Terdakwa Penyebar Hoax Babi Ngepet, Akui Terinspirasi dari Kisah Viral

Sidang lanjutan kasus berita bohong Babi Ngepet yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 2 November 2021. (Istimewa)
Sidang lanjutan kasus berita bohong Babi Ngepet yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 2 November 2021. (Istimewa)

DepokToday – Terdakwa penyebar berita hoax Babi Ngepet, Adam Ibrahim mengakui aksinya dilakukan atas dorongan dirinya yang sering menonton kisah-kisah viral di internet.

Pengakuan itu terungkap saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok dalam agenda pemeriksaan terdakwa pada Selasa 2 November 2021.

“Apakah benar saudara, memang saudara suka menonton video-video viral dan heboh di masyarakat,” tanya Jaksa Penuntut Umum dalam sidang.

“Iya yang mulia,” jawab Adam.

Kemudian pertanyaan semakin spesifik untuk menekankan tindakan Adam Ibrahim dialatarbelakangi karena kegemarannya menonton berita viral itu.

“Apakah ide sodara ini dilatarbelakangi kebiasaan sodara menonton video viral,” sambung Jaksa.

“Iya benar,” kata Adam.

Bukti selanjutnya yang dibeberkan JPU dalam sidang itu adalah jejak digital terdakwa yang sudah mulai menelusuri harga anak babi hutan di internet.

“Tanggal 1 April, pukul 08.58, sodara menelusuri harga babi?” kata JPU yang dijawab “Iya” oleh Adam.

Untuk diketahui, aksi tipu-tipu babi ngepet yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, terjadi pada Senin 26 April 2021 di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok

Atas perbuatannya itu, jaksa berasumsi Adam Ibrahim sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong atau hoax mengenai rekayasa adanya babi jadi-jadian atau babi ngepet atau babi pesugihan untuk mendapatkan ketenaran dan dikenal secara viral.

“Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” tegas jaksa penuntut umum Putri. (ade/*)