Tak Ada Calon Wali Kota yang Kredibilitas dari Internal, PKS Kota Depok Akhirnya Usung Idris

Suryadi.(Foto: Istimewa)

SUKMAJAYA-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok tak lama lagi akan digelar pada 9 Desember 2020.

Beberapa partai politik telah sibuk mempersiapkan bakal calon yang akan diusung, bahkan sudah ada 2 calon wali kota Depok yang telah diusung dari beberapa partai politik.

PKS Kota Depok beberapa bulan lalu telah membuka pendaftaran calon wali kota Depok dari internal partainya, muncul beberapa nama dari beberapa nama yang diusungkan, tapi sangat disayangkan PKS Kota Depok malah mengusung nama yang bukan dicalonkan dari internal partainya bahkan muncul sosok Idris, calon incumbent, yang diusungkan oleh PKS Kota Depok.

“PKS Kota Depok telah mengusung Idris sebagai Calon Wali kota Depok dalam pilkada yang akan datang, melihat hal ini menurut saya calon-calon internal partai PKS Kota Depok tidak bisa mengalahkan kredibilitas Idris,” urai Suryadi, Koordinator Hukum DEEP Kota Depok.

Ia melanjutkan, padahal Idris masih banyak PR yang belum terselesaikan pekerjaannya atau programnya selama menjadi wali kota Depok.

Suryadi menjelaskan, dilihat dari segi tata kota, Depok masih belum rapih bahkan amburadul. Sejak Depok terus memusatkan pembangunan di Jalan Margonda Raya, pemandangan itu berubah dalam sekejap. Di jalan utama Margonda beralih menjadi “neraka”. Pembangunan Margonda saban tahun terus dilakukan berbarengan proyek-proyek swasta di sepanjang jalan itu.

Suryadi menambahkan, banyaknya kriminalitas di Depok dari Kalanganan anak dan remaja, padahal Kota Depok memiliki Visi ” Unggul, Nyaman dan Religius” bahkan “Depok Kota Ramah Anak”.

“Namun kriminalitas oleh anak dan remaja mendominasi kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Kota Depok sepanjang 2019. Jenis kriminalitasnya beragam, mulai dari kejahatan jalanan alias begal, pencurian, hingga jual beli narkotika,” ungkap Suryadi melalui rilisnya kepada DepokToday, Kamis (23/7/2020).

Dari beberapa masalah tersebut, merupakan PR kedepan bagi wali kota yang akan terpilih, buatlah program-program yang sesuai dengan aspek-aspek wilayah jangan program yang sesuai dengan proyek.

“Semoga Kota Depok menjadi kota percontohan dan kota terbaik dari kota-kota lainnya apalagi Depok kota sanggahan Ibukota, saat ini yang terpenting adalah pembangunan Kota Depok harus berpihak pada golongan ekonomi rendah dan kepentingan umum dan juga pembangunannya harus terintegrasi dengan semua aspek kota, seperti transportasi, sarana publik dan sebagainya,” pungkas Suryadi.

(tdr/*)