Waduh, Teluk Jakarta Tercemar Kandungan Tinggi Paracetamol, Bagaimana Dampaknya?

Pantai di teluk Jakrat yang tercemr kandungan tinggi paracetamol. (Foto: Istimewa)
Pantai di teluk Jakrat yang tercemr kandungan tinggi paracetamol. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Peneliti menemukan kandungan tinggi paracetamol di muara Angke dan Ancol. Kandungannya diketahui lebih tinggi dibanding dengan laut di negara lain.

Dalam studi yang terbit di jurnal Science Direct pada Agustus 2021, konsentrasi paracetamol di muara Angke adalah 610 nanogram per liter (ng/L).

Disitat dari Kompas.com, Jika dibandingkan dengan negara lain, di pantai Brazil kandungan paracetamolnya 34,6 nanogram per liter dan di pantai utara Portugis 51,2 sampai 584 ng/L.

Namun, sebenarnya adakah efek sampingnya untuk manusia dan ikan? Peneliti Oseanografi BRIN Dr. Wulan Koaguow yang terlibat dalam riset ini mengatakan bahwa kontaminasi paracetamol di Teluk Jakarta memengaruhi perubahan pada jaringan gonat atau jaringan reproduksi kerang biru.

Penelitian yang dilakukan sejak 2017 ini melibatkan kerang biru sebagai hewan percobaan. Ini karena secara fisiologi, perilaku kerang yang selalu berdiam di suatu tempat.

Sehingga dia akan bertahan atau mati karena pencemaran air. Sebaliknya, ikan tidak dilibatkan dalam penelitian karena ikan dapat bergerak pergi ke tempat lain jika habitatnya tercemar.

Nah dari penelitian tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa paparan jangka panjang, baik dengan konsentrasi paracetamol yang rendah atau tinggi, dapat menyebabkan gangguan fungsi reproduksi (gonad) pada kerang di laut.

“Paparan paracetamol dalam waktu singkat saja, yakni 7 hari, sudah ada efek perubahan pada jaringan gonat kerang,” kata Wulan dalam webinar bertajuk Limbah Farmasetika di Perairan Teluk Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Khasiat Ajaib Garam Atasi Jerawat, Cuma Butuh Satu Menit  

Hasil penelitian di laboratorium menemukan bahwa pemaparan parasetamol pada konsentrasi 40 ng/L telah menyebabkan atresia pada kerang betina, dan reaksi pembengkakan.

“Penelitian lanjutan masih perlu dilakukan terkait potensi bahaya paracetamol atau produk farmasi lainnya pada biota-biota laut,” ungkap Wulan.

Kandungan Tinggi Paracetamol Teluk Jakarta Pengaruhi Makhluk Hidup

Meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut, namun beberapa hasil penelitian di Asia Timur,seperti Korea Selatan menyebutkan bahwa zooplankton yang terpapar kandungan tinggi paracetamol menyebakan peningkatan stress hewan, dan oxydative stress, yakni ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem antiosidan, yang berperan dalam mempertahankan homeostasis.

Hingga saat ini pencemaran paracetamol di Teluk Jakarta belum mengkhawatirkan untuk manusia tapi harus tetap diwaspadai. Dia menegaskan, harus ada penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan ini.

“Kita baru sampling di laboratorium. Harus ada penelitian lebih lanjut. Kalau menurut saya, kita perlu waspada dan hati-hati,” ungkapnya.

Menyambung Zainal, Wulan mengatakan, efek samping kandungan paracetamol di Teluk Jakarta sangat mungkin memengaruhi organisme lain di dalamnya, termasuk alga, zooplankton, dan ikan. (lala/*)