Terancam 20 Tahun Penjara, Pembunuh Janda di Mares Ngaku Khilaf

Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang dengan terdakwa kasus pemubunuhan terhadap wanita di Apartemen Mares 5. (Istimewa)

DEPOK- Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang lanjutan dengan agenda vonis atau putusan terhadap FM, terdakwa kasus pembunuhan seorang wanita di kamar apartemen Margonda Residence (Mares) 5.

Sidang kali ini berlangsung pada Selasa sore, 30 Maret 2021. Namun sampai sidang berakhir, hakim belum dapat memutuskan vonis terhadap FM. Rencananya sidang dengan agenda serupa bakal kembali digelar besok.

“Kita tunda besok, Rabu pagi ya,” kata hakim

Pada sidang sebelumnya, jaksa telah menuntut FM dengan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara. Ia dianggap terbukti melakukan pidana dalam hal ini pembunuhan terencana.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum terdakwa, Tatang, merasa keberatan.

“Iya pada prinsipnya kami sebagai kuasa hukum tentu akan membela hak-hak hukum dari pada terdakwa,” katanya usai persidangan sore tadi.

Kuasa hukum FM, Tatang (Istimewa)

Tatang menuturkan, pihaknya sudah memberikan pembelaan dalam hal ini pledoi. Menurutnya, terdakwa FM tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban yang diketahui berinisial AO (36 tahun).

“Karena diantara terdakwa dengan korban ini kan ada hubungan spesial. Yang mana hubungan ini juga sudah lama. Terlepas dari persoalan yang ada saat itu, yang diduga perselingkuhan, terus terjadi kejadian yang tidak diharapkan, kami rasa itu spontan bukan terencana,” ujarnya

Kemudian, disisi lain, kata Tatang, terdakwa sangat menyesal dan telah mengakui segala perbuatannya. Hal itu pun telah disampaikan pada hakim dan keluarga korban.

“Terdakwa sangat menyesali perbuatannya. Dia tidak ada niat untuk sampai membunuh. Itu spontanitas. Karena dia terbakar api cemburu, marah.”

Selain itu, terdakwa pun tak tahu jika korban ternyata tewas setelah ditinggalkan di kamar apartemen tersebut.

“Enggak tahu, dalam rekonstruksi juga disampaikan terdakwa enggak tahu setelah korban diikat, dilakban, dan ditinggal itu meninggal. Yang dia tahu itu korban pingsan.”

Untuk diketahui, jasad AO ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar apartemen tersebut pada Selasa malam, 4 Agustus 2020. Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku tak lain adalah FM yang merupakan kekasih korban.

Tak hanya itu, pria berstatus duda ini juga sempat menjarah sejumlah barang berharga milik korban. Usai melakukan aksi kejinya itu, FM sempat berupaya melarikan diri. Namun polisi akhirnya berhasil meringkusnya di kawasan Bekasi dalam waktu tak lebih dari 24 jam. Kasusnya kini sudah masuk dalam babak persidangan. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here