TAS Bikin Mulus Langkah Idris Maju di Pilkada Depok 2020

Mohammad Idris ketika mendapat dukungan dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS).(DepokToday/Eru)

TAPOS-Langkah Mohammad Idris untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkada 9 Desember mendatang semakin mulus.

Gabungan Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) satu suara mengusung Idris melanjutkan periode kepemimpinannya.

Kesepakatan ini usai pertemuan petinggi partai yang tergabung dalam TAS, yakni PAN, Demokrat, dan PPP (minus PKB), ditambah PKS, di wilayah Tapos, Jumat (24/7/2020).

“Pertemuan empat partai telah disepakati Koalisi Tertata Adil Sejahtera untuk mengusung kembali Bapak Mohammad Idris sebagai bakal calon wali kota Depok,” ungkap Ketua DPC PPP Kota Depok, Hj. Qonita Luthfiyah selaku juru bicara Koalisi Tertata.

Qonita menuturkan Koalisi TAS terbangun dari adanya kesamaan visi dan misi membangun Kota Depok ke depan dan melihat sosok Idris masih merupakan calon terbaik dari yang baik.

“Pada hakikatnya Koalisi Tertata dan PKS sama-sama membutuhkan. Kesepakatan ini sudah final dan akan di bawa ke DPP masing-masing,” katanya.

Meski sepakat mengusung Idris, katanya lagi, pertemuan tersebut belum membicarakan nama wakil wali kota. “Itu akan dibahas pertemuan berikutnya,” katanya.

Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir, menambahkan, dengan adanya koalisi ini diharapkan akan dapat mewujudkan Kota Depok yang lebih baik.

“Ini diawali dengan penyamaan visi misi, konsep dan gagasan. Mudah-mudahan dengan calon yang diusung bisa menang,” katanya.

Senada dengan Qonita, Hafid mengutarakan pembahasan siapa sosok pendamping wali kota akan ditetapkan pada tahapan selanjutnya.

“Kalau sudah ada namanya akan disampaikan ke DPP masing-masing,” tuturnya.

Sementara, Mohammad Idris menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada koalisi TAS yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk kembali maju di perhelatan pilkada.

“Terima kasih apresiasi atas amanat besar yang disampaikan. Ini adalah sebuah kesatuan yang namanya TAS, Tertata Adil Sejahtera,” jelasnya.

Sebagai seseorang yang bukan berlatar belakang dari partai, Idris disinggung terkait apakah ada mahar untuk bisa menggandeng empat partai tersebut, dengan tegas dirinya menyampaikan tidak ada istilah mahar.

Namun, sangat wajar apabila calon mengeluarkan biaya. “Untuk pilkada kan kebutuhannya jelas ada, untuk operasional. Ini nanti dibicarakan bersama-sama. Bukan cuma calon wali kota, tapi wakil wali kota, dan partainya,” pungkasnya.

(eru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here