Tahun Ini Jumlah Sekolah Dasar Neger di Depok Susut 14 Sekolah, Ini Alasannya

Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)
Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)

DepokToday – Dinas Pendidikan Kota Depok mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah Sekolah Dasar Negeri atau SDN. Sampai dengan tahun 2021, sudah ada 26 SDN di Kota Depok dipangkas menjadi 12 sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok, Wawang Buang mengatakan, pengurangan jumlah sekolah itu dilakukan dengan cara di merger atau digabungkan satu sekolah dengan sekolah lainnya.

“Pelaksanaan merger  sudah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor : 421/123/Kpts/Disdik/Huk/2021. Per 1 Juli 2021, proses penggabungan SDN tersebut telah selesai dilakukan,” kata Wawang dilansir dari Depok.go.id, Jumat 19 November 2021.

Wawang mengatakan, setelah adanya merger itu, saat ini hanya tersisa 207 SDN dari sebelumnya sebanyak 221 sekolah. “Kita satukan dua atau tiga sekolah dalam satu kawasan, guna mengefisienkan sarana-prasarana serta Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (TPK),” katanya.

Wawang merinci, beberapa sekolah yang sudah dilebur dalam satu manajemen di antaranya SDN Beji 6 dan 7 menjadi SDN Beji 6, SDN Mekarjaya 5 dan 6 menjadi SDN Mekarjaya 5, SDN Grogol 1 dan 3 menjadi SDN Grogol 1. Kemudian, SDN Ratujaya 3 dan 4 menjadi SDN Ratujaya 3, SDN Depok Baru 2 dan 5 menjadi SDN Depok Baru 2, SDN Pasir Gunung Selatan 1 dan 3 menjadi SDN Pasir Gunung Selatan 1, serta SDN Depok Baru 8 dan SDN Depok Jaya 5 menjadi SDN Depok Baru 8.

Lalu, SDN Cisalak 1 dan 3 menjadi SDN Cisalak 1, SDN Baktijaya 3 dan SDN Mekarjaya 15 menjadi SDN Baktijaya 3. Serta SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 menjadi SDN Sukamaju Baru 2.

“Untuk tiga sekolah kita gabungkan adalah SDN Beji Timur 1, 2, dan 3 menjadi SDN Beji Timur 1, SDN Tugu 6, 8 dan 11 menjadi SDN Tugu 6,” jelasnya.

Sementara  pada 2022, pihaknya masih berencana melakukan penggabungan satuan pendidikan. Yaitu sekitar satu atau dua sekolah.

“Kami lihat ada beberapa sekolah yang punya kemungkinan digabung. Contohnya SDN Citayam 1 dan 4 yang dalam satu area, cuma jumlah siswanya terlalu besar sampai 1.000 orang, ini yang perlu diperhatikan,” tandasnya. (ade/*)