Tak Pakai Masker, Siap-siap Kena Tilang Rp 250 Ribu

Sosialisasi gerakan bermasker (Istimewa)

MARGONDA– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menegaskan, gerakan Depok bermasker bukan lagi sebatas sosialiasi, melainkan bakal dikenakan sanksi bagi para pelanggarnya. Kebijakan tersebut diperkuat dengan sederet aturan yang mengacu pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

“Hari ini memang ada kegiatan gerakan Depok bermasker. Ini bukan sosialisasi lagi, tapi memperkuat mengingatkan masyarakat bahwa sekarang masih dalam PSBB walaupun proporsional,” katanya pada Senin 20 Juli 2020

Lienda mengungkapkan, akhir-akhirnya ini pihaknya melihat ada gejala pengabaian dari warga yang sudah tidak patuh pada protokol kesehatan. Di Depok, karena sudah ada ketentuan soal PSBB yang juga menyebutkan sanksi untuk pelanggar protokol yang tertuang dalam peratuwan wali kota atau Perwal 37 pasal 6 dan sanksinya di pasal 26.

“Itu (sanksi) akan dilaksanakan setelah kita mengingatkan lagi warga masyarakat sampai tanggal 22 Juli nanti dengan gerakan Depok bermasker.”

Untuk sanksi yang bakal dikenakan, kata Lienda tergantung pada kasus yang ditemukan petugas di lapangan.

“Pengenaan sanksi administrasi, bisa berupa denda, kemarin-kemarin kan teguran dan sanksi sosial. Tapi nanti kita akan kenakan tilang (tindak pelanggaran) sesuai ketentuan, antara Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu, nah itu tergantung kasus yang ditemukan,” tuturnya

Lienda menjelaskan, setiap sanksi yang dikenakan akan dilihat dari berbagai jenis pelanggaran yang ditemukan petugas.

“Jadi kita lihat kasus per kasus. Misalnya, tidak bermasker karena lalai memakai, padahal punya masker ya itu mungkin sedikit ringan dibandingkan yang tidak membawa masker sama sekali karena itu sudah tidak peduli. Kalau itu akan lebih gede lagi.”

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, pada PSBB waktu lalu, pihaknya telah melayangkan denda pada sejumlah pelaku usaha dengan total mencapai sekira Rp 34 juta-an. Uang tersebut kemudian diserahkan ke kas daerah.

Sementara itu, Dantim SatpoPP Cilodong, Agusti menuturkan, saat ini ada lima titik gerakan Depok bermasker dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Damkar dan PMI.

“Sejauh ini hasil pantauan kita masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, jadi kami membagikan masker juga. Masker tiga hari yang akna kita bagikan, jumlahnya 500 masker, perhari 150 lembar.”

Agusti mengungkapkan, ada lima titik yang jadi fokus penindakan, di antaran simpang KSU Jalan Tole Iskandar, Pasar Musi, simpang tugu Jalan Siliwangi dan simpang Juanda. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here