Tak Terima Ponakannya Dipolisikan, Adik Ahok: Saatnya Melawan  

Putra sulung Ahok, Nicholas Sean Tjahaya Purnama (Istimewa)
Putra sulung Ahok, Nicholas Sean Tjahaya Purnama (Istimewa)

DepokToday- Putra sulung Ahok, Nicholas Sean Tjahaya Purnama mendapat dukungan penuh dari sang tante, Fify Lety Tjahaja Purnama. Ia tak terima dengan tuduhan penganiayaan yang dialamatkan pada ponakannnya tersebut.

“Ketika kamu dituding secara tidak benar: ‘Satu-satunya hal terpenting bagi kejahatan untuk menang adalah ketika orang baik diam,’ tulisnya dalam bahasa Inggris dikutip pada Jumat, 3 September 2021.

Tak hanya itu, adik kandung Ahok itu juga menyatakan bahwa saat ini adalah waktunya untuk melawan kejahtan.

“Sekarang adalah saatnya untuk melawan kejahatan dengan kebaikan demi mewujudkan kebahagiaan bagi orang yang benar,” tutur Fify dalam Instagram pribadinya.

Fify Lety Tjahaja Purnama (Istimewa)
Fify Lety Tjahaja Purnama (Istimewa)

Dalam unggahan tersebut, Fifi juga menampilkan potret kebersamaannya dengan Nicholas Sean. Ia mengaku merasa beruntung memiliki keponakan seperti Sean.

“Sangat bersyukur bisa memanggilmu sebagai keponakanku,” tulisnya.

Kronologi

Untuk diketahui, Nicholas Sean dilaporkan oleh selebgram Ayu Thalia ke pihak yang berwajib atas dugaan penganiayaan. Dalam surat laporan yang beredar, Ayu Thalia membeberkan kronologi peristiwa dugaan penganiayaan yang ia alami.

Menurut Ayu, saat itu dirinya tengah berada di show room mobil miliknya. Ia menuturkan bahwa Nicholas datang ke show room tersebut untuk membahas hubungan mereka.

“Benar pada waktu itu saya sedang berada di kantor saya di show room mebil prastage yang kemudian pelaku mendatangi saya dan membahas tentang hubungan saya dengan pelaku,” tulis keterangan di Surat Laporan Kepolisian dilansir dari kanal YouTube Star Story pada Selasa, 31 Agustus 2021.

Putra Ahok, Nicholas Sean Balik Laporkan Ayu Thalia

Tak tinggal diam, pihak Nicholas Sean juga sudah melaporkan Ayu Thalia ke Polres Metro Jakarta Utara.

“Sudah dilaporkan di Polres Metro Jakarta Utara kemarin malam. Laporan polisinya Pasal 310 311 (terkait pencemaran nama baik dan fitnah). Terlapornya inisial AT. Sean yang melaporkan karena tidak ada upaya dari pihak terlapor, saya pikir Sean melaporkan hal tersebut.”

Baca Juga: Diburu TNI, Jenderal OPM: Kalau Tak Mampu Kejar Ngaku Saja

Pengacara menyebut adanya barang bukti berupa flashdisk yang diberikan ke pihak penyidik.

“Disertakan alat bukti berupa flashdisk yang isinya bisa ditanyakan ke penyidik.”

Menanggapi adanya kemungkinan mediasi, pengacara mengaku belum bisa berkomentar terkait hal tersebut.

“Saya belum bisa ngomong itu (mediasi) yang jelas sekarang Sean dan keluarga besar merasa terfitnah atas perbuatan AT. Bahwa Sean tidak pernah melakukan hal tersebut. Makanya dengan tegas Sean membuat laporan balik terhadap AT untuk membuktikan bahwa Sean tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan oleh AT dalam laporannya di Polsek Penjaringan.” (rul/*)