Susu Kental Manis Dilarang Dikonsumsi Secara Langsung, Begini Penjelasan BPOM

Susu Kental Manis : Foto; Istimewa)
Susu Kental Manis : Foto; Istimewa)

DepokToday – Susu kental manis atau SKM kembali ramai diperbincangkan setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menguraikan sejumlah manfaat dan larangan dalam mengkonsumsi jenis olahan ini.

Seperti penjelasan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Rita Endang yang mengatakan SKM tidak untuk diseduh atau diminum secara langsung.

Menurut dia, banyak masyarakat yang saat ini salah kaprah tentang SKM. Sebab, banyak juga yang menggunakan SKM sebagai satu-satunya sumber gizi.

Cara mengonsumsi SKM dengan diseduh kata dia, merupakan kebiasaan yang salah dan harus diubah. Menurut Rita, susu kental manis seharusnya digunakan untuk topping dan bukannya untuk diseduh.

“Sudah ada peringatannya, masyarakat yang memang berisiko terhadap kandungan gulanya (susu kental manis) seharusnya perlu mengoreksi diri,” sebut Endang yang disitat dari Kompas.com, pada Kamis 16 September 2021.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardi sebelumnya mengatakan, produk kental manis bukanlah merupakan produk susu yang bisa dikonsumsi untuk menambah asupan gizi.

“Namun perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. Kadar gulanya sangat tinggi, sehingga tidak diperuntukkan untuk itu,” jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada BPOM selaku pengawas izin edar untuk lebih memperhatikan produ SKM agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi yang dipergunakan untuk menambah asupan gizi.

Baca Juga: Berulah di Caifornia, Kesombongan Denny Sumargo Mendunia

Doddy menegaskan, industri berhak untuk melakukan pengembangan produk, namun komposisi tetap harus diperhatikan.

Aturan Ketat Produk Susu Kental Manis

Sebagaimana diketahui, BPOM telah mengeluarkan surat edaran yang memperketat aturan tentang label dan iklan pada produkSKM dan analognya.

Merujuk Peraturan BPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, susu kental manis tidak untuk menggantikan air susu ibu dan tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan. Hal itu ditegaskan dalam pasal 54 yang mengatur terkait label produk susu kental dan analognya.

“Pada Label produk susu kental dan analognya wajib dicantumkan peringatan berupa tulisan “Perhatikan!, tulisan “Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu”. Tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”, dan tulisan “Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi”.

Mengonsumsi SKM secara berlebih meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak, karena tingginya kadar gula di SKM.

Ahli menjelaskan, SKM memang dapat dijadikan sumber energi, namun sangat tidak baik jika energi anak bersumber dari gula. (lala/*)