Terdepan di Jabar, Idris Sebut Tingkat Harapan Warga Depok Tinggi

Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris (istimewa)

CIPAYUNG– Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengakui, indeks harapan atau kepuasan warga Depok terkait layanan masih cukup rendah. Penyebabnya ada banyak faktor, namun ia optimis bisa memenuhinya jika terpilih kembali bersama Imam Budi Hartono.

“Jadi banyak harapan-harapan kepinginnya orang Depok dan itu ada ukurannya. Diukur ternyata indeks harapan orang Depok jauh lebih tinggi dari indeks harapan orang Lamongan,” katanya saat menghadiri kampanye terbuka di Jalan Rawa Geni Poncol, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, dikutip pada Senin 12 Oktober 2020

Adapun faktor penyebab, kata Idris, di antaranya adalah banyak pejabat tinggal di Kota Depok.

“Depok ini banyak juga pejabat-pejabat kementerian, banyak mantan-mantan kepala daerah ada di Depok, bahkan kominsioner anggota KPK juga ada di Depok, orang-orang BIN juga banyak di Depok.”

Menurutnya, itu berpengaruh besar pada tingkat harapan warga Depok terhadap kinerja pemerintah. “Kalau Sukabumi misalnya, Lamongan barangkali biasa-biasa aja,” ujarnya

Kondisi ini semakin lengkap lantaran Depok yang dekat dengan Ibu Kota, dan dikenal sebagai etalase kota terdepan Jawa Barat.

“Makanya harapannya besar. Ukuran harapan 94 persen diatas 90 persen. Sementara pemerintah baru bisa memberikan pelayanan dengan indek kepuasan masyarakat, survey-nya baru 82,5 persen,” katanya

Jadi antara harapan dan kepuasan masih perlu ditingkatkan.

“Makanya untuk bisa terus menaikan angka kepuasan masyarakat, ya Insya Allah kami sebagai wali kota yang kemarin ingin melanjutkan untuk bisa meningkatkan kepuasan masyarakat,” tuturnya

Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersama warga Rawa Geni (istimewa)

Sebab, lanjut Idris, jika Depok dipimpin oleh pemimpin yang baru belum tentu bisa memberikan kepuasan masyarakat sampai dengan angka tersebut.

“Kalau yang baru lagi, nanti beda lagi. Belum tentu kepuasan masyarakat sampai segitu. Apalagi dari sisi kepuasan layanananya. Nah ini jadi pertimbangan bapak-ibu. Memang kami belum selesai dengan persoalan-persoalan tadi.” (riz/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here