Tenaga Dalam Bagian dari Sihir, Ustadz Khalid: Nggak Jantan

Ilustrasi tenaga dalam. Ustadz Khalid menyebut itu bagian dari sihir. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tenaga dalam. Ustadz Khalid menyebut itu bagian dari sihir. (Foto: Istimewa)

DepokToday- Tenaga dalam, atau ilmu kebatinan adalah salah satu kemampuan yang dapat dikuasai seseorang lewat cara-cara tertentu. Lantas bagaimana hukum Islam menanggapi fenomena tersebut. Menurut pendakwah, Ustadz Khalid Basalamah, tenaga dalam bagian dari sihir dan itu dilarang dalam Islam.

“Ini ada yang bertanya apakah dalam Islam boleh belajar ilmu tenaga dalam, misalnya bisa membaca dengan mata tertutup? Sihir ini, bagaimana bisa membaca dengan munutup mata,” katanya dikutip dari channel YouTube Naungan TV pada Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: RSUI Depok Buka Layanan Vaksin COVID-19 untuk WNA, Ini Syaratnya

Menurut Ustadz Khalid, itu kemampuan di luar alam manusia. “Bagaimana caranya tutup mata tapi bisa baca, tidak mungkin. Dan teman-teman sekalian, semua tenaga dalam bagian dari sihir. Nggak usah belajar tenaga dalam,” jelasnya.

Ia menyarankan lebih baik menekuni bela diri, seperti belajar ilmu pedang, panah, dan lain sebagainya tanpa menguasai praktik-praktik tenaga dalam.

“Tenaga dalam untuk apa? Di zaman nabi banyak ahli pedang. Bahkan ada sahabatnya bisa membelah dua tentara kafir. Ada keterampilan-keterampilan luar biasa, tapi memang keterampilan. Di zaman dulu dan zaman sekarang sama,” tuturnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Identitas Begal Ponsel yang Bunuh ABG Depok

“Kalau boleh dipakai zaman dulu, nabi dan para sahabat sudah pakai kali. Jarak jauh berantemnya, dari jauh sudah terlempar,” sambungnya sambil tertawa.

Maka dengan demikian, kata Usyadz Khalid, nabi dan para sahabat tidak ada yang menggunakan tenaga dalam untuk berperang atau menghadapi musuh.

“Jangan, itu (tenaga dalam) permainan syetan. Tinggalkan. Lagi pula nggak jantan. Hadapin datang. Biarkan ketangkasan. Jangan tersinggung ya, tapi kalau terisinggung juga apa boleh buat,” katanya.

Ustadz Khalid dan Tenaga Dalam

Melansir ibbnuabbaskendari.wordpress.com, ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bid’ah dan tidak ada landasan dari al-Qur’an.

Bahkan, sunnah Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya. Padahal saat itu dibutuhkan kekuatan untuk berdakwah.

Begitu pula pada masa pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang penuh dengan aktivitas jihad. Mereka tidak pernah mengajarkan keilmuan tersebut kepada para pasukan perang.

Baca Juga: dr. Zaidul Akbar Sarankan Minum Jahe Pandan, Sederet Penyakit Ini Rontok

Seandainya ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bermanfaat untuk pertahanan jiwa dan meroboh­kan musuh dari jarak jauh, tentu telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada para sahabat dan di­wariskan oleh para sahabat kepada generasi sesudahnya.

Akan tetapi hal itu sama sekali tidak per­nah terjadi, dengan demikian jelaslah kebatilan dan kesesatan ilmu tersebut. (rul/*)