Terapkan Sistem ini, BPJS Kesehatan Depok Apresiasi Komitmen Pemkot

Kepala BPJS Cabang Depok, Elisa Adam (tengah) didampingi jajaran memberikan paparan terkait penerapan sistem online saat berobat di FKTP Kota Depok.(Foto: DepokToday/Eru)

DEPOK—BPJS Kesehatan Cabang Depok mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok terkait komitmen untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi warga Kota Depok, melalui layanan kesehatan berbasis digital.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Elisa Adam, mengutarakan saat ini seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Depok sudah menerapkan sistem antrean pelayanan berbasis online.

Terlebih, sistem online ini telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN, aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

“Kami salut dengan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan kemudahan layanan kesehatan bagi penduduk Kota Depok. Saat ini FKTP di Kota Depok sudah 100% menerapkan sistem antrean online yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Kota Depok tentu hal ini tidak akan terwujud,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Elisa Adam, dalam kegiatan Focus Group Discussion Bersama Media Kota Depok, Rabu 20 Januari 2021.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/warga-diminta-tidak-ke-kantor-bpjs-kesehatan/

Elisa mengungkapkan pemerintah daerah saat ini memiliki andil besar dalam keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Bukan hanya dari sisi kebijakan, namun mengupayakan keterbukaan informasi serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Elisa mengatakan, saat ini 140 FKTP di Kota Depok telah mengimplementasikan antrean online, yang diintegrasikan dengan Mobile JKN.
“FKTP tersebut terdiri dari 38 Puskesmas, 95 Klinik Pratama, dan 7 Dokter Praktik Perorangan,” paparnya.

Dalam sistem antrean online, katanya lagi, peserta dapat melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan di FKTP tanpa datang langsung ke FKTP, pendaftaran (pengambilan nomor antrean) dapat dilakukan dari rumah melalui aplikasi Mobile JKN.

“Nomor antrean peserta dapat diketahui sehingga peserta dapat memprediksi waktu kunjungan ke FKTP. Saat mendaftar peserta juga dapat menuliskan keluhan penyakitnya sehingga FKTP dapat terinformasi lebih awal terkait kondisi peserta,” jelasnya.

Elisa mendorong agar ke depannya antrean online juga dapat diterapkan lebih optimal di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), seperti rumah sakit dan klinik utama, serta diintegrasikan dengan sistem yang ada di BPJS Kesehatan (aplikasi Mobile JKN).

“Saat ini, sebanyak 7 rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kota Depok telah menerapkan sistem antrean berbasis online, sebanyak 19 rumah sakit menyediakan informasi display ketersediaan tempat tidur, dan 100% telah menerapkan kemudahan administrasi pelayanan hemodialisa melalui sistem finger print bagi rumah sakit dan klinik utama yang memiliki pelayanan hemodialisa,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, selama pandemi Covid-19 pelayanan finger print ditangguhkan untuk sementara guna mengikuti protokol kesehatan.

“Diharapkan melalui integrasi ini, akan membentuk sistem pelayanan kesehatan yang berbasis online untuk seluruh lini pelayanan kesehatan di Kota Depok,” imbuhnya.

Elisa mengatakan, Pemkot Depok dan BPJS Kesehatan sudah bersinergi membangun untuk kemudahan akses tersebut, kini tinggal masyarakat untuk dapat memanfaatkannya.

“Khusus untuk peserta JKN-KIS, dapat dimulai dengan men-download aplikasi Mobile JKN,” tambah Elisa.

Pihaknya berharap dengan dikembangkannya layanan berbasis digital seperti antrean online, maka masyarakat merasa puas terhadap layanan yang diberikan.

“Apalagi sistem seperti ini dapat berdampak positif untuk menghindari terjadinya penumpukan peserta yang berobat di fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

(eru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here