Target Vaksinasi Dianggap Tidak Konsisten, Satgas Depok: Daerah Butuh Parameter

Jubir Gugus Tugas Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DepokToday – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana meminta Kementerian Kesehatan atau Kemenkes diminta menentukan parameter target vaksinasi.

“Saat ini parameter target yang digunakan beragam, ada yang 70 persen dari proyeksi penduduk, ada juga yang usia 12 tahun keatas dan kami mendapatkan informasi terakhir dari jumlah penduduk berdasarkan Dukcapil,” kata Dadang kepada wartawan Jumat 29 Oktober 2021.

Menurut Dadang, itu merupakan pekerjaan rumah besar bagi Kemenkes, mengingat data merupakan faktor terpenting dalam setiap penentun kebijakan.

“Data sangat vital dan sangat diperlukan dalam perumusan kebijakan,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kemenkes terkait hal tersebut.

“Yang sangat dibutuhkan daerah saat ini, parameter target vaksinasi, agar diatur jelas dan terang,” tegas Dadang.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut target vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes saat ini sudah tidak relevan.

Hal itu disampaikan dirinya usai mendampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat meninjau Posko Vaksinasi Kota Depok, Senin 25 Oktober 2021.

Idris menyampaikan, targetan sebanyak 1,6 juta target tidak relevan karena data itu mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 2,4 juta jiwa, sedangkan data terbaru BPS, jumlah warga Depok sebanyak 2 juta jiwa di tahun 2020.

“Karena itu, kami akan berkoordinasi mengajukan perbaikan data target vaksinasi dengan Kemenkes, bahwa yang dipakai itu data Disdukcapil Depok berdasarkan nama dan alamat, baik untuk warga berdomisili maupun yang ber-KTP elektronik di Depok,” ucap Idris seperti dilansir dari beritadepok.go.id, pada Selasa 26 Oktober 2021.

“Sehingga nanti semua data vaksinasi dapat terhimpun dengan baik. Upaya ini bukan untuk berlomba-lomba, namun agar warga Depok maupun yang berdomisili semua harus di vaksinasi dari Pemkot Depok, Kementerian dan TNI- Polri,” papar dia. (ade/*)