Terduga Komplotan Rully Jaksa Palsu Diringkus Kejagung di Bogor

Petugas meringkus Rully, pelaku penipuan bermodus jaksa gadungan. (DepokToday.com)
Petugas meringkus Rully, pelaku penipuan bermodus jaksa gadungan. (DepokToday.com)

DepokToday – Kejaksaan Agung atau Kejagung melanjutkan pencarian terduga pelaku lain yang turut membantu Rully Nuryawan seorang jaksa palsu dalam melakukan aksinya menipu pegawai bank sebanyak Rp 2 miliar.

Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejagung, Atang Pujiyanto mengatakan, terduga pelaku tersebut diamankan di wilayah Kabupaten Bogor pada Sabtu malam, 27 Agustus 2021 malam.

“Tim intelijen Kejagung bersama rekan-rekan dari Kejari Depok dan Cibinong telah mengamankan seseorang yang diduga menurut tersangka Rully ikut membantu dalam melancarkan aksi-aksinya dalam hal penipuan,” kata Atang kepada wartawan, Sabtu 28 Agustus 2021.

Baca Juga: Warga Depok Tipu-tipu Rp 2 Miliar, Modusnya Jadi Jaksa Gadungan

Atang mengatakan, saat diamankan terduga pelaku yang belum diketahui namanya tidak melakukan perlawanan dan bersedia digelandang oleh petugas.

“Yang bersangkutan sangat koopeartif dan yang bersangkutan memang ingin bertemu saudara Rully untuk melakukan konfirmasi,” kata Atang.

“Rencananya (terduga pelaku) akan kita bawa ke Kejati Bandung dan akan dipertemukan saudara Rully di Polda Jawa Barat.”

Tim jaksa mengamankan seorang pria dari salah satu hotel di wilayah Bogor. (DepokToday.com)
Tim jaksa mengamankan seorang pria dari salah satu hotel di wilayah Bogor. (DepokToday.com)

Sebelumnya diberitakan, Rully Nuryawan (53 tahun) warga Cinere, Kota Depok, diamankan tim gabungan Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Jateng) sekira pukul 03.30 WIB, di sebuah hotel di Semarang, pada Selasa 24 Agustus 2021.

Rully mengaku-ngaku sebagai anggota jaksa, dan menipu seorang pegawai Bank BJB atas nama Asep senilai Rp 2 miliar.

“Jadi modusnya, Rully ini mengaku jaksa utama atau jaksa bintang satu nawarin proyek di Bank Jabar senilai Rp40 miliar. Dia minta uang muka untuk jasa Rp2 miliar dan langsung diberikan korban,” kata Atang.

Korban Jaksa Palsu

Atang mengatakan, korban mulai curiga karena selama 6 bulan proyek yang dijanjikan Rully sang jaksa palsu tak kunjung terealisasi. Korban sempat meminta uangnya kembali, namun tak direspons.

“Itu korban dan tersangka ketemu transaksi pada September 2020 lalu. Korban curiga, 6 bulan proyek yang dijanjikan tak ada kabar, terus minta uangnya kembali. Tapi Rully justru sudah tak bisa dihubungi lagi sehingga membuat korban akhirnya melapor.” (ade/*)