digunakan oleh para TSK untuk memindahkan barang tersebut.”

Atas perbuatannya itu, para tersangka ternacam dengan jeratan pidana hukuman mati. (rul/*)