Temukan Perusahaan Bandel di PPKM Darurat, Luhut Ambil Langkah Tegas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, tentang 11 jasa telemedicine. (Istimewa )
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, tentang 11 jasa telemedicine. (Istimewa )

DEPOK – Dua pekan sudah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat dilaksanakan. Namun, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang bandel untuk tetap mempekerjakan 100 persen karyawannya.

Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meminta agar dilakukan pengetatan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sektor industri agar tidak ada perusahaan bandel.

Seperti dilansir dari JPNN.com, Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu menyampaikan perintah berdasarkan pengamatan di beberapa wilayah khususnya area sektor industri mengalami peningkatan intensitas cahaya malam hari yang menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Perlu diwaspadai, di Karawang sudah muncul klaster COVID-19 dari kawasan industri. Saya minta pengetatan dan tidak memberikan celah untuk pelanggaran yang tidak sesuai aturan berlaku,” sebut Luhut dalam keterangan tertulis pada Sabtu 17 Juli 2021.

Dari temuan yang ada di lapangan, akal-akalan perusahaan yang tidak taat terjadi pelanggaran adanya pabrik di sektor esensial yang mengaktifkan shift malam sehingga jumlah karyawan masuk dalam 24 jam tetap 100 persen.

Luhut meminta Kementerian Perindustrian agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan di lapangan serta mengevaluasi penerbitan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

Baca juga: Presiden Jokowi Ingatkan Aparat Jangan Kasar, Mending Bagi Sembako

Sebab menurut dia, masih ada temuan di lapangan perusahaan yang merubah IOMKI dari sektor esensial menjadi kritikal supaya mendapatkan akses 100 persen WFO (bekerja dari kantor/perusahaan).

“Saya juga meminta kepada kepolisian agar mengawasi implementasi ini dengan mengacu pada panduan umum dan sektor yang masuk di sektor kritikal dan esensial sesuai pada Instruksi Mendagri,” ucap dia.

Selain pengetatan aturan, Untuk menghindari lonjakan kasus pada sektor industri, Luhut meminta agar diberlakukan percepatan vaksinasi gotong royong.

Selain itu meminta kepada pelaku yang bekerja di sektor industri tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. “Vaksin gotong royong kita terus push untuk bisa vaksin langsung di pabrik-pabrik industri, khususnya daerah DKI Jakarta,” kata dia. (lala/*)