Tagar #PecatLuhut Ramai di Media Sosial, Ujian Presiden Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, tentang 11 jasa telemedicine. (Istimewa )
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, tentang 11 jasa telemedicine. (Istimewa )

DepokToday – Kemarahan masyarakat terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan semakin menjadi-jadi. Saat ini tagar #PecatLuhut sedang trending topic di media sosial twitter.

Dalam tagar tersebut, masyarakat meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertindak tegas terhadap menterinya tersebut. “Jika Jokowi berani pecat luhut maka dia orang yang luar biasa,” cuit akun twitter @PrincessKrikil.

Alasannya, sudah banyak kecurangan dan pelanggaran yang dibuat oleh Luhut Binsar Pandjaitan selama menjabat yang dimulai pada periode pertama Presiden Joko Widodo hingga periode kedua.

“#PecatLuhut karena melanggar Etika dan UU No. 39 tahun 2008 pasal 23, tentang Kementerian Negara. Seorang Pejabat Negara tidak boleh menduduki lebih dari 1 jabatan,” cuit @bang_Said99.

Presiden Jokowi menunjuk Luhut sebagai menteri dimulai dari Menkopolhukam pada tahun 2015, kemudian diputar menjadi Menko Kemaritiman di tahun 2016 sampai sekarang sudah lebih dari empat tahun menjabat dan Jokowi masuk periode kedua, jabatan itu tetap diemban oleh Luhut.

Bukan hanya jabatan Menteri, Presiden Jokowi memang selalu mempercayakan Luhut dalam berbagai jabatan seperti Ketua Panitia Nasional IMF tahun 2018, Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun 2018.

Tagar #PecatLuhut ramai di media sosial. (Tangkapan layar Twitter)
Tagar #PecatLuhut ramai di media sosial. (Tangkapan layar Twitter)

Kemudian Plt Menteri Perhubungan dan Plt Menteri Kelautan dan Perikanan pada Mei 2020, selanjutnya Wakil Ketua KPCPEN dan Koordinator PPKM Jawa-Bali Juli 2020, Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional bulan Juni 2021, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia September 2021, serta Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Oktober 2021.

Bukan hanya jabatan, kemarahan masyarakat terhadap Menteri Luhut juga didasari atas temuan kalau Menteri yang disebut-sebut sebagai kesayangan Presiden Jokowi itu ketahuan berbisnis tes PCR. Keuntungan yang diraup pun tidak tanggung-tanggung, dari harga reagen yang hanya Rp 13 ribu, bisnis ini bisa meraup ratusan kali lipat dengan harganya yang dipatok Rp 300 ribu.

“Luhut sudah mengakui kalau bisnis TES PCR. Meskipun Luhut bilang nggak cari untuk dari bisnis tersebut. Bisnis kok nggak cari untung, sedekah saja cari untung opung yaitu untung pahala, nggak usah percaya ngeles,” kata @cxoayhf_

“Opung bukan pejabat tapi pengusaha yang menggunakan jabatannya untuk cawe-cawe proyek,” kata @Hakim_Arief_

“Lord mah bebas, nggak ada yang berani ngusut kan,” sebut @DzauZie.

Hingga berita ini diturunkan, tagar #PecatLuhut menyedot perhatian hingga 6.809 tweet. (ade/*)