Terima Anggota Baru, Kaphac 32 Gelar Pameran Fotografi Bertajuk Anglocita

Pembukaan pameran foto Kaphac 32 bertajuk Anglocita di Hay! Coffee, Sawangan, Kota Depok, Jumat 19 November 2021. (Depoktoday.com)
Pembukaan pameran foto Kaphac 32 bertajuk Anglocita di Hay! Coffee, Sawangan, Kota Depok, Jumat 19 November 2021. (Depoktoday.com)

DepokToday – Pameran foto bertajuk ‘ANGLOCITA’ diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Kampus Tercinta Photography Club atau Kaphac 32 Kampus IISIP Jakarta selama lima hari di Hay! Coffee, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

Ketua pameran foto, Herdyan Anugrah Triguna (19) mengatakan, sesuai dengan tajuknya ‘ANGLOCITA’, foto yang dipamerkan dalam galeri ini merupakan ungkapan isi hati dari sang pemotret.

“Anglocita berasal dari bahasa sansekerta yang berarti mengutarakan isi hati,” kata Herdyan, Jumat 19 November 2021.

Herdyan mengatakan, alasannya mengambil tajuk itu, karena dalam setiap pembuatan karya, tidak terlepas dari ego dan rasa simpati si pembuat karya termasuk fotografi. Baik dari pengalaman pribadi atau barisan cerita pengalaman yang diangkat dari narasumber.

“Kami memanfaatkan medium visual untuk mengutarakan isi hati melalui kemasan foto cerita,” kata Herdyan.

Lebih jauh Herdyan mengatakan, pameran foto ini sebagai ajang unjuk gigi dari para Calon Anggota Kaphac 32 Angkatan 23, dimana ada sebanyak 70 karya foto yang diproduksi oleh 6 orang peserta pameran.

“Pameran ini diselenggarakan secara luring mulai Jumat 19 hingga 23 November 2021,” kata Herdyan.

Rangkaian foto dimulai dari kisah Joko Pitoyo (30) karya Zahran Faiq Alghifa. Foto itu bercerita tentang Joko yang merupakan Punk. Ia terus beusaha tak melawan stigma buruk yang melekat di dirinya bersama rekan-rekan Punk lainnya.

Lalu, ada karya Naufal Adhwaa yang menceritakan tentang kurir bersepeda. Dalam panel lain ada karya M. Naufal Ghozy yang menceritakan penantian kepulangan sang Ayahanda yang terpaksa tak pulang akibat pandemi COVID-19.

Kemudian, ada karya dari Dariansyah yang menceritakan tentang kebanggaannya tentang sosok Pa Eyang Tonny Soekanto. Ia merupakan Perwira tinggi Angkatan Laut berpangkat Laksamana Muda dan pernah menjadi Komandan Kapal Perang dalam Operasi Trikora tahun 1961- 1962.

Karya berikutnya milik Nur Al Fajar Rumsari yang kagum akan sosok Ibu Desy Purwanungting (43) karena masih berbuat baik kepada semua orang meski dokter telah memvonisnya tak akan lama hidup akibat kanker usus besar stadium dua.

Terakhir, karya Herdyan Anugrah Triguna yang memotret perjuangan para Relawan Patwal Ambulance Indonesia (RPAI). Dalam karyanya, Herdyan menggambarkan relawan yang tak kenal lelah membantu mengawal ambulans membawa pasien ke Rumah Sakit. (ade/*)