Tanggapi Pernyataan Wamen ATR Tentang Polusi Udara di Depok, Pengamat UI: Ini Permasalahan Lingkungan yang Sebenarnya

Pintu masuk kawasan Margonda, Depok (DepokToday.com)
Pintu masuk kawasan Margonda, Depok (DepokToday.com)

DepokToday – Dalam kunjungannya ke Depok, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Surya Tjandra menyinggung tentang polusi udara di Kota Depok yang saat ini menurutnya terparah, bahkan mengalahkan DKI Jakarta.

Hal itu ditanggapi Kepala Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, Dr Chotib Hasan.

Dia mengatakan, dari parameter yang ada, Kota Depok kini belum termasuk dalam kota yang memiliki tingkat polusi udara terburuk. Malah kata dia masih dalam keadaan baik.

“Terkait dengan polusi yang tinggi, menurut saya Depok bukan kota yang polusi udaranya terbilang buruk. Beberapa data tentang parameter kandungan udara di Kota Depok terbilang sedang – baik,” ucap Chotib yang dilansir pada Rabu 3 November 2021.

Lebih lanjut dia memaparkan, polusi udara itu disebabkan oleh aktifitas manusia, terutama dari kepadatan lalu lintas, industri, dan konversi lahan dari pertanian ke non pertanian. Sedangkan kata dia, Depok tidak dikenal sebagai daerah industri, melainkan sebagai daerah permukiman terutama mereka yang berasal dari Jakarta maupun daerah lain di Indonesia.

“Isu lingkungan yang utama di Kota Depok justru pada masalah konversi lahan atau perubahan pola penggunaan tanah ke penggunaan tanah perkotaan terutama permukiman, untuk industri tidak terlau dominan,” terang dia.

Sedangkan, dengan adanya konversi lahan ini yang menyebabkan hilangnya beberapa area vegetasi di Kota Depok, dan pada gilirannya membahayakan pada konservasi air. Padahal ketersediaan air di Kota Depok juga akan mempengaruhi ketersediaan air di wilayah DKI Jakarta.

“Hilangnya vegetasi di atas permukaan Kota Depok juga dapat mempercepat run off ke sungai atau ke laut, yang dapat memicu perluasan wilayah banjir,” sebut dia.

Baca Juga: Atalanta Gagal Balas Dendam ke MU, Cristiano Ronaldo Penyebabnya

Sedangkan terkait tata ruang yang ada di Depok saat ini, implementasi yang belum tepat menjadi faktor utama tidak sesuainya rencana tata ruang dengan pembangunan yang ada.

“Kalau dokumen Tata Ruang di mana pun pasti baik, dan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh Pemda setempat. Yang jadi masalah adalah implementasi atas dokumen perencanaan tersebut. Masalah lain lagi adalah penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi terhadap rencana tata ruang tersebut. Dua hal ini yang mesti dievaluasi,” papar dia.

Kualitas Polusi Udara di Depok Baik

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penataan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)Kota Depok, Bambang Supoyo menyatakan, saat ini Kota Depok telah memiliki alat pemantauan kualitas udara.

“Depok sudah memiliki pemantauan kualitas udara yaitu AQMS (Air Quality Monitoring System), bantuan alat dari KLHK. Alat itu merupakan ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) yang mengukur 7 Parameter kualitas udara ; PM10, PM2,5, SO2, NO2, CO, O3, HC,” jelas dia.

“Sedangkan sejak Januari 2021 hingga september 2021, kualitas udara di Deopok tercatat dalam kategori baik dan sedang,” tambah dia.(lala/*)