Teknologi 5G dan Artificial Intelligence, Kekuatan Dekade Mendatang

Senior Director of Engineering Qualcomm Technology Licensing, Ramesh Rao. FOTO: http://www.inktalks.com
Senior Director of Engineering Qualcomm Technology Licensing, Ramesh Rao. FOTO: http://www.inktalks.com

DepokToday – Senior Director of Engineering Qualcomm Technology Licensing, Ramesh Rao menyebut, pada dekade mendatang ada empat karakteristik utama sistem teknologi yang akan mendominasi kehidupan manusia.

Keempat karakteristik teknologi mendatang itu diantaranya keceradasan (intelligent), keterhubungan (connected), nirkabel (mobile) dan terintegrasi (highly integrated).

“Empat karakteristik tersebut akan membentuk satu visi tata kehidupan manusia, yaitu terwujudnya keterhubungan satu sama lain secara cerdas (everything is intelligently connected),” kata Rao saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum di Program S2 Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, belum lama ini.

Rao mengatakan, sebetulnya fenomena tersebut sudah mulai dirasakan saat ini, dimana manusia saling terhubung secara sosial dan emosi melalui platform media sosial. Sementara itu, manusia juga terhubung pada perangkat-perangkat fisik digital, seperti mobile gadget, dan perangkat Internet of Things.

Baca Juga: Masa Depan Pendidikan Teknologi di Indonesia Pascapandemi COVID-19

“Implikasinya bukan saja pada manusia yang saling berkomunikasi, namun juga perangkat fisik dan sistem non-fisik pada kehidupan manusia sehari-hari. Selain manusia, mesin juga saling terhubung, seperti halnya pada penerapan aneka perangkat sensor di pabrik-pabrik,” kata dia.

Beberapa contoh aplikasi dekade mendatang yang akan mewarnai kehidupan kita diantaranya smart medical teleconsultation, “Yaitu konsultasi kesehatan secara virtual dimana seorang pasien tidak perlu hadir secara fisik menemui dokter. Teknologi masa depan menyediakan data pendukung diagnosis secara cepat dan akurat,” kata Rao.

Pada sektor industri, Rao melanjutkan, sistem teknologi masa depan akan memfasilitasi sistem pabrik cerdas (smart factory) yang mengoperasikan robot-robot sebagai mesin manufaktur pada sebuah jaringan nirkabel yang terintegrasi di dalam pabrik (private network).

“Pada sektor transportasi, teknologi mendukung implementasi smart automotive dimana kendaraan dapat beroperasi otomatis tanpa pengemudi secara aman dan nyaman,” katanya.

Baca Juga: Dilengkapi Teknologi Canggih, 2020 Depok Jadi Kota Pintar

Rao menyebutkan, untuk membentuk berbagai aplikasi tersebut dibutuhkan dua teknologi kunci, yaitu 5G dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) atau AI. Teknologi 5G akan berperan sebagai infrastruktur komunikasi nirkabel yang menawarkan kecepatan akses data 10 kali lebih cepat.

“Ia mendukung kapasitas lalu-lintas data hingga 100 kali lebih banyak, dari teknologi selular yang kita nikmati saat ini. Bahkan, 5G akan memberikan dampak positif ekonomi bagi dunia senilai US$ 13,2 trilliun di tahun 2035,” katanya.

Sementara teknologi AI, akan berperan sebagai program komputasi untuk meniru persepsi, tindakan, dan pola pikir manusia.

“Dalam kapasitas tersebut, sebuah mesin akan dapat mengembangkan alur komputasi yang semakin mendekati logika manusia dalam mengambil sebuah keputusan. Sebuah sistem AI pada smart medical teleconsultation, misalnya dapat menyajikan diagnosis pendukung penyakit berdasarkan input data keadaan fisik seorang pasien,” kata Rao.

Rao mengatakan, teknologi AI menuntut penguasaan bahasa pemrograman yang relevan, misalnya Python, dan pemahaman metodologi Neural Network.

Di sisi lain, teknologi 5G membutuhkan kompetensi terkait elemen-elemen dasar keilmuan nirkabel radio frequency (RF), termasuk konsep antennasecurity, dan software pendukung multimedia. (ade/*)